Rancang Bangun Sistem Gorden Otomatis Berbasis Arduino Uno Menggunakan Sensor Cahaya pada Rumah Adat Joglo
Keywords:
Rumah Adat Joglo, Arduino Uno, Sensor LDR, dan Gorden Otomatis.Abstract
Jarang sekali kita menemui sistem smart home atau teknologi otomasi dipasang pada rumah tradisional seperti Rumah Adat Joglo, karena inovasi ini umumnya menyasar bangunan modern. Padahal, arsitektur Joglo yang identik dengan pintu dan jendela besar berkonsep terbuka sangat membutuhkan kendali cahaya alami. Tanpa tata kelola yang baik, ruangan di dalam rumah akan mudah mengalami perubahan suhu dan gangguan visual akibat paparan matahari. Guna mengatasi persoalan ini, penelitian ini menggunakan metode yang terdiri atas empat tahap, yaitu analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, dan pengujian, untuk merancang sebuah purwarupa gorden otomatis bertenaga mikrokontroler Arduino Uno khusus untuk diaplikasikan pada jendela Rumah Joglo. Tahap analisis dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan fungsional perangkat; tahap perancangan meliputi penyusunan diagram blok dan pemilihan komponen; tahap implementasi mewujudkan rancangan menjadi purwarupa fisik; sedangkan tahap pengujian dilakukan untuk mengevaluasi kinerja sistem. Mekanisme penggerak pada rel gorden memanfaatkan integrasi antara sensor Light Dependent Resistor (LDR) penangkap cahaya, komponen driver L298N, serta motor DC gearbox. Kami menguji performa alat ini dengan merekam data Analog-to-Digital Converter (ADC) dari sensor LDR pada bermacam kondisi pencahayaan guna melihat reaksi motor. Dari pengujian tersebut, sistem terbukti bekerja optimal tanpa kegagalan (100%) menggunakan acuan batas ADC > 600 saat mendeteksi kondisi gelap agar gorden menutup, dan ADC < 300 sewaktu kondisi terang supaya gorden membuka. Waktu yang dibutuhkan sistem dari proses pembacaan sensor sampai motor berhenti berputar terhitung sangat cepat, dengan rata-rata durasi 2,4 detik dan kebutuhan daya listrik hanya 3,2 Watt. Melalui eksperimen ini, kami membuktikan bahwa digitalisasi perangkat dapat diterapkan pada bangunan bersejarah tanpa mengorbankan nilai estetika aslinya.