HUBUNGAN PREEKLAMSIA PADA IBU HAMIL DENGAN BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH

Authors

  • Siti Farida Universitas Duta Bangsa Surakarta
  • Darah Ifalahma Universitas Duta Bangsa Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.47701/ovum.v2i1.2111

Keywords:

preeklamsia pada ibu hamil, bayi berat badan rendah

Abstract

Pada preeklamsia terjadi perubahan fisiologi patologi dimana terjadi penurunan aliran darah yang mengakibatkan gangguan fungsi plasenta sehingga terjadi gangguan sirkulasi uteroplasenta yang mengakibatkan janin mengalami gangguan pertumbuhan. Salah satu faktor yang menyebabkan kelahiran bayi berat badan lahir rendah adalah preeklamsia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan preeklamsia pada ibu hamil dengan bayi berat badan lahir rendah.

Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang diteliti adalah semua ibu hamil yang bersalin di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sukoharjo, Sampel diambil sebanyak 54 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan checklist untuk mengumpulkan data preeklamsia pada ibu hamil dan bayi berat badan lahir rendah. Teknik analisis data menggunakan analisis Chi-Square.

Kesimpulannya adalah terdapat hubungan yang signifikan antara preeklamsia pada ibu hamil dengan bayi berat badan lahir rendah. Terbukti dari hasil analisis Chi-Square memperoleh nilai  >    yaitu 4,336 > 3,841 dengan signifikan Ï<0,05. Hal ini menunjukkan bahwa komplikasi kehamilan salah satunya yaitu preeklamsia dapat menyebabkan kelahiran bayi berat badan lahir rendah.

References

Budiarto, E. (2012). Biostatistika untuk Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat. Bandung: EGC

Manuaba, IBG. (2012). Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan. Jakarta: EGC

Notoatmodjo, S. (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : PT Rineka Cipta

Pantiawati, I. (2014). Bayi dengan BBLR. Yogjakarta: Nuha Medika

Prawiroharjo, S. (2015). Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan bina pustaka

Proverawati, I. (2016). BBLR. Yogjakarta: Nuha Medika

Subakir, dkk. (2018). Kadar Heat Shock Protein 70 dan MDA pada Kultur Plasenta Penderita Preeklamsia. Didapat dari: http//elib.pdii.lipi.go.id/catalog/index.php/searchkatalog/byid/55618

Sudarti, F. (2013). Asuhan Kebidanan Neonatus Resiko Tinggi dan Kegawatan. Yogjakarta: Nuha Medika

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta

Widiastuti, D. (2012). Hubungan Antara Usia Ibu dan Paritas dengan Kejadian BBLR di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Pekanbaru : Fakultas Keperawatan

Wijayarini, L. (2012). Hubungan Preeklamsia dengan Kelahiran Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) di RSUD Sregen. Surakarta : Prodi DIV Kebidanan UNS

Downloads

Published

2022-04-21

How to Cite

HUBUNGAN PREEKLAMSIA PADA IBU HAMIL DENGAN BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH. (2022). OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences, 2(1), 1-7. https://doi.org/10.47701/ovum.v2i1.2111