Perancangan Sistem Informasi Pengaduan Pelayanan Publik Dengan Disposisi Otomatis Berbasis Website

Authors

  • Imam Arifin Universitas Duta Bangsa Surakarta
  • Sri Sumarlinda, S.Kom, M.Kom, Ph.D Universitas Duta Bangsa Surakarta
  • Eko Purwanto, S.Kom, M.Kom, Ph.D Universitas Duta Bangsa Surakarta

Keywords:

Pengaduan Masyarakat, Disposisi Otomatis, Waterfall

Abstract

Pelayanan pengaduan masyarakat merupakan salah satu indikator kualitas pelayanan publik di tingkat desa. Namun, proses pengaduan di Desa Tegalharjo masih dilakukan secara konvensional sehingga menyebabkan keterlambatan penanganan laporan, sulitnya pemantauan status pengaduan, serta rendahnya partisipasi masyarakat karena belum tersedianya mekanisme perlindungan identitas pelapor. Penelitian ini bertujuan merancang Sistem Informasi Pengaduan Pelayanan Publik berbasis website yang dilengkapi fitur disposisi otomatis dan perlindungan identitas pelapor. Analisis sistem dilakukan menggunakan PIECES. Selanjutnya, sistem dikembangkan menggunakan SDLC dengan model Waterfall dan divisualisasikan menggunakan UML (Use Case dan Class Diagram) serta ERD. Hasil penelitian berupa rancangan arsitektur sistem yang mampu mendistribusikan laporan secara otomatis ke unit layanan terkait guna memangkas birokrasi manual. Sistem ini juga memuat fitur pelacakan status, notifikasi pengingat, dan dashboard pemantauan. Rancangan ini dapat meningkatkan efisiensi, responsivitas, dan akuntabilitas pelayanan publik desa.

References

[1] . Setiap langkah harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke langkah berikutnya. Menurut Safi’ dkk. (2025) ada beberapa tahapan dalam metode pengembangan sistem ini, yaitu

[2] : Analisis Kebutuhan Tahap analisis kebutuhan adalah langkah pertama dalam metode Waterfall yang bertujuan untuk memahami kebutuhan pengguna serta fungsi yang harus dimiliki oleh sistem

[3] . Pada tahap ini, penulis menggunakan metode analisis kelemahan sistem PIECES untuk menganalisis kelemahan sistem yang sedang berjalan di Desa Tegalharjo. Pada metode analisis PIECES digunakan untuk menganalisis aspek performa, informasi, ekonomi, kontrol, efisiensi, dan pelayanan. Metode pengumpulan data dilakukan dengan mengamati sistem yang sedang berjalan, melakukan wawancara dengan perangkat desa dan masyarakat, serta studi pustaka yang memiliki topik sejenis. Desain Sistem Tahap desain sistem menyusun struktur perangkat lunak berdasarkan hasil analisis kebutuhan melalui pemodelan UML (Use Case, Activity, dan Class Diagram) serta perancangan basis data menggunakan ERD. Implementation Tahapan implementasi adalah fase konversi desain menjadi kode fungsional melalui proses coding, konfigurasi sistem, dan integrasi seluruh modul agar sistem berjalan sesuai rencana. Testing Pengujian dilakukan agar bisa memastikan sistem sudah memenuhi semua kebutuhan, dengan menguji kelayakan aspek fungsionalitas, kinerja, serta keamanannya. Maintenance Tahap pemeliharaan berfokus pada pemeliharaan sistem, termasuk perbaikan masalah, menambahkan fitur, dan menyesuaikan fungsi dengan kebutuhan pengguna. Penelitian ini dibatasi pada fase analisis menggunakan metode PIECES serta perancangan sistem berbasis UML, database, dan antarmuka. Tahap implementasi, pengujian, dan pemeliharaan berada di luar cakupan penelitian ini. Hasil dan Pembahasan Analisis Kebutuhan Sistem Proses analisis ini mencakup evaluasi sistem yang sedang berjalan dan pemetaan kelemahan sistem lama melalui metode analisis kelemahan sistem PIECES. Analisis Sistem Yang Sedang Berjalan Tahapan ini, penulis akan menganalisis sistem pengaduan pelayanan publik yang berlaku di Desa Tegalharjo. Sistem diawali dengan masyarakat datang melapor ke kantor desa, kemudian petugas mencatat dan meneruskan aduan tersebut kepada Kepala Desa. Selanjutnya, Kepala Desa memberikan disposisi kepada unit layanan terkait (Kasi/Kaur) untuk segera ditindaklanjuti. Setelah penyelesaian masalah rampung, unit layanan melaporkan hasilnya kembali kepada Kepala Desa, yang diakhiri dengan proses pengarsipan berkas oleh perangkat desa. Analisis Kelemahan Sistem Pada tahap ini penulis akan melakukan analisis kelemahan sistem yang sedang berjalan dan menyandingkan dengan sistem baru menggunakan metode PIECES. Menurut Ummah dkk. (2025) Metode PIECES digunakan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, serta membenahi berbagai kendala yang terjadi pada sistem informasi

[4] . Berikut adalah analisis kelemahan sistem pengaduan pelayanan publik di Desa Tegalharjo. Tabel 1. PIECES Desain Pada tahap ini, penulis akan membuat model sistem dengan menggunakan bahasa pemodelan Unified Modeling Language (UML) yang meliputi use case diagram dan class diagram. UML adalah standar untuk menulis atau menjelaskan kelas dalam sebuah bahasa tertentu dan juga digunakan dalam membuat dokumen sistem

[5] . Selanjutnya, penulis juga akan melakukan perancangan database menggunakan Entity Relationship Diagram (ERD), serta menyusun desain interface sebagai acuan utama dalam proses pengembangan sistem. Use Case Diagram Use case diagram merupakan salah satu metode pemodelan Unified Modeling Language (UML) yang digunakan dalam pengembangan perangkat lunak. Tujuannya adalah untuk menunjukkan cara sistem berinteraksi dengan entitas di luar sistem, yang disebut sebagai aktor

[6] . Use case merupakan representasi yang menjelaskan pola hubungan antara pengguna dengan sistem informasi yang dirancang. Secara umum, pemodelan ini berfungsi untuk mengidentifikasi berbagai fitur atau fungsionalitas yang tersedia di dalam sistem, sekaligus memetakan hak akses setiap aktor terhadap fitur-fitur tersebut

[7] . Gambar 2. Use Case Diagram Use Case tersebut melibatkan empat aktor utama, yaitu Kepala Desa, Administrator, Unit Layanan (Kasi/Kaur), dan Masyarakat, yang seluruh interaksinya diwajibkan melalui proses login. Kepala Desa memiliki wewenang untuk mengakses dashboard visual, mengirim teguran, melihat detail aduan, menanggapi aduan, serta mencetak laporan. Administrator memiliki kendali penuh atas sistem dengan kemampuan untuk melakukan verifikasi akun, mengelola aduan, memperbarui disposisi, mengirim teguran, menanggapi dan mempublikasikan aduan, mengelola klasifikasi aduan, mengelola dusun, mengelola pengguna, mengelola recycle bin, serta mencetak laporan. Unit Layanan (Kasi/Kaur) bertanggung jawab dalam menanggapi, menolak, dan menyelesaikan aduan, serta mencetak laporan. Terakhir, Masyarakat berperan sebagai pengguna yang dapat melakukan registrasi, mengelola profil, mengelola aduan, serta melacak status aduan mereka di dalam sistem. Class Diagram Class diagram berfungsi untuk menggambarkan struktur statis dari sebuah sistem perangkat lunak. Diagram ini secara rinci menguraikan komponen sistem, yang meliputi entitas, atribut, metode, serta penjabaran relasi

[8] . Gambar 3. Class Diagram Gambar di atas menjelaskan class diagram yang memuat komponen pembentuk struktur data, tipe data, metode, serta hubungan relasi antar entitas di dalam sistem. Pada bagian struktur entitas, Users memiliki atribut id dengan tipe data bigint yang bertindak sebagai primary key, atribut nik dengan tipe data varchar, no_kk dengan tipe data varchar, name dengan tipe data varchar, email dengan tipe data varchar, email_verified_at dengan tipe data timestamp, serta password dengan tipe data varchar. Terdapat pula atribut role dengan tipe data varchar, is_verified dengan tipe data tinyint, telepon dengan tipe data varchar, unit_layanan_id dengan tipe data bigint (FK), remember_token dengan tipe data varchar, serta atribut created_at dan updated_at dengan tipe data timestamp lengkap dengan metode login(), logout(), updateProfile(), dan getPengaduan(). Entitas Pengaduan memiliki atribut id dengan tipe data bigint sebagai primary key, kode_unik dengan tipe data varchar, user_id dengan tipe data bigint (FK), unit_layanan_id dengan tipe data bigint (FK), judul dengan tipe data varchar, tanggal_laporan dengan tipe data date, isi_aduan dengan tipe data text, kata_kunci_terdeteksi dengan tipe data varchar, lokasi dengan tipe data varchar, rt dan rw dengan tipe data varchar, lampiran dengan tipe data varchar, serta atribut sifat dan status bertipe enum. Kelanjutan pengaduan dicatat pada atribut alasan_tolak dengan tipe data text, hasil_penanganan dengan tipe data text, berkas_selesai dengan tipe data varchar, tanggapan dengan tipe data text, is_published dengan tipe data tinyint, deleted_at dengan tipe data timestamp, serta atribut created_at dan updated_at bertipe timestamp yang dioperasikan melalui metode kirimAduan(), updateStatus(), getChats(), dan getTimeline(). Entitas Unit_Layanan memiliki atribut id dengan tipe data bigint sebagai primary key, nama_unit dengan tipe data varchar, serta created_at dan updated_at dengan tipe data timestamp dengan metode getStaf() dan getKataKunci(). Entitas Kata_Kunci memiliki atribut id dengan tipe data bigint sebagai primary key, unit_layanan_id dengan tipe data bigint (FK), kata dengan tipe data varchar, serta created_at dan updated_at dengan tipe data timestamp beserta metode filterAduan(). Entitas Dusun memiliki atribut id dengan tipe data bigint sebagai primary key, nama_dusun dengan tipe data varchar, serta created_at dan updated_at dengan tipe data timestamp dengan metode getWarga(). Entitas Notifications memiliki atribut id dengan tipe data char sebagai primary key, type dengan tipe data varchar, notifiable_type dengan tipe data varchar, notifiable_id dengan tipe data bigint, data dengan tipe data text, read_at dengan tipe data timestamp, serta created_at dan updated_at dengan tipe data timestamp bersama metode markAsRead() dan getNotifiable(). Entitas Pengaduan_Chats memiliki atribut id dengan tipe data bigint sebagai primary key, pengaduan_id dengan tipe data bigint (FK), user_id dengan tipe data bigint (FK), pesan dengan tipe data text, serta created_at dan updated_at dengan tipe data timestamp dengan metode kirimBalasan(). Entitas Pengaduan_Timeline memiliki atribut id dengan tipe data bigint sebagai primary key, pengaduan_id dengan tipe data bigint (FK), status dengan tipe data varchar, deskripsi dengan tipe data text, operator dengan tipe data varchar, serta created_at dan updated_at dengan tipe data timestamp beserta metode logAktivitas(). Hubungan logis antar entitas di dalam diagram ini terikat melalui asas relasi asosiasi dengan nilai multiplicity yang spesifik. Entitas Users bertindak sebagai pusat interaksi yang terhubung ke entitas Dusun melalui relasi one-to-many, yang berarti satu dusun dapat ditempati oleh banyak pengguna, namun seorang pengguna hanya terdaftar di satu dusun. Users juga memiliki relasi one-to-many terhadap entitas Notifications untuk menerima banyak notifikasi sistem, serta terhadap entitas Pengaduan karena seorang pengguna dapat membuat banyak laporan pengaduan. Sementara itu, entitas Pengaduan bertindak sebagai entitas transaksi utama yang menerima relasi one-to-many dari entitas Unit_Layanan, yang menandakan satu unit layanan dapat memproses banyak berkas pengaduan yang diteruskan kepadanya. Logika klasifikasi pada unit layanan diperkuat oleh relasi one-to-many ke entitas Kata_Kunci untuk kepemilikan daftar kata acuan sistem, serta relasi ke entitas User untuk memayungi banyak staf/petugas di bawah unit tersebut. Untuk menunjang rekam jejak pengaduan, entitas Pengaduan memegang kendali atas dua entitas hilir melalui relasi one-to-many, yaitu ke entitas Pengaduan_Chats untuk menampung banyak pesan obrolan dua arah, dan ke entitas Pengaduan_Timeline untuk mencatat banyak baris log kronologi perkembangan status aduan dari awal masuk hingga selesai. Entitas Pengaduan_Chats sendiri juga menerima relasi one-to-many dari entitas Users guna mengenali aktor pengguna yang mengirimkan pesan di dalam obrolan tersebut. Perancangan Basis Data Rancangan basis data dalam penelitian ini digambarkan menggunakan Entity Relationship Diagram (ERD). ERD merupakan sebuah instrumen metodologis yang digunakan untuk menyusun arsitektur dan model struktur data melalui representasi visual yang komprehensif

[9] . Gambar 4. Entity Relationship Diagram Gambar di atas merupakan rancangan database menggunakan ERD. Entitas Kata_Kunci mempunyai atribut id sebagai primary key, unit_layanan_id sebagai foreign key dari entitas Unit_Layanan, serta atribut kata, created_at, dan updated_at. Entitas Unit_Layanan mempunyai atribut id sebagai primary key, serta atribut nama_unit, created_at, dan updated_at. Entitas Dusun mempunyai atribut id sebagai primary key, serta atribut nama_dusun, created_at, dan updated_at. Entitas Users mempunyai atribut id sebagai primary key, unit_layanan_id sebagai foreign key dari entitas Unit_Layanan, serta atribut nik, no_kk, name, email, email_verified_at, password, role, is_verified, telepon, remember_token, created_at, dan updated_at. Entitas Pengaduan mempunyai atribut id sebagai primary key, user_id sebagai foreign key dari entitas Users, unit_layanan_id sebagai foreign key dari entitas Unit_Layanan, serta atribut kode_unik, judul, tanggal_laporan, isi_aduan, kata_kunci_terdeteksi, lokasi, rt, rw, lampiran, sifat, status, alasan_tolak, hasil_penanganan, berkas_selesai, tanggapan, is_published, created_at, updated_at, dan deleted_at. Entitas Notifications mempunyai atribut id sebagai primary key, serta atribut type, notifiable_type, notifiable_id, data, read_at, created_at, dan updated_at. Entitas Pengaduan_Timeline mempunyai atribut id sebagai primary key, pengaduan_id sebagai foreign key dari entitas Pengaduan, serta atribut status, deskripsi, operator, created_at, dan updated_at. Terakhir, entitas Pengaduan_Chats mempunyai atribut id sebagai primary key, pengaduan_id sebagai foreign key dari entitas Pengaduan, user_id sebagai foreign key dari entitas User, serta atribut pesan, created_at, dan updated_at. Relasi dalam ERD ini adalah penghubung yang menggambarkan interaksi antar entitas. Relasi antara entitas Unit_Layanan dan Kata_Kunci adalah one-to-many, di mana 1 unit layanan dapat memiliki banyak kata kunci. Relasi antara entitas Users dan Pengaduan adalah one-to-many, di mana 1 user dapat membuat banyak laporan pengaduan. Relasi antara entitas Unit_Layanan dan Pengaduan adalah one-to-many, di mana 1 unit layanan dapat menangani banyak laporan pengaduan. Relasi antara entitas Dusun dan Pengaduan adalah one-to-many, di mana 1 dusun dapat mencakup banyak laporan pengaduan. Relasi antara entitas Pengaduan dan Notifications adalah one-to-many, di mana 1 laporan pengaduan dapat menghasilkan banyak catatan notifikasi. Relasi antara entitas Pengaduan dan Pengaduan_Timeline adalah one-to-many, di mana 1 laporan pengaduan dapat memiliki banyak catatan riwayat perkembangan atau timeline. Terakhir, relasi antara entitas Pengaduan dan Pengaduan_Chats adalah one-to-many, di mana 1 laporan pengaduan dapat mengirim banyak pesan obrolan di dalam sistem. Desain Antarmuka Pada tahap ini dilakukan perancangan tampilan website, yang dibagi menjadi 4 bagian, yaitu halaman untuk Kepala Desa, Administrator, Unit Layanan (Kasi/Kaur), dan Masyarakat. Desain Antarmuka Kepala Desa Gambar 5. Desain Login Gambar di atas menampilkan antarmuka halaman login Kepala Desa untuk memvalidasi akses melalui email dan password. Setelah berhasil masuk, Kepala Desa akan diarahkan ke dashboard untuk meninjau laporan, mengawasi kinerja staf, dan mengambil keputusan strategis. Gambar 6. Desain Dashboard Visual Gambar di atas menunjukkan antarmuka halaman utama dashboard Kepala Desa yang berfungsi sebagai pusat kendali dan visualisasi data pengaduan secara real-time. Melalui halaman ini, Kepala Desa dapat memantau statistik laporan, keterlambatan penanganan, serta tren aduan bulanan. Visualisasi data yang terpusat ini sangat berperan dalam menyederhanakan proses analitik, sehingga mempermudah Kepala Desa dalam melakukan evaluasi kinerja pelayanan dan mengambil keputusan strategis

[10] . Gambar 7. Desain Aduan Masuk Gambar di atas menunjukkan antarmuka menu aduan masuk Kepala Desa yang merangkum daftar keluhan warga beserta status dan unit penanggung jawabnya. Melalui menu ini, Kepala Desa dapat membuka detail aduan untuk memantau kronologi, bukti lampiran, dan jejak audit, serta menggunakan fitur eskalasi (teguran) dan ruang diskusi untuk berkoordinasi langsung dengan unit terkait. Gambar 8. Desain Laporan Gambar di atas menampilkan antarmuka halaman laporan Kepala Desa untuk merekapitulasi performa penanganan aduan. Melalui halaman ini, Kepala Desa dapat menyaring data berdasarkan rentang tanggal dan unit layanan, memantau statistik, serta mengunduh laporan berformat PDF guna evaluasi kinerja.. Desain Antarmuka Administrator Gambar 9. Desain Login Gambar di atas menunjukkan desain antarmuka halaman login Administrator. Halaman ini berfungsi memvalidasi keamanan akses menggunakan email dan password. Setelah validasi berhasil, Administrator akan diarahkan ke dashboard. Gambar 10. Desain Dashboard Gambar di atas menunjukkan desain antarmuka dashboard Administrator. Halaman ini berfungsi sebagai pusat kendali untuk memantau data pengaduan secara real-time, meliputi akumulasi status aduan, tren bulanan, dan distribusi laporan berdasarkan Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK). Selain itu, halaman ini juga dilengkapi galeri transparansi. Gambar 11. Desain Daftar Aduan Gambar di atas menunjukkan menu daftar aduan Administrator sebagai pusat pengelolaan laporan masyarakat. Melalui tabel utama, administrator dapat membuka detail aduan untuk meninjau kronologi dan lampiran, serta menggunakan fitur manajerial seperti disposisi ulang, peringatan keterlambatan, ruang diskusi, dan pengaturan publikasi aduan. Gambar 12. Desain Daftar Klasifikasi Gambar di atas menampilkan menu klasifikasi Administrator untuk mengelola pemetaan kata kunci disposisi otomatis, di mana administrator dapat memantau, menambah, mengubah, atau menghapus data agar distribusi aduan tetap akurat. Gambar 13. Desain Daftar Dusun Gambar di atas menampilkan menu dusun Administrator untuk mengelola (memantau, menambah, mengubah, dan menghapus) data kewilayahan Desa Tegalharjo guna memastikan keakuratan validasi lokasi aduan warga. Gambar 14. Desain Daftar Pengguna Gambar di atas menunjukkan menu pengguna yang berfungsi sebagai pusat manajemen akun dan hak akses. Melalui menu ini, Administrator berwenang memantau tabel daftar pengguna, mengelola akun petugas desa (tambah/edit), serta meninjau dan memverifikasi identitas warga agar akun mereka sah digunakan untuk melapor. Gambar 15. Desain Kelola Recycle Bin Gambar di atas adalah antarmuka halaman recycle bin yang menyimpan sementara data aduan terhapus, di mana Administrator berwenang untuk menyaring riwayat, memulihkan (restore) berkas ke sistem utama, atau menghapusnya secara permanen.. Gambar 16. Desain Cetak Laporan Gambar di atas menunjukkan halaman Laporan Administrator untuk merekapitulasi aduan masyarakat, di mana administrator dapat memantau statistik pelayanan, menyaring data berdasarkan tanggal dan unit layanan, serta mengekspornya ke format PDF. Desain Antarmuka Unit Layanan Gambar 17. Desain Login Gambar di atas menunjukkan desain antarmuka halaman login Unit Layanan (Kasi/Kaur). Halaman ini berfungsi memvalidasi keamanan akses menggunakan email dan password. Setelah validasi berhasil, Unit Layanan (Kasi/Kaur) akan diarahkan ke dashboard. Gambar 18. Desain Dashboard Gambar di atas menampilkan dashboard Unit Layanan (Kasi/Kaur) sebagai pusat pemantauan tugas disposisi yang menyajikan akumulasi status aduan, grafik perkembangan, dan galeri transparansi sebagai bukti visual penanganan di lapangan. Gambar 19. Desain Aduan Masuk Gambar di atas menampilkan antarmuka menu Aduan Masuk bagi Unit Layanan (Kasi/Kaur) untuk mengelola disposisi. Petugas dapat meninjau detail laporan, berdiskusi, serta mengambil keputusan via pop-up untuk tolak aduan beserta alasannya, atau selesai dengan mengunggah bukti pengerjaan lapangan. Gambar 20. Desain Cetak Laporan Gambar di atas menampilkan halaman laporan pertanggungjawaban Unit Layanan (Kasi/Kaur) untuk merekapitulasi riwayat aduan, menyaring data berdasarkan tanggal, dan mengekspor dokumen kinerja tersebut ke format PDF. Desain Antarmuka Masyarakat Gambar 21. Desain Registrasi Gambar di atas menunjukkan antarmuka halaman registrasi mandiri bagi Masyarakat Desa Tegalharjo. Melalui halaman ini, warga diwajibkan mengisi data kependudukan, email, nomor handphone, dan password sebelum menekan tombol daftar untuk membuat akun akses ke dalam sistem pengaduan. Gambar 22. Desain Login Gambar di atas menunjukkan desain antarmuka halaman login Masyarakat. Halaman ini berfungsi memvalidasi keamanan akses menggunakan email dan password. Setelah validasi berhasil, masyarakat akan diarahkan ke dashboard. Gambar 23. Desain Dashboard Gambar di atas menampilkan antarmuka dashboard Masyarakat sebagai portal utama pascalogin yang memuat kartu profil, tombol aksi cepat (tambah dan lacak aduan), serta panel ringkasan untuk memantau progres perkembangan laporan. Gambar 24. Desain Kelola Profil Gambar di atas menampilkan halaman manajemen profil Masyarakat yang memfasilitasi warga untuk meninjau, memperbarui, dan menyimpan perubahan data pribadi, nomor handphone, serta password secara mandiri. Gambar 25. Desain Daftar Aduan Gambar di atas menampilkan menu daftar aduan sebagai pusat pengelolaan keluhan Masyarakat secara mandiri. Melalui menu ini, Masyarakat dapat memantau status secara real-time, menambah atau mengubah aduan, serta membuka detail laporan untuk melacak progres dan berdiskusi dengan pihak desa via ruang koordinasi. Gambar 26. Desain Lacak Aduan Gambar di atas menampilkan halaman Pelacakan Aduan bagi masyarakat untuk memantau status laporan secara real-time menggunakan nomor aduan, lengkap dengan detail penanganan, bukti visual, dan kronologi riwayat audit hingga selesai. Kesimpulan Kesimpulan Penelitian ini menghasilkan rancangan Sistem Informasi Pengaduan Pelayanan Publik berbasis website bagi Desa Tegalharjo, yang disusun berdasarkan tahap analisis dan perancangan yang komprehensif. Desain sistem ini secara khusus ditujukan untuk memperbaiki kekurangan pada metode konvensional dengan menghadirkan fungsionalitas seperti disposisi otomatis, fitur pelacakan aduan, dan jaminan kerahasiaan identitas pelapor. Dengan mengadopsi pendekatan PIECES untuk evaluasi sistem lama serta UML dan ERD untuk pemodelan sistem baru, rancangan ini dibuat untuk memperpendek alur birokrasi melalui penyaluran laporan secara langsung kepada unit yang berwenang. Pada akhirnya, perancangan ini diproyeksikan mampu mendorong keterlibatan warga, mempercepat proses penyelesaian, serta mewujudkan tata kelola desa yang transparan dan akuntabel. Saran Mengingat penelitian ini baru mencapai tahap perancangan antarmuka, penelitian selanjutnya disarankan untuk mengimplementasikan desain tersebut menjadi perangkat lunak utuh. Sistem kemudian perlu diuji coba langsung oleh pengguna di Desa Tegalharjo guna mengevaluasi fungsionalitas fitur, keandalan disposisi otomatis, dan stabilitas data. Hal ini bertujuan untuk mengidentifikasi kendala teknis sejak dini serta mengukur efektivitas sistem dalam mendukung operasional pelayanan publik. Ucapan Terima Kasih Penulis ingin mengucapkan rasa terima kasih yang tulus kepada Pemerintah Desa Tegalharjo, terutama Kepala Desa dan seluruh perangkat desa, atas izin, dukungan, serta ketersediaannya sebagai tempat pelaksanaan penelitian ini. Ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada berbagai pihak yang telah memberikan bimbingan baik secara langsung maupun tidak langsung dalam menyelesaikan penelitian ini. Referensi

[11] F. I. Setyawati, “Menuju Desa Digital Inklusif : Implementasi E-Government Pada Website Desa Pager Kecamatan Bungkal Kabupaten Ponorogo,” vol. 1, hal. 22–31, 2025.

[12] H. Saputra, R. Yesputra, A. P. Lubis, dan F. Furqon, “PENTINGNYA DIGITALISASI LAYANAN PUBLIK DESA,” vol. 4, no. 1, hal. 122–126, 2024, [Daring]. Tersedia pada: https://www.researchgate.net/profile/Rolly-Yesputra/publication/383223304_PENTINGNYA_DIGITALISASI_LAYANAN_PUBLIK_DESA/links/6859e891e8fa0f5c2825f893/PENTINGNYA-DIGITALISASI-LAYANAN-PUBLIK-DESA.pdf

[13] F. E. Nugroho, R. Taufiq, dan M. S. Alfarizi, “RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PELAYANAN PENGADUAN MASYARAKAT BERBASIS WEB PADA DESA SUKADAMAI KABUPATEN TANGERANG,” no. September, hal. 1–10, 2021.

[14] A. I. Hawa, Z. Fatah, dan L. F. Anas, “PERANCANGAN WEBSITE PENGADUAN MASYARAKAT TANPA IDENTITAS UNTUK MENDUKUNG LAYANAN PUBLIK DI DINAS KOMINFO BANYUWANGI,” vol. 2, no. 3, hal. 59–65, 2025.

[15] K. N. F. Safi’, A. Budianita, dan S. S. P. Nugroho, “RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI LAYANAN PENGADUAN MASYARAKAT BERBASIS WEB PADA KANTOR KEPALA DESA RAHTAWU KABUPATEN KUDUS,” vol. 9, no. 6, hal. 9509–9516, 2025.

[16] A. Rifki dan D. Sutaji, “Rancang Bangun Sistem Informasi Pengaduan Masyarakat Berbasis Web di Desa Gapurosukolilo,” vol. 06, no. 03, hal. 15–27, 2024.

[17] F. M. Banazi dan K. R. Ummah, “RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PELAPORAN PENGADUAN MASYARAKAT BERBASIS WEBSITE DI DESA DEPOK KABUPATEN TEGAL,” vol. 9, no. 4, hal. 1984–1995, 2024.

[18] Hermansyah, R. F. Wijaya, dan S. Wahyuni, “Desain Aplikasi Cinta Mangrove Berbasis Mobile Di Desa Kota Pari Dengan Metode Waterfall,” hal. 42–48, 2024.

[19] M. T. Aufa, Jasmir, dan E. Rohaini, “PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PELAYANAN PENGADUAN MASYARAKAT KELURAHAN BAGAN PETE KOTA JAMBI BERBASIS WEBSITE,” vol. 4, no. April, hal. 937–945, 2024.

[20] Z. M. Ummah, P. Widyaningsih, dan Nurmalitasari, “PEANCANGAN SISTEM PENGADUAN KERUSAKAN INFRASTRUKTUR BERBASIS GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM PADA KELURAHAN BULAKAN,” vol. 13, no. 3, 2025.

[21] M. Fareza dan Mukhsin, “Perancangan Sistem Informasi Penerimaan Peserta Magang Berbasis Web,” J. Mhs. Apl. Teknol. Komput. dan Inf., vol. 6, no. 1, hal. 61–69, 2024, [Daring]. Tersedia pada: https://ejournal.pelitaindonesia.ac.id/ojs32/index.php/jmapteksi/article/view/4159

[22] Rasiban, A. Septiansyah, S. Hasanah, V. N. Permatasari, dan A. Yuliawati, “Sistem Informasi Otomatisasi Pelaporan Data,” IKRA-ITH Inform. J. Komput. dan Inform., vol. 8, no. 1, hal. 279–292, 2024, [Daring]. Tersedia pada: https://doi.org/10.37817/ikraith-informatika.v8i1

[23] B. S. Mare dan A. A. Yana, “PERANCANGAN SISTEM INFORMASI BERBASIS WEB PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM SEJAHTERA BERSAMA,” vol. 11, no. 2, hal. 70–76, 2022.

[24] G. N. Rafi, A. Voutama, dan N. Heryana, “Model Unified Language Dalam Perencanaan Pembuatan,” vol. 12, no. 1, 2024.

[25] H. Hardiana, M. R. Rum, dan W. Nurfaidza, “Perancangan Dashboard Executive Information System (EIS) dalam manajemen SDM Kesehatan di Rumah Sakit,” no. 50, 2025.

Downloads

Published

2026-07-25