Sistem Pendeteksi Kebakaran Otomatis di Rumah Tradisional Betang Suku Dayak

Authors

  • Kholiq Nur Cahyo Universitas Duta Bangsa Surakarta
  • Ivan Yosa Andriyanto Universitas Duta Bangsa Surakarta
  • Radja Zain Nuur rofiif Universitas Duta Bangsa Surakarta
  • Ezra Bagus Alvianto Universitas Duta Bangsa Surakarta
  • Rudi Susanto Universitas Duta Bangsa Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.47701/ft19mh31

Abstract

Perkembangan teknologi otomasi memberikan peluang untuk mengintegrasikan inovasi digital dengan pelestarian budaya lokal. Proyek ini mengusung konsep pengamanan rumah adat Betang milik suku Dayak melalui pengembangan sistem pendeteksi kebakaran otomatis berbasis mikrokontroler ESP Wemos D1 Mini. Sistem ini dilengkapi dengan sensor api inframerah IR Flame Sensor yang mampu mendeteksi keberadaan nyala api dan secara otomatis mengaktifkan buzzer dan LED sebagai peringatan. Tahapan pembuatan meliputi desain miniatur rumah Betang, perancangan sistem elektronik, pemrograman mikrokontroler, dan integrasi seluruh komponen ke dalam model fisik. Komponen yang digunakan meliputi sensor api, LED merah, buzzer, breadboard, dan kabel jumper, yang dikendalikan oleh ESP Wemos D1 Mini. Pengujian dilakukan dengan mendekatkan api ke sensor pada jarak 1 cm hingga 15 cm. Hasil menunjukkan bahwa sistem mendeteksi api secara optimal hingga jarak 10 cm, dengan respon yang cepat dan akurat. Keberhasilan deteksi menurun signifikan pada jarak di atas 11 cm. Dengan respons yang stabil dan kinerja yang konsisten, proyek ini tidak hanya berhasil menunjukkan fungsi dasar dari sistem deteksi kebakaran sederhana, tetapi juga menjadi media edukatif dalam mengenalkan konsep mikrokontroler dan Internet of Things, serta sebagai upaya pelestarian budaya melalui pendekatan teknologi aplikatif.

References

[1] Antara Kalbar, “Kebakaran rumah betang 20 pintu di perbatasan RI-Malaysia, 78 jiwa terdampak,” Antara News, Mar. 21, 2025. [Online]. Available:

https://kalbar.antaranews.com/berita/550929/kebakaran-rumah- betang-20-pintu-di-perbatasan-ri-malaysia-78-jiwa-terdampak

[2] Borneonews, “Rumah Betang di Kapuas Hulu terbakar hebat, belasan kepala keluarga kehilangan tempat tinggal,” Borneonews, Dec. 11, 2017. [Online]. Available: https://www.borneonews.co.id/berita/78459-rumah-betang-di- kapuas-hulu-terbakar-hebat

[3] D. R. Rokhayana, R. Susanto, and M. Muhtarom, “Sistem Pemantauan Kebakaran pada Kantor Kecamatan Jebres dengan Modul ESP32 Berbasis Internet of Things,” Smart Comp: Jurnalnya Orang Pintar Komputer, vol. 14, no. 2, pp. 336–344,

Apr. 2025. DOI: 10.30591/smartcomp.v14i2.7382

[4] Q. Qirom, U. Albab, and R. Wikaningtyas, “Peningkatan keterampilan pemrograman Arduino siswa melalui pelatihan simulator Wokwi,” Jurnal Masyarakat Mandiri (JMM), vol. 9, no. 1, Artikel 28534, 2025. DOI: 10.31764/jmm.v9i1.28534

[5] I. A. Ridlo, “Pedoman pembuatan flowchart,” OSF, 2017. [Online]. Available: https://osf.io/nxy52/download

[6] M. R. Wibowo, R. Setiawan, and H. Kurniawan, “Rancang Bangun Sistem Deteksi Kebakaran Otomatis Menggunakan Flame Sensor Berbasis Arduino,” Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Komputer dan Informatika (JITEKI), vol. 8, no. 1, pp. 12–18, 2022.

[7] S. H. Yusriadi, “Rumah Adat Betang: Makna, Fungsi, dan Filosofi dalam Budaya Dayak,” Jurnal Arsitektur Nusantara, vol. 5, no. 2,

pp. 77–84, 2020.

[8] Y. Maulana and D. P. Wulandari, “Sistem Peringatan Dini Kebakaran Menggunakan Sensor Api dan Mikrokontroler,” in Proc. SEMNASTEK, 2023, pp. 112–117.

[9] T. S. Firmansyah and M. D. Pratama, “Pengembangan Media Edukasi Mikrokontroler Berbasis IoT untuk Rumah Pintar,” Jurnal Teknologi dan Sistem Komputer, vol. 11, no. 3, pp. 210– 218, 2023.

[10] “S. S. Sharma and R. Singh, ‘An efficient fire detection and monitoring system using Arduino and flame sensor,’ International Journal of Engineering and Advanced Technology (IJEAT), vol. 9, no. 3, pp. 45–50, Feb. 2020. DOI: 10.35940/ijeat.C6950.029320”

Downloads

Published

2025-07-26