KARAKTERISTIK IBU BERSALIN DENGAN KETUBAN PECAH DINI DI RSUD SOEHADI PRIJONEGORO KABUPATEN SRAGEN
DOI:
https://doi.org/10.47701/ovum.v2i1.2114Keywords:
karakteristik ibu bersalin, ketuban pecah diniAbstract
Latar belakang: Ketuban Pecah Dini (KPD) merupakan penyebab terbesar persalinan prematur dengan berbagai akibat. Kejadian Ketuban Pecah Dini (KPD) mendekati 10% dari semua persalinan. Pada umur kehamilan kurang dari 34 minggu sekitar 4%. RSUD dr Soehadi Prijonegoro terdapat kasus Ketuban Pecah Dini (KPD) sebanyak 39 kasus dari 103 ibu bersalin. Tujuan: Penelitian secara umum bertujuan mengetahui karakteristik ibu bersalin dengan ketuban pecah dini (KPD) di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro.
Metode: Penelitian ini adalah penelitian Deskriptif Kualitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin dengan ketuban pecah dini di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Kabupaten Sragen. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan accidental sampling.Analisis univariat dengan rumus prosentase.
Hasil: Karakteristik ibu bersalin dengan ketuban pecah dini dengan hasil didapatkan gambaran kejadian ibu bersalin dengan ketuban pecah dini berdasarkan usia pasien 20-35 terdapat 17 responden, sehingga terlihat terjadi kesenjangan antara teori dan hail penelitian karena sebagian besar ibu bersalin dengan ketuban pecah dini berumur antara 20-35 tahun, ibu yang berpendidikan menengah mengalami KPD sebanyak 28 reponden, ibu yang bekerja sebanyak 30 responden, didapat dengan hasil terbanyak ibu multipara sebanyak 27 responden.
Kesimpulan: Ibu bersalin dengan ketuban pecah dini berdasarkan umur sebagaian besar adalah umur 20-35 tahun, ibu bersalin dengan ketuban pecah dini berdasarkan pendidikan sebagian ibu berpendidikan menengah, ibu bersalin dengan ketuban pecah dini berdasarkan pekerjaan sebagian besar dengan ibu yang bekerja, ibu bersalin dengan ketuban pecah dini berdasarkan paritas sebagian besar ibu multipara.
References
Anggraini R & Subakti Y. (2013). Kupas Tuntas Seputar Kehamilan. Jakarta: Agro Media Pustaka. h. 3.
Hidayat A. (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta, Heath Book;h. 93, 94, 95, 122, 123.
Setiawan & Saryono. (2011). Metodologi Penelitian Kebidanan. D III, D IV, S1, Dan S2. Yogyakarta: Nuha Medika; 2011. h. 88, 122-3.
Fatkhiyah N. (2010). Hubungan Status Paritas Dengan Kejadian Persalinan
Ketuban Pecah Dini Di RSUD dr. Soeselo Slawi Kabupaten Tegal. Tegal: Stikes Bhamada Slawi: Karya Tulis Ilmiah.
Manuaba I B G. (2016). Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan Dan KB Untuk Pendidikan Kebidanan, Jakarta: EGC.
Budiarto. (2012). Biostatistik Untuk Kedokteran Dan Kesehatan Kemasyarakatan. Jakarta: EGC. h. 37.
Depkes RI. (2012). Profil Kesehatan Indonesia. Didapat dari: http://www.depkes.go.id
Notoatmodjo S. (2012). Ilmu Prilaku Kesehatan. Jakarta: PT Rineka Cipta. h. 90.
Hidayati F N. (2012). Karakteristik Ibu Bersalin Dengan Partus Lama Di RSUD Simo Kabupaten Boyolali. Boyolali: Akdemi Kebidan Citra Medika Surakarta.
Endang S & Lisa D A. (2010). Gambaran Karakteristik Ibu Bersalin Dengan Ketuban Pecah Dini Rumah Sakit Panti Wilasa Citarum Semarang Tahun 2009. Semarang. Jurnal Kebidanan. Oktober 2010. [ Diakses Tanggal 24 Maret 2014 ]. Di Dapat Dari http://ejurnal.akbidpantiwilasa.ac.id
Vicki E & Herdini P W. Hubungan Paritas Ibu Hamil Trimester I Dengan
Tahir S dkk. (2012). Faktor Determinan Ketuban Pecah Dini Di RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa. Gowa. Didapat Dari http://pasca.unhas.ac.id/jurnal
Riski. (2011). Hubungan Karakteristik Ibu Bersalin Dengan Ketuban Pecah Dini 2011. Tangerang. Jurnal Kebidanan. Didapat Dari http://journal.akbideubsep.ac.id








