TERAPI NONFARMAKOLOGI INFUSED WATER MENTIMUN UNTUK NYERI KEPALA PADA LANSIA HIPERTENSI: STUDI DI DESA SUKAJAYA 2025

Authors

  • Eka Yudha Chrisanto
  • Rika Yulendasari
  • Neisa Adhani

DOI:

https://doi.org/10.47701/tdn59644

Keywords:

Infused water, mentimun, nyeri kepala, hipertensi, lansia, asuhan keperawatan

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif dengan prevalensi tinggi pada lansia. Secara global, prevalensi lansia usia ?65 tahun meningkat dari 9,3% pada tahun 2020 menjadi 10% pada tahun 2022 dan diproyeksikan mencapai 16% pada tahun 2050. Di Indonesia, prevalensi lansia pada tahun 2023 tercatat usia 60–69 tahun sebesar 63,59%, usia 70–79 tahun 27,76%, dan usia ?80 tahun 8,65%. Sementara itu, prevalensi hipertensi di Provinsi Lampung meningkat dari 7,4% pada tahun 2013 menjadi 15,10% pada tahun 2018 dengan jumlah penderita 130.076 orang. Hipertensi sering disertai nyeri kepala sedang, sehingga diperlukan intervensi non-farmakologi seperti infused water mentimun yang mengandung flavonoid, kalium, dan magnesium. Tujuan: Mengevaluasi kegunaan terapi infused water mentimun sebagai intervensi non-farmakologi untuk menurunkan intensitas nyeri kepala dan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Metode: Studi kasus dilakukan pada satu pasien lansia hipertensi dengan keluhan nyeri kepala sedang. Intervensi diberikan berupa infused water mentimun 50gram dalam 250 ml air dingin, dikonsumsi sekali sehari selama tiga hari berturut-turut. Asuhan keperawatan dilakukan melalui tahapan pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Hasil: Setelah tiga hari pemberian terapi, skala nyeri pasien menurun dari 5 menjadi 2, disertai penurunan tekanan darah yang signifikan. Pasien tampak lebih rileks, tidak lagi meringis, dan mampu beraktivitas ringan. Kesimpulan: Terapi infused water mentimun efektif sebagai intervensi non-farmakologi dalam menurunkan nyeri kepala dan tekanan darah pada lansia hipertensi, sehingga dapat menjadi pilihan intervensi pendukung dalam praktik keperawatan gerontik

References

Amin, A. R. (2015). Mengenal Budidaya Mentimun Melalui Pemanfaatan Media Informasi. Jupiter, 1(XIV), 66–71.

Arifin, Z. (2022). Pengaruh pemberian hidroterapi (rendam kaki air hangat) terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Media Nusa Creative (MNC Publishing).

Auliani, B., Anggraini, R. B., & Faizal, M. (2024). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Melintang Tahun 2024. Jurnal Kesehatan Tambusai, 5(4), 11050–11061.

Azizah, A. N., & Maryoto, M. (2022). Studi kasus asuhan keperawatan lansia dengan hipertensi di PPSLU Dewanata Cilacap. Jurnal Inovasi Penelitian, 3(4), 5709–5712.

Badriah, S. (2015). Hipertensi: Kenali penyebab, tanda gejala dan penangannya.

Bandiyah, S. (2015). Lanjut Usia dan Keperawatan Gerontik. Yogyakarta: Nuha Medika.

Cahyati, Y., Somantri, H. I., Cahyati, A., Rosdina, I., Sugiarti, I., Imam, A. T., & Puruhite, T. K. A. (2021). Penatalaksanaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Pedoman Bagi Kader dan Masyarakat). Yogyakarta: CV Budi Utama.

Chou, R., Wagner, J., Ahmed, A. Y., Blazina, I., Brodt, E., Buckley, D. I., Skelly, A. C. (2020). Treatments for acute pain: A systematic review. Comparative Effectivenes ReviewNo. 240. https://doi.org/10.23970/AHRQEPCCER240

Endris, A. (2020). Sukses Bertanam Mentimun. Hikam Pustaka.

Fandizal, M., Sani, D. N., & Astuti, Y. (2020). Pengaruh air infus lemon, semangka, dan mentimun untuk menurunkan tekanan darah. Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia, 10(4), 172–177. https://doi.org/10.33221/jiiki.v10i04.680

Gerilda, S. P. (2022). Analisis asuhan keperawatan gerontik pada Tn. dengan penerapan infused water mentimun untuk penderita hipertensi di Wisma Merak Panti Tresna Werdha Budi Mulia I Ciracas. Karya Tulis Ilmiah. Poltekkes Kaltim.

Hadinata, D., & Abdillah, A. (2022). Metodologi Keperawatan. Bandung: Widiana Bhakti Persada.

Hendrayana, T., Yoana, K., Adnyana, I. K., & Sukandar, E. Y. (2023). Cucumber (Cucumis sativus L.) fruit and combination with losartan attenuate the elevation of blood pressure in hypertensive rats induced by angiotensin II. Journal of Pharmacopuncture, 26(4), 298–305. https://doi.org/10.51507/jop.2023.26.4.298

Heriyanti, C. A., Tasalim, R., Riduansyah, M., & Irawan, A. (2023). Pengaruh pemberian infused water mentimun terhadap penurunan tekanan darah pralansia hipertensi. Jurnal Keperawatan, 15(2), 561–568. https://doi.org/10.32583/keperawatan.v15i2.943

Imelda, R., Suharto, & Susyanti, D. (2024). Pendidikan kesehatan tentang metode Dietary Approach to Stop Hypertension (DASH) pada pasien hipertensi di Rumah Sakit Tk II Putri Hijau Medan.

Putri, A. M., & Anggreini, L. (2021). Efektivitas pemberian infused water mentimun terhadap penurunan tekanan darah dan nyeri kepala pada pasien hipertensi. Jurnal Keperawatan, 9(2), 45–52.

Vicamilia, N. (2020). Kandungan flavonoid mentimun dan manfaatnya bagi kesehatan. Jurnal Farmasi & Kesehatan, 12(1), 23–30

Downloads

Published

2025-10-18

How to Cite

TERAPI NONFARMAKOLOGI INFUSED WATER MENTIMUN UNTUK NYERI KEPALA PADA LANSIA HIPERTENSI: STUDI DI DESA SUKAJAYA 2025. (2025). OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences, 5(2), 131-137. https://doi.org/10.47701/tdn59644