JALAN TEMPUH MENCARI KEBAHAGIAAN YANG SALAH: DILEMA RESIDIVIS NARKOBA DENGAN TRANSAKSI ILEGALNYA (STUDI KASUS KOTA SURAKARTA)
Abstract
Penyalahgunaan narkotika saat ini menjadi perhatian banyak orang yang terus
menerus dibicarakan hal ini disebabkan seseorang tersebut bukan hanya yang
pertama kali melakukan tindak kejahatan melainkan seseorang yang sebelumnya
telah dijatuhi hukuman pidana kemudian mengulangi lagi tindak kejahatan
tersebut atau disebut dengan residivis. Penelitian ini membahas penerapan Pasal
144 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan
pertanggungjawaban hukum bagi residivis narkoba di Kota Surakarta. Metode
penelitian yang digunakan adalah metode yuridis empiris dengan pendekatan
kualitatif, di mana data diperoleh dari studi dokumen, wawancara dengan
penyidik satresnarkoba polresta surakarta, serta analisis kasus residivis narkoba
yang terjadi di Kota Surakarta. Hasil dari penelitian ini Pertanggungjawaban
hukum bagi seorang residivis bisa dilihat berdasarkan klasifikasi kasusnya, pada
hal ini pasal yang sering digunakan ialah pasal 112, pasal 114, pasal 127, dan
pasal 132 UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Implementasinya terdapat
poin-poin yang memberatkan pihak yang bersangkutan berdasarkan pertimbangan
hakim. pertimbangan hakim dalam menjatuhkan kembali putusan selain dari BB
(barang bukti) yang dimiliki dan klasifikasi dari berat ringan dan status residivis
tersebut.