Analisis Portofolio Aplikasi Digital UMKM Konveksi Lokal Menggunakan McFarlan Strategic Grid untuk Peluang Integrasi Social Commerce

Authors

  • Muhamad Iqbal Ramadan Universitas Duta Bangsa Surakarta
  • Giska Izzatunnisa Universitas Duta Bangsa Surakarta
  • Selviana Eka Rahmadhani Universitas Duta Bangsa Surakarta
  • Muhammad Aziz Tsani Universitas Duta Bangsa Surakarta
  • Wijang Sriyadi Universitas Duta Bangsa Surakarta
  • Januar Dwi Putra Universitas Duta Bangsa Surakarta

Keywords:

UMKM konveksi, McFarlan Strategic Grid, social commerce, portofolio aplikasi digital, Ward and Peppard

Abstract

Artikel ini menganalisis posisi strategis beragam aplikasi digital yang dipakai oleh UMKM konveksi lokal melalui kerangka McFarlan Strategic Grid, sekaligus menelaah peluang integrasi social commerce yang muncul dari hasil pemetaan tersebut. Analisis dilakukan melalui studi literatur yang mencakup tema perencanaan strategis sistem informasi, digitalisasi UMKM, serta social commerce. Aplikasi yang umum dijumpai seperti aplikasi kasir, pengelola stok, WhatsApp Business, marketplace, media sosial katalog, hingga platform live shopping dipetakan ke empat kuadran berdasarkan dampak strategis dan dampak operasionalnya. Hasil menunjukkan bahwa marketplace dan WhatsApp Business menempati kuadran Strategic karena kontribusinya langsung pada transaksi dan loyalitas pelanggan, aplikasi kasir serta pencatatan keuangan menempati Key Operational, Instagram katalog dan TikTok konten berada di High Potential; sementara website portofolio dan aplikasi pendukung desain berada di Support. Pemetaan ini membuka peluang migrasi bertahap menuju social commerce terintegrasi melalui penguatan kapasitas High Potential dan konsolidasi aplikasi Strategic. Kontribusi artikel berupa model konseptual yang menjembatani kerangka Ward and Peppard dengan McFarlan Grid dalam konteks UMKM konveksi, sekaligus menyiratkan implikasi praktis bagi pemilik usaha dan penyusun kebijakan.

References

[1] . Pemetaan pada Tabel 2 dan Tabel 3 memperlihatkan satu pola penting: peluang integrasi social commerce muncul dari interaksi antar-kuadran, bukan dari satu kuadran saja. Kuadran Strategic memerlukan konsolidasi data dari Key Operational; kuadran High Potential memerlukan dukungan visual dari Support; sementara migrasi High Potential menuju Strategic hanya bisa terjadi jika Key Operational sudah stabil. Pola interaksi ini menunjukkan bahwa McFarlan Strategic Grid, meski merupakan kerangka klasik dari era 1980-an, tetap relevan untuk menganalisis ekosistem aplikasi digital UMKM konveksi modern asalkan dimaknai secara dinamis, kuadran adalah posisi strategis yang dapat bergeser, bukan kotak statis. Gap riset yang teridentifikasi adalah ketiadaan studi yang secara eksplisit mengaitkan pemetaan McFarlan Grid pada UMKM konveksi dengan strategi integrasi social commerce bertahap. Novelty artikel ini terletak pada usulan model konseptual yang menempatkan interaksi antar-kuadran sebagai sumber peluang integrasi, sekaligus menjembatani literatur information systems dengan literatur pemasaran digital yang selama ini berkembang terpisah. Kesimpulan Analisis menghasilkan model konseptual pemetaan aplikasi digital UMKM konveksi ke dalam empat kuadran McFarlan Strategic Grid di bawah kerangka metodologis Ward and Peppard. Marketplace dan WhatsApp Business menempati kuadran Strategic karena kontribusinya yang langsung pada transaksi dan loyalitas pelanggan. Aplikasi kasir, Microsoft Excel, dan aplikasi inventaris berada di Key Operational sebagai infrastruktur operasional harian yang wajib dijaga keandalannya. Instagram sebagai katalog visual dan TikTok Shop sebagai kanal live shopping menempati High Potential sebagai aplikasi dengan potensi strategis besar yang belum digarap maksimal. Sedangkan website portofolio berbasis WordPress dan aplikasi desain seperti Canva serta CorelDraw berada di Support sebagai pelengkap branding dan profesionalisme. Dengan pemetaan ini, tujuan penelitian untuk menghasilkan model konseptual pemetaan aplikasi digital UMKM konveksi telah tercapai secara tegas, dan telaah peluang integrasi social commerce yang muncul dari interaksi antarkuadran, yaitu konsolidasi Strategic, penguatan High Potential, stabilisasi Key Operational, serta pemanfaatan Support sebagai jembatan kredibilitas, telah terjawab sebagai kontribusi teoretis yang menjembatani literatur perencanaan strategis SI/TI dengan literatur pemasaran digital. Hasil ini sekaligus menegaskan bahwa kerangka klasik McFarlan Strategic Grid tetap relevan untuk menganalisis ekosistem aplikasi digital UMKM konveksi modern asalkan dimaknai secara dinamis sebagai posisi strategis yang dapat bergeser, bukan kotak statis. Implikasi praktis model ini bagi pelaku UMKM konveksi adalah pentingnya melakukan audit portofolio aplikasi secara berkala dengan empat pertanyaan kunci: aplikasi apa yang sedang dipakai, di kuadran mana posisinya, aplikasi mana yang berpotensi naik ke kuadran lebih tinggi, dan aplikasi mana yang sudah mendekati usia pakai. Bagi penyusun program pendampingan UMKM, hasil artikel ini menyiratkan perlunya merancang intervensi holistik yang sekaligus memperkuat seluruh kuadran, alih-alih pelatihan satu kanal yang terbukti tidak efektif. Bagi regulator, kebijakan digitalisasi UMKM konveksi perlu mempertimbangkan kerangka perencanaan strategis, bukan sekadar subsidi perangkat atau pelatihan teknis. Arah pengembangan riset selanjutnya mencakup tiga hal: pertama, pengujian empiris model pada UMKM konveksi tertentu melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif untuk memvalidasi apakah pemetaan yang diusulkan bertahan ketika dihadapkan pada data primer; kedua, perluasan telaah literatur ke sektor UMKM non-konveksi seperti kuliner, kerajinan, dan jasa untuk menguji transferabilitas model; ketiga, studi longitudinal yang melacak pergeseran posisi aplikasi pada McFarlan Grid dalam jangka dua hingga tiga tahun guna mengkonfirmasi tesis dinamika kuadran yang dikemukakan di artikel ini. Ucapan Terima Kasih Penulis menyampaikan terima kasih kepada Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Duta Bangsa Surakarta atas dukungan akademik selama penyusunan artikel ini. Apresiasi juga disampaikan kepada para penulis artikel-artikel sebagai bahan rujukan, karena karya-karya tersebut menjadi pijakan literatur utama dalam pembentukan model konseptual yang diusulkan. Referensi

[2] M. I. Farhans, M. N. Hidayatulloh, A. Leto, dan A. S. Bagus K.H, “Perencanaan Strategis SI/TI Menggunakan Metode Ward & Peppard dengan Penilaian Kesiapan TI pada UMKM Konveksi XYZ,” JTSI, vol. 7, no. 1, hlm. 47–58, Mei 2026, doi: 10.35957/jtsi.v7i1.14311.

[3] B. B. Nugraha, D. U. Khasanah, M. Rafif, R. A. N. Fadilah, dan R. Azizah, “Pendampingan Pemasaran Digital Pada UMKM Konveksi Aura Desa Kayenlor Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri,” vol. 1, no. 2, 2023.

[4] F. Nurzaman, S. Febriyanti, G. Hasanah, dan S. Alifiany, “Transformasi Pemasaran Digital Pada Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (UMKM) Konveksi Kaos Di Desa Mundusari,” JPM, vol. 1, no. 1, hlm. 30–37, Mei 2024, doi: 10.70283/jpm.v1i1.21.

[5] Y. Aulia, L. L. Jannah, R. M. Ridwan, dan A. R. Setyanto, “EKSPLORASI STRATEGI UMKM MENGHADAPI LONJAKAN TRANSAKSI E-COMMERCE DALAM MENDORONG PERTUMBUHAN USAHA,” vol. 3, no. 12, Desember 2025.

[6] M. A. Wahyudi, “Peningkatan Strategi Pemasaran Digital pada UMKM Konveksi Melalui Pelatihan Pemanfaatan Media Sosial dan Marketplace,” J. Posit. serv., vol. 3, no. 03, Mei 2025, doi: 10.58812/ejpcs.v3i03.

[7] F. Tiyana dan A. D. Manuputty, “PERENCANAAN STRATEGIS SISTEM INFORMASI DENGAN METODE WARD AND PEPPARD DALAM PENJUALAN HOME INDUSTRI,” vol. 01, no. 01.

[8] A. Noor Fadhillah, M. Dimas Zulfahmi, R. Pratama, M. Yusuf Rahmana, dan D. Iba Ricoida, “Perencanaan Strategis Sistem Informasi untuk Peningkatan Layanan Pelanggan pada UMKM Seblak Kania,” remik, vol. 9, no. 1, hlm. 326–334, Jan 2025, doi: 10.33395/remik.v9i1.14471.

[9] B. G. Theodore dan H. P. Chernovita, “Perencanaan Strategis Sistem Informasi Menggunakan Metodologi Ward and Peppard pada UMKM Travel di Kecamatan Marau”.

[10] Evelinda Marsya Asterina dan Anandita Norma Kusuma Maharani, “Perencanaan Strategis Sistem Informasi Menggunakan Metode Ward & Peppard: (Studi Kasus: CV Prima Puspasari),” Saturnus, vol. 4, no. 1, hlm. 46–54, Jan 2026, doi: 10.61132/saturnus.v4i1.1380.

[11] Elly dan Handoko, “Perencanaan Strategis SI UMKM Kalangan Millennial Terrarium pada Cacti Life dengan Ward and Peppard,” vol. 23, no. 2, OKTOBER 2022.

[12] T. O. Sari dan A. Suratman, “Implementasi Live Shopping Platform Social Commerce Tiktok pada UMKM Aromaterapi Natureline”.

[13] W. Ummah, M. N. Kasim, dan S. Sulaiman, “Optimalisasi Social Commerce Sebagai Strategi Pemasaran Produk Lokal UMKM Di Makassar (Studi Pada Khazanah Collection),” ijmst, vol. 4, no. 2, 2026.

[14] B. Irjanto, “Penerapan Strategi Social Commerce dan Pengaruhnya terhadap Perilaku Pembelian Online pada Umkm di Kota Yogyakarta”.

[15] M. Catio, T. Taryo, I. Y. Pristiawati, H. Ashshiddiqi, A. Fahroji, dan E. Amelia, “STRATEGI PEMASARAN DIGITAL EFEKTIF UNTUK MENIGKATKAN DAYA SAING UMKM KELURAHAN BOJONGSARI KOTA DEPOK JAWA BARAT,” vol. 1, no. 1, 2025.

[16] Awa, Pahludin, C. Z. N. Sya’diah, dan N. R. Fauziah, “Keberhasilan Usaha Berdasarkan Digital Marketing, Kreativitas, dan Inovasi pada UMKM Konveksi di Kabupaten Bogor,” INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research, vol. 4, no. 2.

[17] R. Sopandi, D. Ardiansyah, A. R. Mulyawan, dan H. Basri, “Peningkatan Kompetensi Digital UMKM Melalui Pelatihan Pembuatan Website Portofolio Berbasis WordPress di Kecamatan Karawang Barat,” vol. 4, no. 2, 2025.

[18] W. Ginting, A. Rikki, dan R. Damanik, “Transformasi Digital Pemasaran Produk Lokal melalui Integrasi Website dan Media Sosial,” vol. 01, 2025.

Downloads

Published

2026-07-25