MODEL KONSEPTUAL PERENCANAAN STRATEGIS SISTEM INFORMASI UNTUK TRANSFORMASI DIGITAL INDUSTRI LOGISTIK MENGGUNAKAN METODOLOGI WARD AND PEPPARD

Authors

  • Nurdin Mukti Widodo Universitas Duta Bangsa Surakarta
  • Fadillah Fikri Maulana Universitas Duta Bangsa Surakarta
  • Novita Intan Nur Rohmah Universitas Duta Bangsa Surakarta
  • Laila Zakiya Ufairatu Za’iima Universitas Duta Bangsa Surakarta
  • Hafidz Ridho Hidayat Universitas Duta Bangsa Surakarta

Keywords:

Perencanaan Strategis SI/TI, Ward and Peppard, Transformasi Digital, Industri Logistik, McFarlan Strategic Grid.

Abstract

Transformasi digital pada industri logistik meningkatkan kebutuhan terhadap sistem informasi yang mampu mendukung integrasi proses bisnis, pengelolaan data, serta pengambilan keputusan secara efektif. Namun, pemanfaatan teknologi yang tidak diselaraskan dengan strategi bisnis dapat menyebabkan fragmentasi sistem, keterbatasan visibilitas informasi, dan kurang optimalnya proses operasional. Penelitian ini bertujuan untuk merancang model konseptual perencanaan strategis Sistem Informasi dan Teknologi Informasi (SI/TI) pada ekosistem logistik menggunakan metodologi Ward and Peppard. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui kajian literatur terhadap penelitian terkait perencanaan strategis SI/TI, transformasi digital, dan perkembangan teknologi pada industri logistik. Analisis dilakukan melalui identifikasi lingkungan bisnis eksternal menggunakan PEST dan Porter’s Five Forces, analisis lingkungan internal menggunakan Value Chain, serta pemetaan portofolio aplikasi menggunakan McFarlan Strategic Grid. Hasil penelitian menghasilkan rancangan portofolio aplikasi SI/TI yang terdiri dari empat kategori, yaitu Strategic berupa optimasi rute berbasis Artificial Intelligence (AI), integrasi Internet of Things (IoT), dan dashboard analitik; Key Operational berupa Transport Management System (TMS), Warehouse Management System (WMS), dan Customer Relationship Management (CRM); High Potential berupa Blockchain dan Smart Contract; serta Support berupa Enterprise Resource Planning (ERP) berbasis cloud dan Human Resource Information System (HRIS). Model konseptual ini memberikan rekomendasi arah pengembangan SI/TI yang selaras dengan kebutuhan transformasi digital industri logistik. Keywords— Perencanaan Strategis SI/TI, Ward and Peppard, Transformasi Digital, Industri Logistik, McFarlan Strategic Grid.

References

[4] . Tahapan penelitian diawali dengan identifikasi permasalahan dan kajian literatur untuk memperoleh informasi mengenai kebutuhan SI/TI pada industri logistik serta penerapan metode Ward and Peppard pada penelitian sebelumnya. Hasil kajian literatur kemudian digunakan sebagai dasar dalam melakukan analisis lingkungan bisnis dan teknologi. Tahapan penelitian secara keseluruhan ditunjukkan pada Gambar 1, yang menggambarkan proses mulai dari identifikasi masalah, kajian literatur, analisis strategi, hingga penyusunan model konseptual perencanaan SI/TI. Gambar 1. Diagram Alir Metodologi Penelitian Kerangka kerja utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodologi perencanaan strategis SI/TI Ward and Peppard. Metodologi ini digunakan karena menyediakan pendekatan sistematis untuk menyelaraskan kebutuhan bisnis dengan pengembangan SI/TI melalui analisis lingkungan bisnis dan lingkungan teknologi

[5] . Dalam penerapannya, metodologi Ward and Peppard terdiri atas dua fase utama, yaitu fase masukan (input phase) dan fase keluaran (output phase). Pada fase masukan (input phase), dilakukan analisis terhadap empat dimensi utama. Dimensi pertama adalah Analisis Lingkungan Bisnis Internal, yang bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik proses bisnis, aktivitas operasional, kebutuhan informasi, serta faktor internal yang menjadi dasar dalam penyusunan strategi SI/TI pada ekosistem logistik. Dimensi kedua adalah Analisis Lingkungan Bisnis Eksternal, yang digunakan untuk mengidentifikasi faktor eksternal yang dapat memengaruhi arah pengembangan strategi SI/TI. Analisis ini mencakup kondisi industri, perkembangan pasar, regulasi, tingkat persaingan, serta perubahan lingkungan bisnis yang berkaitan dengan sektor logistik

[6] . Dimensi ketiga adalah Analisis Lingkungan SI/TI Internal, yaitu analisis terhadap kondisi pemanfaatan sistem informasi, infrastruktur teknologi, sumber daya TI, serta kemampuan teknologi yang telah tersedia dalam mendukung proses bisnis organisasi. Analisis ini dilakukan untuk memahami kondisi dan kebutuhan pengembangan SI/TI berdasarkan kemampuan internal yang dimiliki

[7] . Dimensi keempat adalah Analisis Lingkungan SI/TI Eksternal, yang bertujuan untuk mengidentifikasi perkembangan teknologi informasi di luar organisasi yang berpotensi mendukung transformasi digital. Analisis ini mencakup perkembangan teknologi seperti Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), Cloud Computing, dan analitik data yang relevan dengan kebutuhan industri logistik. Hasil analisis pada fase masukan (input phase) digunakan untuk menyusun strategi SI bisnis, strategi TI, strategi manajemen SI/TI, serta portofolio aplikasi masa depan sebagai keluaran (output phase) metodologi Ward and Peppard. Strategi SI Bisnis digunakan untuk menentukan kebutuhan aplikasi yang mendukung proses bisnis, strategi TI digunakan untuk menentukan kebutuhan infrastruktur dan teknologi pendukung, sedangkan strategi manajemen SI/TI digunakan untuk merumuskan aspek tata kelola, keamanan informasi, dan pengelolaan sumber daya TI

[8] . Tahap akhir penelitian dilakukan dengan melakukan pemetaan rekomendasi aplikasi menggunakan McFarlan Strategic Grid untuk menentukan prioritas pengembangan sistem berdasarkan nilai strategis dan kebutuhan operasional. Hasil pemetaan tersebut menghasilkan portofolio aplikasi konseptual yang dapat menjadi rekomendasi arah pengembangan SI/TI dalam mendukung transformasi digital pada ekosistem logistik. Hasil dan Pembahasan Bagian ini mengkaji kompleksitas yang diBagian ini menyajikan hasil sintesis kajian literatur dalam penyusunan strategi Sistem Informasi dan Teknologi Informasi (SI/TI) pada ekosistem logistik berdasarkan metodologi Ward and Peppard. Analisis dilakukan dengan mempertimbangkan faktor lingkungan bisnis eksternal, kondisi internal organisasi, perkembangan teknologi informasi, serta kebutuhan penyusunan portofolio aplikasi strategis. Hasil analisis digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan SI/TI yang dapat mendukung transformasi digital pada industri logistik. Metodologi Ward and Peppard digunakan sebagai kerangka analisis melalui dua fase utama, yaitu fase masukan (input phase) dan fase keluaran (output phase)

[9] . Pada fase masukan dilakukan analisis terhadap lingkungan bisnis internal, lingkungan bisnis eksternal, lingkungan SI/TI internal, dan lingkungan SI/TI eksternal. Selanjutnya, hasil analisis tersebut digunakan untuk menyusun strategi SI/TI dan menentukan prioritas portofolio aplikasi menggunakan McFarlan Strategic Grid. Analisis Lingkungan Bisnis Eksternal Analisis PEST digunakan untuk mengidentifikasi faktor politik, ekonomi, sosial, dan teknologi yang dapat memengaruhi kebutuhan pengembangan SI/TI pada ekosistem logistik

[10] . Hasil analisis menunjukkan bahwa perubahan regulasi, perkembangan perdagangan elektronik (e-commerce), perubahan perilaku pelanggan, serta perkembangan teknologi digital menjadi faktor utama yang mendorong kebutuhan transformasi digital pada industri logistik. Pada aspek politik, regulasi pemerintah terkait transportasi, perdagangan, infrastruktur, dan digitalisasi layanan publik menjadi faktor yang memengaruhi proses operasional logistik. Perubahan regulasi tersebut menunjukkan kebutuhan akan sistem informasi yang mampu mendukung pengelolaan kepatuhan, dokumentasi digital, serta integrasi informasi antar proses bisnis

[11] . Pada aspek ekonomi, peningkatan aktivitas perdagangan elektronik memberikan peluang pertumbuhan layanan logistik, tetapi juga meningkatkan kebutuhan terhadap efisiensi operasional. Fluktuasi biaya operasional, khususnya biaya transportasi dan bahan bakar, menunjukkan pentingnya pemanfaatan sistem berbasis analitik untuk membantu optimasi proses distribusi. Pada aspek sosial, perubahan ekspektasi pelanggan menyebabkan layanan logistik tidak hanya berfokus pada kecepatan pengiriman, tetapi juga transparansi informasi. Kebutuhan pelanggan terhadap informasi pengiriman secara real-time menunjukkan pentingnya pengembangan sistem pelacakan (tracking system) dan layanan digital yang mampu meningkatkan pengalaman pelanggan. Pada aspek teknologi, perkembangan Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), Cloud Computing, dan analitik data memberikan peluang bagi industri logistik untuk meningkatkan kemampuan monitoring, prediksi, serta pengambilan keputusan berbasis data. Pemanfaatan teknologi tersebut menunjukkan kebutuhan terhadap arsitektur SI/TI yang terintegrasi dan fleksibel. Tabel 1. Hasil Analisis Lingkungan Eksternal Selain analisis PEST, penelitian ini menggunakan Porter’s Five Forces untuk mengidentifikasi tekanan kompetitif dalam industri logistik. Analisis ini digunakan untuk memahami faktor persaingan yang dapat memengaruhi kebutuhan strategi SI/TI. Hasil analisis menunjukkan bahwa industri logistik memiliki tingkat persaingan yang tinggi akibat meningkatnya penggunaan platform digital dan pertumbuhan layanan berbasis teknologi. Kondisi tersebut menyebabkan organisasi perlu mengembangkan kemampuan digital agar mampu meningkatkan efisiensi, kualitas layanan, dan daya saing. Tabel 2. Analisis Porter’s Five Forces dan Implikasi SI/TI Berdasarkan hasil analisis Porter’s Five Forces, dapat diketahui bahwa faktor persaingan dan perubahan kebutuhan pelanggan menjadi pendorong utama pengembangan SI/TI pada industri logistik. Oleh karena itu, strategi SI/TI perlu diarahkan tidak hanya untuk mendukung aktivitas operasional, tetapi juga menciptakan nilai strategis melalui pemanfaatan teknologi digital. Analisis Lingkungan Bisnis Internal Analisis lingkungan bisnis internal dilakukan menggunakan pendekatan Value Chain untuk mengidentifikasi aktivitas utama dan aktivitas pendukung yang membutuhkan dukungan Sistem Informasi dan Teknologi Informasi (SI/TI). Pendekatan ini digunakan untuk memahami bagaimana setiap aktivitas bisnis dapat dioptimalkan melalui pemanfaatan teknologi informasi sehingga mampu meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan logistik. Berdasarkan hasil sintesis kajian literatur, aktivitas dalam ekosistem logistik memiliki keterkaitan yang erat antara pengelolaan barang, proses distribusi, pengelolaan informasi, hingga layanan pelanggan. Oleh karena itu, kebutuhan SI/TI tidak hanya berfokus pada otomatisasi proses operasional, tetapi juga pada integrasi data antar aktivitas bisnis. Tabel 3. Analisis Value Chain dan Kebutuhan SI/TI Berdasarkan analisis Value Chain tersebut, aktivitas operasional logistik memiliki ketergantungan tinggi terhadap ketersediaan informasi yang akurat dan real-time. Aktivitas seperti pengelolaan inventori, distribusi, dan layanan pelanggan membutuhkan sistem yang mampu mengintegrasikan data antar proses bisnis. Hasil analisis menunjukkan bahwa kebutuhan SI/TI pada industri logistik tidak hanya berorientasi pada aplikasi operasional, tetapi juga membutuhkan sistem strategis yang mampu mendukung pengambilan keputusan. Integrasi antara sistem operasional, analitik data, dan teknologi digital menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem logistik yang adaptif terhadap perubahan lingkungan bisnis. Evaluasi Lingkungan Eksternal dan Internal SI/TI Analisis lingkungan SI/TI dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi pemanfaatan teknologi informasi serta perkembangan teknologi yang dapat mendukung strategi digital pada industri logistik. Dalam metodologi Ward and Peppard, analisis ini terdiri dari dua aspek, yaitu lingkungan SI/TI internal dan lingkungan SI/TI eksternal

[12] . Analisis lingkungan SI/TI internal bertujuan untuk memahami kebutuhan pengelolaan sistem informasi, infrastruktur teknologi, sumber daya manusia, serta kemampuan organisasi dalam memanfaatkan teknologi informasi. Berdasarkan hasil sintesis penelitian terdahulu, salah satu tantangan utama dalam pengembangan SI/TI organisasi adalah kebutuhan integrasi antar sistem, pengelolaan data yang konsisten, serta kemampuan teknologi dalam mendukung proses bisnis secara menyeluruh

[14] . Pada industri logistik, aktivitas bisnis melibatkan berbagai proses yang saling berkaitan, seperti pengelolaan inventori, transportasi, distribusi, hingga layanan pelanggan. Kondisi tersebut menyebabkan kebutuhan terhadap sistem informasi yang mampu mengintegrasikan berbagai sumber data menjadi faktor penting dalam mendukung efisiensi operasional. Oleh karena itu, pengembangan SI/TI perlu diarahkan pada penerapan sistem yang terintegrasi, memiliki kemampuan pertukaran data secara real-time, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis informasi. Sementara itu, analisis lingkungan SI/TI eksternal dilakukan untuk mengidentifikasi perkembangan teknologi yang memiliki potensi dalam meningkatkan kemampuan digital industri logistik. Perkembangan teknologi seperti Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), Cloud Computing, dan analitik data menjadi faktor penting dalam mendukung transformasi digital karena mampu meningkatkan kemampuan monitoring, otomatisasi proses, serta prediksi berbasis data. Tabel 4. Evaluasi Lingkungan SI/TI Internal dan Eksternal Berdasarkan evaluasi lingkungan SI/TI tersebut, dapat diketahui bahwa strategi pengembangan teknologi pada industri logistik perlu memperhatikan aspek integrasi, fleksibilitas, keamanan, dan kemampuan analisis data. Teknologi informasi tidak hanya berperan sebagai pendukung operasional, tetapi juga menjadi faktor strategis dalam meningkatkan kemampuan organisasi menghadapi perubahan lingkungan bisnis. Hasil analisis lingkungan bisnis dan SI/TI selanjutnya menjadi dasar dalam penyusunan portofolio aplikasi strategis menggunakan McFarlan Strategic Grid. Pemetaan tersebut digunakan untuk menentukan prioritas aplikasi berdasarkan tingkat kepentingan strategis dan kontribusinya terhadap proses bisnis logistik. Sintesis Portofolio Aplikasi Masa Depan: Pemetaan McFarlan Strategic Grid Berdasarkan hasil analisis lingkungan bisnis dan SI/TI menggunakan pendekatan Ward and Peppard, diperoleh beberapa kebutuhan pengembangan sistem informasi yang dapat mendukung transformasi digital pada industri logistik. Kebutuhan tersebut kemudian dipetakan menggunakan McFarlan Strategic Grid untuk menentukan prioritas aplikasi berdasarkan kontribusinya terhadap strategi bisnis dan tingkat kepentingannya terhadap operasional organisasi. McFarlan Strategic Grid membagi portofolio aplikasi menjadi empat kategori, yaitu Strategic, High Potential, Key Operational, dan Support. Hasil pemetaan digunakan untuk menentukan arah pengembangan SI/TI agar investasi teknologi dapat dilakukan secara lebih terarah. Pada kuadran Strategic, aplikasi difokuskan pada peningkatan keunggulan kompetitif melalui pemanfaatan teknologi seperti optimasi rute berbasis kecerdasan buatan (AI-based Route Optimization), pemantauan armada berbasis Internet of Things (IoT), serta dashboard analitik untuk mendukung pengambilan keputusan. Kuadran High Potential mencakup teknologi yang memiliki potensi untuk diadopsi pada masa mendatang, seperti blockchain untuk meningkatkan transparansi transaksi dan keamanan data logistik. Kuadran Key Operational berisi sistem yang mendukung operasional utama perusahaan, seperti Transport Management System (TMS), Warehouse Management System (WMS), dan Customer Relationship Management (CRM), yang berperan dalam pengelolaan transportasi, pergudangan, serta layanan pelanggan

[15] . Sementara itu, kuadran Support mencakup aplikasi pendukung, seperti Enterprise Resource Planning (ERP) dan Human Resource Information System (HRIS), yang membantu pengelolaan administrasi, keuangan, dan sumber daya manusia. Tabel 5. Portofolio Aplikasi Berdasarkan McFarlan Strategic Grid Berdasarkan hasil pemetaan tersebut, aplikasi kategori Strategic menjadi prioritas jangka panjang karena memiliki kontribusi terhadap peningkatan daya saing melalui pemanfaatan teknologi digital dan analitik data. Sementara itu, aplikasi kategori Key Operational perlu menjadi prioritas implementasi karena berhubungan langsung dengan aktivitas utama industri logistik, seperti pengelolaan distribusi, penyimpanan, dan pemantauan pengiriman. Aplikasi kategori High Potential dapat dikembangkan secara bertahap sesuai kesiapan organisasi karena membutuhkan dukungan infrastruktur, integrasi sistem, serta kemampuan pengelolaan teknologi yang memadai. Adapun aplikasi kategori Support berperan sebagai pendukung aktivitas organisasi agar proses bisnis dapat berjalan secara efektif. Secara keseluruhan, hasil pemetaan McFarlan Strategic Grid menunjukkan bahwa strategi SI/TI pada industri logistik perlu diarahkan pada pengembangan sistem yang terintegrasi, pemanfaatan teknologi berbasis data, serta peningkatan kemampuan digital organisasi. Portofolio aplikasi yang dihasilkan menjadi rekomendasi konseptual dalam mendukung penyusunan strategi SI/TI yang selaras dengan kebutuhan transformasi digital industri logistik. Kesimpulan Penelitian ini menghasilkan model konseptual perencanaan strategis Sistem Informasi dan Teknologi Informasi (SI/TI) pada ekosistem logistik menggunakan metodologi Ward and Peppard. Berdasarkan hasil kajian literatur dan analisis lingkungan bisnis serta SI/TI, diketahui bahwa transformasi digital pada industri logistik dipengaruhi oleh perubahan regulasi, pertumbuhan aktivitas perdagangan digital, peningkatan kebutuhan pelanggan terhadap transparansi layanan, serta perkembangan teknologi seperti Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), Cloud Computing, dan analitik data. Hasil analisis lingkungan eksternal menggunakan PEST dan Porter’s Five Forces menunjukkan bahwa peningkatan persaingan industri dan perubahan kebutuhan pelanggan menjadi faktor utama yang mendorong kebutuhan pengembangan SI/TI yang terintegrasi. Sementara itu, analisis Value Chain menunjukkan bahwa aktivitas utama logistik seperti pengelolaan inventori, distribusi, pelacakan pengiriman, dan layanan pelanggan membutuhkan dukungan sistem informasi yang mampu menyediakan informasi secara akurat dan real-time. Berdasarkan hasil sintesis tersebut, penyusunan portofolio aplikasi menggunakan McFarlan Strategic Grid menghasilkan rekomendasi pengembangan aplikasi yang terdiri dari kategori Strategic, High Potential, Key Operational, dan Support. Portofolio tersebut menunjukkan bahwa teknologi berbasis data, sistem integrasi logistik, serta aplikasi pendukung operasional memiliki peran penting dalam mendukung arah transformasi digital industri logistik. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan kerangka konseptual perencanaan strategis SI/TI yang mengintegrasikan analisis lingkungan bisnis, kebutuhan teknologi, dan prioritas aplikasi dalam satu pendekatan sistematis berbasis Ward and Peppard. Model yang dihasilkan dapat menjadi referensi awal bagi organisasi pada sektor logistik dalam menyusun strategi pengembangan SI/TI yang selaras dengan kebutuhan bisnis dan perkembangan teknologi. Ucapan Terima Kasih Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Universitas Duta Bangsa Surakarta atas dukungan akademis dan fasilitas yang diberikan selama penyusunan penelitian ini. Terima kasih juga kami sampaikan kepada para dosen, rekan akademisi, serta para praktisi di bidang Sistem Informasi yang telah memberikan masukan, waktu, dan bimbingan yang berharga. Semoga hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi nyata dan menjadi referensi bagi perkembangan riset perencanaan strategis SI/TI di Indonesia. Referensi A. Sudrajat, D. Hertina, and W. Dyahrini, "Sistem Logistik Di Indonesia: Tinjauan Kelembagaan Dan Sistem Informasi," Scientific Journal of Reflection: Economic, Accounting, Management and Business, vol. 7, no. 2, pp. 283-297, 2024. G. R. N. Iklimah, A. Ferdinand, and A. C. Puspitanigrum, "Perencanaan Strategis SI/TI Menggunakan Metode Ward and Peppard untuk Efisiensi Operasional dan Transformasi Digital," Journal of Information System, vol. 10, no. 1, pp. 50-59, 2025. Aryanto, E. Arribe, and T. M. Z. Aprilizar, "Perencanaan Strategis SI/TI Menggunakan Analisis Ward & Peppard Pada Toko Trubus Pekabaru," Jurnal CoSciTech (Computer Science and Information Technology), vol. 4, no. 1, pp. 257-261, 2023. F. F. Pusung and P. F. Tanaem, "Perencanaan Strategis SI/TI dengan menggunakan Metode Ward And Peppard pada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Daerah Kota Tomohon," KLIK: Kajian Ilmiah Informatika dan Komputer, vol. 3, no. 5, pp. 497-502, 2023. A. Amirullah, A. A. Nurdin, P. I. Pramesti, U. S. Haryanti, and K. Budiman, "Penerapan Perencanaan Strategis SI/TI Dengan Metode Ward & Peppard PADA UMKM Kuliner," JSI: Jurnal Sistem Informasi, vol. 14, no. 1, pp. 25-99, 2022. E. A. Supriyanto and A. D. Manuputty, "Perencanaan Strategis Sistem Informasi dengan Metode Ward and Peppard Pada Perusahaan Ekspedisi (Studi kasus: Tiki Cabang Kota Salatiga)," Journal of Information Systems and Informatics, vol. 3, no. 1, pp. 61-75, 2021. P. A. Pelengkahu and A. D. Manuputty, "Perencanaan Strategis Sistem Informasi Dengan Metode Ward And Peppard Pada UD. Aneka Jaya," Sebatik, vol. 27, no. 2, 2023. I. Akbar and F. M. Fahmi, "Perencanaan Strategi Sistem Informasi Menggunakan Ward and Peppard pada PT. Priadi Sidik Jari Psikologi," In Search – Informatic, Science, Entrepreneur, Applied Art, Research, Humanism, vol. 21, no. 2, pp. 279-286, 2022. I. D. Pratiwi and D. A. Irawati, "Strategic Planning of IT/IS Using Ward and Peppard (PT Wahid Bangun Semesta Yogyakarta)," Telematika: Jurnal Informatika dan Teknologi Informasi, vol. 22, no. 3, pp. 13-27, 2025. D. P. Yulianto, G. C. Pamuji, and Y. Y. Kerlooza, "Pendekatan Metode Ward And Peppard Dan Anita Dalam Perencanaan Strategis Sistem Informasi," JTK3TI: Jurnal Tata Kelola dan Kerangka Kerja TI, vol. 10, no. 2, pp. 82-95, 2024

Downloads

Published

2026-07-25