ANALISIS KETEPATAN KODE DIAGNOSIS DAN TINDAKAN KASUS OBSTETRI PASIEN RAWAT INAP DI RSUD WARAS WIRIS BOYOLALI
DOI:
https://doi.org/10.47701/infokes.v14i1.3773Keywords:
keakuratan kode, diagnosis, tindakan, obstetriAbstract
Ketepatan kode diagnosis dan tindakan sangat mempengaruhi kualitas data statistik dan pembiayaan kesehatan dengan sistem casemix. Berdasarkan studi pendahuluan pada ketepatan kode kasus obstetri di RSUD Waras Wiris Boyolali terdapat 50% kode tidak tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketepatan kode serta mengetahui faktor-faktor yang berkaitan dengan ketidaktepatan kode pada kasus obstetri pasien rawat inap. Jenis penelitian ini adalah deskriptif, dengan pendekatan retrospektif. Jumlah populasi 248 dokumen, dan sampel 154 dokumen, dengan teknik pengambilan menggunakan Simple Random Sampling. Instrumen yang digunakan pedoman wawancara, pedoman observasi, ICD-10, ICD-9CM, Cheklist. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 154 dokumen diperoleh ketepatan dengan persentase 70% lebih besar dibandingkan ketidaktepatan dengan persentase 30%, yang dibagi menjadi 4 klasifikasi yaitu salah pemberian kode sebanyak 30% (14 dokumen), salah kategori ke-4 sebanyak 9% (4 dokumen), kode tidak lengkap sebanyak 41% (19 dokumen) dan tidak diberi kode tambahan sebanyak 20% (9 dokumen). Faktor penyebab ketidaktepatan kode yaitu tulisan dokter yang kurang jelas, coder tidak teliti dalam meninjau lembar-lembar penunjang dan tenaga kesehatan lainnya (bidan dan perawat) kurang ketelitian dalam menuliskan informasi pendukung kode persalinan. Saran sebaiknya coder lebih teliti dalam membaca informasi medis dan tenaga kesehatan lainnya lebih lengkap dalam menuliskan informasi penunjang sehingga dapat meningkatkan tingkat ketepatan kode.
Downloads
References
Adiputra, I. M. S., Devhy, N. L. P., & Sari, K. I. P. 2020. Gambaran Ketepatan Kode ICD-10 Kasus Obstetri Triwulan 1 Pada Pasien Rawat Inap Di RSUD Sanjiwani Gianyar. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI). 8(2) pp 148-153.
Alik, A.T.N.I. 2016. Hubungan Ketepatan Kode Diagnosis Obstetri Terhadap Kelancaran Klaim BPJS di RSUD Sawerigading Kota Palopo Sulawesi Selatan. Jurnal INOHIM, 1 (4); 1-10
Anggraini, M., Irmawati., Garmelia, E., dan Kresnowati, L. 2017. Bahan ajar rekam medis dan informasi kesehatan (RMIK) Klasifikasi, kodifikasi penyakit dan masalah terkait I. Jakarta: Kementrian Kesehatan Kesehatan Republik Indonesia
Anggraini, A., Widjaja, L., Indawati, L., & Dewi, D. R. 2023. Analisis Ketepatan Kode Diagnosis Kasus Persalinan Secara Sectio Caesarea Di Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta. Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia, 3(1), 6-11.
Departemen Kesehatan RI. 2006. Pedoman Penyelenggaraan dan Prosedur Rekam Medis Rumah Sakit di Indonesia. Jakarta
Garmelia.E., Maulida Sholihah. 2019. Tinjauan ketepatan koding penyakit gastroenteritis pada pasien rawat inap di UPTD RSUD Kota Salatiga. Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan. 2 (2): 84-90
Hatta, G. 2013. Pedoman Manajemen Informasi Kesehatan di Sarana Pelayanan Kesehatan. Edisi Revisi. Jakarta: Universitas Indonesia (UI-Press)
Heltiani N, Asroni N, dan Suryani T. E. 2023. Analisis Ketepatan Kode Diagnosa Obstetri Terhadap Kelancaran Klaim Bpjs Rs.X Kota Bengkulu. Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia, 9 (1): 1 - 11
Indawati, Laela. 2017. Identifikasi Unsur 5M dalam Ketidaktepatan Pemberian Kode Penyakit dan Tindakan (Systematic Review). Jurnal INOHIM. 5 (2). pp 59-64
Kresnowati, L K. 2013. Analisa Perbedaan Biaya Riil Rumah Sakit Dengan Tarif Ina-Cbg’s 3.1 Untuk Kasus Persalinan Dengan Sectio Caesaria Pada Pasien Jamkesmas Di RSUD Tugurejo Semarang Triwulan 1 Tahun 2013. Universitas Dian Nuswantoro Semarang.
Kurniati, D dan Rahmawati, I. 2018. Risiko Tinggi Kehamilan Terhadap Komplikasi Persalinan Di Rumah Bersalin Tri Tunggaljakarta Utara. Jurnal Ilmu dan Budaya. 58 (41); 6833-6846.
Maryati, W. 2016. Hubungan Antara Ketepatan Penulisan Diagnosis Dengan Keakuratan Kode Diagnosis Kasus Obstetri di RS PKU Muhammadiyah Sukoharjo. Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan. 2 (6); 1-7
Maryati W, Rahayaningrum I O, Wati Y S. 2020. Evaluasi Kualitas Kode Diagnosis Ketuban Pecah Dini Pada Pasien Rawat Inap. Jurnal LINK, 16 (1), pp. 66 - 73
Menkes RI. 2014. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Indonesia Case Base Groups (INA-CBGs). Jakarta
Oashttamadea, R. 2019. Analisis Ketepatan Pengkodean Diagnosis Obstetri Di Rumah Sakit Naili DBS Padang. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia. 2(7); 83-86
Octaria, Haryani. 2017. Hubungan Beban Kerja Coder dengan Keakuratan Kode Diagnosis Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Syafira Pekanbaru. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia. 5 (1). pp 92-95
Pemenkes RI. 2018. PERMENKES RI Nomor 44 Tahun 2018 Tentang promosi Kesehatan Rumah Sakit. Jakarta: Menkes RI.
Permenkes RI. 2022. PERMENKES RI Nomor 24 tentang Rekam Medis. Jakarta: Menkes RI
Pertiwi, J. 2019. Systematic review: Faktor Yang Mempengaruhi Akurasi Koding Diagnosis di Rumah Sakit. Prosiding Smiknas, 41–50.
Sudra, IR. 2014. Rekam Medis. Tanggerang Selatan: UI
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44. 2009. Tentang Rumah Sakit.
Widyaningrum, L. 2017. Hubungan Ketepatan Penulisan Informasi Diagnosis Dengan Keakuratan Kode Diagnosis Kasus Obstetry Di Rumah Sakit Umi Barokah Boyolali. Prosiding Seminar Rekam Medis Dan Manajemen Informasi. 20-24
World Health Organization. 2010. International Statistical Classification of Diseases Nine Revision Clinical Modification (ICD-9CM), 9th Revision. Geneva.
World Health Organization. 2010. International Statistical Classification of Disease and Related Health Problem Tenth Revision: Geneva
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Utami Yeni Tri, Widyaningrum Linda, Santi Santi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





