Perancangan Enterprise Architecture Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Magetan dengan TOGAF ADM
Keywords:
arsitektur enterprise; TOGAF ADM; transformasi digital; perpustakaan daerah; pengelolaan kearsipan; sistem informasiAbstract
Latar Belakang: Perpustakaan dan kearsipan daerah di Indonesia dituntut mempercepat transformasi digital, namun banyak instansi pemerintah daerah, termasuk Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Magetan, masih menjalankan sistem informasi yang terfragmentasi sehingga menghambat kualitas layanan publik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi arsitektur bisnis, data, aplikasi, dan teknologi yang berjalan saat ini, mengidentifikasi kesenjangan antara kondisi eksisting dengan kondisi yang diharapkan, serta merancang arsitektur visi dan peta jalan pengembangan sistem informasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Magetan menggunakan The Open Group Architecture Framework Architecture Development Method (TOGAF ADM). Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, memadukan observasi, wawancara semi-terstruktur dengan pustakawan ahli pertama, dan studi dokumen. Data dianalisis melalui lima tahap TOGAF ADM, yaitu Preliminary, Architecture Vision (anal isis Value Chain dan SWOT), Business Architecture (pemodelan BPMN untuk proses As-Is dan To-Be), Data and Information Architecture (identifikasi entitas dan Entity Relationship Diagram), serta Application and Technology Architecture (McFarlan Strategic Grid). Hasil: Temuan menunjukkan bahwa aplikasi INLISLite dan SRIKANDI berjalan tanpa integrasi, sebagian besar proses bisnis masih manual, dan infrastruktur teknologi memiliki kapasitas terbatas. Arsitektur usulan merekomendasikan integrasi aplikasi lintas fungsi, pengelolaan data terpusat yang bertumpu pada entitas Koleksi dan Petugas, pengembangan Dashboard Monitoring dan Mobile Library, serta penguatan infrastruktur server, jaringan, dan keamanan, yang disusun dalam roadmap implementasi lima tahun. Kesimpulan: TOGAF ADM menyediakan pedoman sistematis untuk menyelaraskan sistem informasi dengan strategi organisasi pada instansi yang mengemban dua fungsi layanan publik sekaligus, serta menawarkan model arsitektur yang dapat direplikasi bagi instansi pemerintah daerah serupa dalam mendukung tujuan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).