Rancang Bangun Sistem Informasi Manajemen Berbasis Web Dengan Sistem Rekomendasi Pengadaan Bahan Baku Menggunakan Metode Weighted Scoring
Abstract
Industri coffee shop di Indonesia berkembang pesat, namun banyak pelaku usaha masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan bahan baku secara efisien. SKA eRCe Cafe Manahan, Surakarta, merupakan salah satu coffee shop yang pengelolaan stok bahan bakunya masih dilakukan secara semi-manual menggunakan spreadsheet, sehingga keputusan pengadaan bersifat subjektif dan sering mengakibatkan kondisi overstock maupun stockout. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun sistem informasi manajemen coffee shop berbasis web yang dilengkapi sistem rekomendasi pengadaan bahan baku menggunakan metode Weighted Scoring (Simple Additive Weighting/SAW). Sistem dibangun menggunakan framework Laravel, MySQL, Tailwind CSS, dan Alpine.js dengan pendekatan model Waterfall. Metode Weighted Scoring diterapkan dengan empat kriteria yaitu tingkat konsumsi bahan baku, jumlah stok minimum, harga beli, dan lead time supplier, yang masing-masing diklasifikasikan sebagai atribut benefit atau cost dan diberi bobot berdasarkan hasil wawancara dengan pemilik. Sistem menghasilkan peringkat prioritas pengadaan bahan baku secara objektif melalui proses normalisasi SAW dan pembobotan terhadap seluruh kriteria, serta dilengkapi informasi pendukung berupa Reorder Point (ROP) dan estimasi kuantitas pengadaan. Pengujian dilakukan menggunakan Black Box Testing untuk memverifikasi fungsionalitas sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu mengintegrasikan pengelolaan data operasional coffee shop secara real-time dan menghasilkan rekomendasi pengadaan bahan baku yang objektif, terukur, dan berbasis data sebagai pendukung pengambilan keputusan bagi pengelola SKA eRCe Cafe Manahan. Kata kunci : Sistem Informasi Manajemen, coffee shop, Pengadaan Bahan Baku, Weighted Scoring, Simple Additive Weighting
References
[1] . ROP dihitung menggunakan persamaan: di mana rata-rata konsumsi harian diperoleh dari total konsumsi bahan baku dalam periode analisis dibagi jumlah hari. Estimasi kuantitas pengadaan dihitung sebagai: Apabila stok aktual berada di bawah atau sama dengan nilai ROP, sistem menandai bahan baku tersebut sebagai perlu dipesan. Perhitungan ROP dan estimasi kuantitas ini bersifat informatif dan terpisah dari skor SAW, peringkat prioritas murni dihasilkan dari proses normalisasi dan pembobotan SAW. Hasil dan Pembahasan Hasil Pembahasan Sistem Sistem informasi manajemen coffee shop berbasis web telah berhasil diimplementasikan menggunakan framework Laravel 12, MySQL, Tailwind CSS, dan Alpine.js sesuai dengan rancangan yang telah dijelaskan pada bagian Metodologi. Sistem terdiri atas modul manajemen data master (bahan baku, produk, kategori, supplier), modul manajemen stok (mutasi stok, pengadaan, stok opname), modul Point of Sale (POS) untuk transaksi penjualan, modul rekomendasi pengadaan berbasis Weighted Scoring, serta modul laporan dan dashboard. Sistem dapat diakses oleh tiga tingkatan pengguna dengan hak akses berbeda, yaitu pemilik, admin, dan kasir, sebagaimana telah dirancang pada tahap analisis kebutuhan. Gambar I. Halaman Dashboard Gambar II. Halaman POS Gambar III. Halaman Rekomendasi Pengadaan Bahan Baku Halaman Rekomendasi Pengadaan menampilkan hasil perhitungan Weighted Scoring secara real-time berdasarkan periode yang dipilih pengguna, meliputi nilai konsumsi, stok saat ini, stok minimum, harga, lead time, skor akhir (V), status ("Perlu Pesan" atau "Aman"), serta saran kuantitas pengadaan untuk setiap bahan baku, sebagaimana ditunjukkan pada Gambar III. Hasil Pengujian Black Box Pengujian fungsional dilakukan menggunakan metode Black Box Testing terhadap seluruh modul utama sistem, meliputi autentikasi pengguna, manajemen bahan baku dan supplier, transaksi penjualan (POS), pengadaan bahan baku (Purchase Order), modul rekomendasi Weighted Scoring, serta laporan dan dashboard. Pengujian dilakukan dengan pendekatan Equivalence Partitioning dan Boundary Value Analysis untuk memastikan setiap fungsi diuji baik pada skenario normal maupun skenario batas/tidak valid
[2] ,
[3] . Tabel II. Ringkasan Hasil Pengujian Black Box Berdasarkan Tabel II, seluruh 28 skenario pengujian dinyatakan valid, dengan tingkat keberhasilan pengujian mencapai 100%. Sebagai gambaran konkret, Tabel III menyajikan beberapa contoh skenario pengujian yang mewakili tiap modul. Tabel III. Contoh Skenario Pengujian Black Box per Modul Pengujian pada modul rekomendasi Weighted Scoring secara khusus memverifikasi bahwa proses normalisasi bobot menghasilkan total bobot sama dengan 1, proses normalisasi SAW menghasilkan nilai preferensi yang terurut dengan benar dari skor tertinggi ke terendah, serta perhitungan Reorder Point dan estimasi kuantitas menghasilkan nilai yang tidak negatif. Pengujian juga memverifikasi bahwa sistem tetap dapat menghasilkan peringkat meskipun bahan baku tertentu tidak memiliki data konsumsi pada periode analisis, tanpa menyebabkan kegagalan sistem (division by zero) pada proses normalisasi kriteria cost. Validasi Kesesuaian Rekomendasi Weighted Scoring Selain pengujian fungsional, dilakukan validasi terhadap tingkat kesesuaian hasil rekomendasi sistem dengan penilaian pemilik SKA eRCe Cafe Manahan. Validasi dilakukan dengan menampilkan sepuluh bahan baku dengan peringkat tertinggi hasil perhitungan sistem pada periode analisis 4 September 2026 hingga 7 September 2026 (92 hari), menggunakan bobot kriteria tingkat konsumsi bahan baku 35%, jumlah stok minimum 15%, harga beli bahan baku 20%, dan lead time supplier 30%. Pemilik kemudian diminta menilai apakah masing-masing bahan baku tersebut memang termasuk prioritas tinggi untuk diadakan berdasarkan kondisi operasional yang sebenarnya. Hasil validasi disajikan pada Tabel IV. Tabel IV. Hasil Validasi Kesesuaian Rekomendasi Sistem Berdasarkan Tabel IV, seluruh sepuluh bahan baku (100%) yang direkomendasikan sistem dinyatakan sesuai oleh pemilik dengan kondisi kebutuhan pengadaan yang sebenarnya. Menariknya, bahan baku Sirup Hazelnut menempati peringkat keempat meskipun tidak tercatat konsumsi pada periode analisis, dengan status "Aman" karena stok yang tersisa masih berada di atas titik Reorder Point. Hal ini menunjukkan bahwa metode Weighted Scoring tetap mempertimbangkan kriteria lain secara proporsional, seperti harga dan lead time, sehingga bahan baku dengan konsumsi rendah namun lead time pengadaan yang panjang tetap memperoleh skor yang relevan. Pemilik juga menyatakan bahwa keempat kriteria yang digunakan telah mewakili pertimbangan yang biasa digunakan dalam pengambilan keputusan pengadaan sehari-hari. Pembahasan Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem yang dibangun mampu mengatasi permasalahan yang telah diidentifikasi pada tahap analisis, yaitu ketiadaan notifikasi stok minimum, ketiadaan analisis pola konsumsi, dan ketiadaan sistem rekomendasi pengadaan berbasis data pada pengelolaan bahan baku SKA eRCe Cafe Manahan yang sebelumnya masih dilakukan secara semi-manual menggunakan spreadsheet
[4] . Melalui integrasi antara modul transaksi, mutasi stok, dan perhitungan Weighted Scoring, sistem mampu menghasilkan rekomendasi pengadaan bahan baku secara real-time berdasarkan data konsumsi aktual, bukan lagi berdasarkan penilaian subjektif pengelola. Dibandingkan dengan penelitian terdahulu yang hanya berfokus pada pelaporan inventori tanpa modul rekomendasi
[5] , atau yang hanya berfokus pada pemilihan supplier tanpa integrasi dengan sistem penjualan
[6] , sistem yang dibangun dalam penelitian ini mengintegrasikan seluruh proses — mulai dari pencatatan penjualan, pengelolaan stok, hingga rekomendasi pengadaan — dalam satu platform yang saling terhubung. Hal ini sejalan dengan keunggulan metode Weighted Scoring/SAW yang mampu mempertimbangkan multi-kriteria secara bersamaan
[7] , dibandingkan metode peramalan berbasis time series yang hanya mempertimbangkan pola historis dari satu variabel. Keberhasilan seluruh skenario pengujian fungsional (100%) yang diperkuat dengan hasil validasi kesesuaian rekomendasi (100%) mengindikasikan bahwa sistem tidak hanya bekerja sesuai spesifikasi teknis, tetapi juga menghasilkan rekomendasi yang selaras dengan kebutuhan pengadaan aktual di lapangan menurut penilaian pemilik. Perlu dicatat bahwa validasi ini dilakukan oleh satu pihak penilai pada satu periode analisis, sehingga hasilnya bersifat spesifik pada studi kasus penelitian ini dan belum tentu dapat digeneralisasi pada coffee shop lain tanpa penyesuaian kriteria dan bobot yang sesuai. Kesimpulan Penelitian ini menghasilkan sistem informasi manajemen coffee shop berbasis web yang dilengkapi dengan sistem rekomendasi pengadaan bahan baku menggunakan metode Weighted Scoring (Simple Additive Weighting), dengan studi kasus SKA eRCe Cafe Manahan, Surakarta. Sistem dibangun menggunakan framework Laravel 12, MySQL, Tailwind CSS, dan Alpine.js melalui pendekatan model Waterfall, serta mengintegrasikan modul manajemen bahan baku, transaksi penjualan, pengadaan, dan rekomendasi pengadaan dalam satu platform. Metode Weighted Scoring diterapkan dengan empat kriteria tingkat konsumsi, stok minimum, harga beli, dan lead time supplier yang dinormalisasi dan dibobotkan untuk menghasilkan peringkat prioritas pengadaan secara objektif, dilengkapi informasi pendukung berupa Reorder Point dan estimasi kuantitas pengadaan. Hasil pengujian Black Box Testing terhadap 28 skenario pada seluruh modul sistem menunjukkan tingkat keberhasilan 100%, dan validasi kesesuaian rekomendasi terhadap sepuluh bahan baku prioritas tertinggi menunjukkan tingkat kesesuaian 100% menurut penilaian pemilik SKA eRCe Cafe Manahan. Hasil ini mengindikasikan bahwa sistem tidak hanya berfungsi sesuai spesifikasi teknis, tetapi juga menghasilkan rekomendasi yang selaras dengan kebutuhan pengadaan aktual di lapangan. Penelitian selanjutnya dapat mempertimbangkan validasi dengan cakupan periode dan jumlah bahan baku yang lebih luas, serta melibatkan lebih dari satu penilai untuk memperkuat generalisasi hasil validasi. Selain itu, penambahan kriteria lain dalam perhitungan Weighted Scoring, seperti kualitas bahan baku atau riwayat keterlambatan pengiriman supplier, dapat dipertimbangkan guna meningkatkan akurasi rekomendasi yang dihasilkan pada penelitian mendatang. Ucapan Terima Kasih Penulis mengucapkan terima kasih kepada pengelola SKA eRCe Cafe Manahan, Universitas Duta Bangsa, serta keluarga dan rekan rekan yang senantiasa memberikan dukungan selama penelitian ini. Referensi AEKI, "Data Konsumsi Kopi Domestik Indonesia," Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia, 2025. [Online]. Available: https://www.aeki-aice.org/konsumsi-kopi-domestik/ BPS Kota Surakarta, "Jumlah Rumah Kedai Kopi (Coffee Shop) Menurut Kelurahan, 2023," Badan Pusat Statistik Kota Surakarta, 2023. [Online]. Available: https://surakartakota.bps.go.id/ I. Agustin and P. T. Prasetyaningrum, "Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Supplier Bahan Baku Daging Menggunakan Metode Weighted Aggregated Sum Product Assesment (WASPAS)," vol. 2, no. 2, pp. 83-87, 2022. P. Fahrizal and N. Azhar, "Perancangan Sistem Informasi Laporan Inventori Bahan Baku Berbasis Web dengan Metode Waterfall Pada Kedai Kopi Disiniaja," INFOMATEK, vol. 27, no. 1, pp. 153-164, 2025. doi: 10.23969/infomatek.v27i1.24838 R. E. Erlinda, U. Yudatama, and E. R. Arumi, "Implementasi Sistem Peramalan Pengadaan Kebutuhan Bahan Baku Pangan dengan Metode Weighted Moving Average," JTIIK, vol. 9, no. 2, 2022. doi: 10.25126/jtiik.202294700 Y. S. Rahayu, Y. Saputra, and D. Irawan, "Implementasi Metode Waterfall pada Pengembangan Sistem Informasi Mobile E-DISARPUS," ZONAsi: Jurnal Sistem Informasi, vol. 6, no. 2, pp. 523-534, 2024. doi: 10.31849/zn.v6i2.20538 F. Sinlae, E. Irwanda, Z. Maulana, and V. E. Syahputra, "Penggunaan Framework Laravel dalam Membangun Aplikasi Website Berbasis PHP," Jurnal Siber Multi Disiplin (JSMD), vol. 2, no. 2, 2024. doi: 10.38035/jsmd.v2i2 R. Amalia, D. R. Wardhani, and S. M. Sagita, "Implementasi Metode Simple Additive Weighting (SAW) dalam Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Produk Gadget Terbaik," JUKTISI, vol. 5, no. 1, pp. 592-599, 2026. L. N. Sukaryati and A. Voutama, "Penerapan Metode Simple Additive Weighting pada Sistem Pendukung Keputusan untuk Memilih Karyawan Terbaik," Jurnal Ilmiah Matrik, vol. 24, no. 3, pp. 260-267, 2022. doi: 10.33557/jurnalmatrik.v24i3.2029 M. Zen, Irwan, Hafni, and M. D. P. Ananda, "Implementasi dan Pengujian Menggunakan Metode BlackBox Testing pada Sistem Informasi Tracer Study," Bulletin of Computer Science Research, vol. 4, no. 4, pp. 327-340, 2024. doi: 10.47065/bulletincsr.v4i4.359 F. K. Kartono, S. Nursaadah, M. R. Nugroho, D. A. Tama, F. A. Mashudi, A. Wicaksono, and M. Nasir, "Pengujian Black Box Testing pada Sistem Website Osha Snack: Pendekatan Teknik Boundary Value Analysis," Jurnal Kridatama Sains dan Teknologi, vol. 6, no. 2, 2024. E-ISSN: 2685-6921 F. P. Karnasyah, M. A. Al Islami, O. R. Wibisono, and Z. Niqotaini, "Perancangan Model Basis Data Toko Ceria Menggunakan My Structured Query Language (MySQL)," Jurnal Sistem Informasi (TEKNOFILE), vol. 3, no. 6, pp. 412-421, 2025. E-ISSN: 3026-4936 B. Harahap, M. R. Ramadhan, and N. Kurniawan, "Bootstrap, Tailwind CSS, React, dan Vue pada Pengembangan Antarmuka Web," RJTI: Riau Jurnal Teknik Informatika, vol. 4, no. 2, 2025. doi: 10.30606/rjti.v4i2.3496 S. Narulita, A. Nugroho, and M. Z. Abdillah, "Diagram Unified Modelling Language (UML) untuk Perancangan Sistem Informasi Manajemen Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (SIMLITABMAS)," BRIDGE: Jurnal Publikasi Sistem Informasi dan Telekomunikasi, vol. 2, no. 3, pp. 244-256, 2024. S. M. Pulungan, R. Febrianti, T. Lestari, N. Gurning, and N. Fitriana, "Analisis Teknik Entity-Relationship Diagram dalam Perancangan Database," Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis (JEMB), vol. 1, no. 2, pp. 143-147, 2023. doi:10.47233/jemb.v1i2.533