KONTESTASI DAN NEGOSIASI IDEOLOGI DALAM NOVEL ARROW OF GOD KARYA CHINUA ACHEBE: PERSPEKTIF GRAMSCIAN
DOI:
https://doi.org/10.47701/frasa.v1i1.941Keywords:
Umuaro, Okperi, Hegemoni, Kostetasi, Negosiasi, IdeologiAbstract
Pada penelitian ini, peneliti akan mengkaji tentang pertentangan ideologi yang
dilakukan oleh penduduk yang terdiri dari dua tempat yakni desa Umuaro dan Okperi.
Adapun permasalahan yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah 1) Apa saja ideology
yang bertarung dalam novel The Arrow of God? 2) bagaimana konstetasi ideologi yang
terjadi dalam novel The Arrow of God? Penelitian ini menggunakan teori sosilogi sastra
Gramsci yakni hegemoni untuk menjawab permsalahan yang dikaji. Konsep Gramsci
tentang sastra bahwa sastra merupakan situs konstetasi dan negosiasi ideologi. Dalam
proses kontestasi dan negosiasi, sastra dapat mempertahankan atau meruntuhkan tatanan
lama. Kaum intelektual memiliki peranan untuk mengakomodir baik kelompok penguasa
maupun subaltern. Kelompok intelektual terdiri atas organik dan tradisional. Intelektual
organik memiliki fungsi meruntuhkan tatanan lama sedangkan intlektual tradisional adalah
kelompok yang tidak melakukan fungsi intelektual. Berdasarkan hasil penelitian ini,
peneliti menemukan bahwa konstetasi ideologi terjadi antara konservatisme vs
kolonialisme, konservatisme vs kapitalisme. Hal tersebut ditandai dengan penolakan
Ezeulu terhadap kehadiran orang-orang kulit putih serta ketidaksediaan orang-orang
Umuora untuk menerima permintaan orang kulit putih. Selanjutnya, ideologi yang ingin
dinegosiasikan dalam novel Arrow of God adalah konservatisme-religius. Ideologi tersebut
dianggap sebagai alternative bagi orang-orang yang tetap menjaga nilai-nilai namun tidak
mengingkari realitas tentang kemajuan peradaban manusia. Melalui kehadiran guru-guru
di geraja yang bersedian memberikan pendidikan generasi muda.
Downloads
































