Sistem Lampu Otomatis Berbasis Sensor Jarak Arduino Dengan Kearifan Lokal Wayang
DOI:
https://doi.org/10.47701/6pja8n05Abstract
Rancangan ini bertujuan untuk merancang dan menerapkan sistem lampu otomatis berbasis sensor ultrasonik. Tujuan utamanya adalah untuk mengurangi interaksi manual dalam pengoperasian lampu sekaligus mengangkat nilai-nilai budaya lokal. Sistem ini bekerja dengan mendeteksi keberadaan objek melalui pantulan gelombang ultrasonik, yang kemudian mengaktifkan atau mematikan lampu secara otomatis melalui modul relay. Desain penempatan lampu dan sensor dibuat menggunakan bahan kardus sepatu yang dimodifikasi menyerupai mini teater. Hal ini bertujuan untuk melindungi komponen-komponen sistem sekaligus memberikan tampilan yang menarik secara visual. Dalam rancangan ini, kami melakukan pengamatan terhadap respons sensor terhadap objek pada berbagai jarak, mengevaluasi kestabilan kerja relay, serta menilai respons visual dari elemen budaya yang ditampilkan. Selain itu, dilakukan pula pengujian terhadap beberapa parameter teknis seperti tegangan, arus, dan resistansi pada komponen utama untuk menilai kinerja dan efisiensi sistem secara keseluruhan. Inovasi ini tidak hanya memberikan solusi praktis dalam otomatisasi sistem penerangan, tetapi juga menambahkan nilai estetika dan kontribusi terhadap pelestarian budaya lokal. Dengan demikian, sistem lampu otomatis ini dinilai efektif dan relevan dalam penerapan teknologi yang selaras dengan kearifan lokal.
References
[1] A. Kumar dan R. Patel, "A Review on IoT-Based Smart Home Systems," International Journal of Computer Applications, vol. 182, no. 5, pp. 1–5, 2021.
[2] N. Putra, D. Sari, dan A. H. Nugroho, "Implementasi Sensor Ultrasonic pada Sistem Keamanan Otomatis Berbasis Arduino Uno," Jurnal Teknologi dan Sistem Komputer (JTSiskom), vol. 9, no. 1, pp. 33–39, 2021.
[3] T. Anderson, K. Lee, dan J. Martinez, "Energy Efficiency in Automated Lighting Systems: A Comparative Study," IEEE Transactions on Industrial Electronics, vol. 70, no. 8, pp. 8234–8242, 2023.
[4] UNESCO, “Wayang Puppet Theatre,” Intangible Cultural Heritage, [Online]. Tersedia: https://ich.unesco.org/en/RL/wayang-puppet-theatre-00063. [Diakses: 3 Juli 2025].
[5] R. Hidayat, M. Santoso, dan P. Wibowo, "Teknologi Arduino untuk Pelestarian Budaya Lokal: Studi Kasus Implementasi Sistem Interaktif," Jurnal Informatika dan Teknologi, vol. 6, no. 4, pp. 156–168, 2023.
[6] L. Chen dan R. Park, "Optimization of Ultrasonic Sensor Networks for Indoor Positioning," Sensors, vol. 23, no. 12, p. 5478, 2023.
[7] M. Gunawan dan Y. Pratama, "Rancang Bangun Sistem Penerangan Otomatis Menggunakan Arduino Uno dan Sensor Jarak HC-SR04," Jurnal ELTIKA, vol. 7, no. 2, pp. 95–102, 2022.
[8] D. Mulyono, "Desain Miniatur Teater Wayang sebagai Media Pembelajaran Budaya Berbasis Teknologi," Jurnal Seni dan Budaya Nusantara, vol. 5, no. 1, pp. 43–50, 2022.
[9] A. Siregar dan B. Kurniawan, "Evaluasi Efisiensi Energi pada Sistem Otomatisasi Rumah Berbasis Arduino," Jurnal Energi dan Sistem Otomasi, vol. 4, no. 3, pp. 78–86, 2021.
[10] M. Rizki dan T. Hasan, "Analisis Kinerja Sensor HC-SR04 dalam Sistem Otomatisasi Pencahayaan," Jurnal Teknologi Elektro dan Komputer, vol. 8, no. 1, pp. 12–18, 2023.