Sistem Irigasi Otomatis Berbasis Ketinggian Air Dengan Pendekatan Budaya Subak Bali
DOI:
https://doi.org/10.47701/q4qppt17Keywords:
Subak Bali, Irigasi Otomatis, Sensor Ketinggian Air, Motor Servo, IoTAbstract
Subak merupakan sistem irigasi tradisional masyarakat Bali yang diwariskan secara turun-temurun dengan filosofi Tri Hita Karana, yang menekankan keharmonisan antara manusia, alam, dan spiritualitas. Namun, perkembangan zaman menuntut adanya efisiensi penggunaan air irigasi yang lebih modern tanpa menghilangkan nilai budaya. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun sistem irigasi otomatis berbasis sensor ketinggian air dengan pendekatan Subak Bali. Sistem menggunakan dua sensor ketinggian air untuk mendeteksi level air pada saluran irigasi, serta tiga servo motor untuk mengatur buka tutup pintu air pada konfigurasi tangki berbentuk huruf T. Metode yang diterapkan meliputi perancangan perangkat keras, pengembangan logika kontrol, dan pengujian fungsi secara langsung. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu membuka atau menutup pintu air secara otomatis sesuai dengan level air yang terdeteksi, sehingga mendukung efisiensi distribusi air dan membantu petani Subak dalam pengelolaan irigasi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi solusi modern yang selaras dengan pelestarian budaya Subak Bali.
References
[1] D. Setiadi dan M. N. A. Muhaemin, “Penerapan Internet of Things (IoT) pada Sistem Monitoring Irigasi (Smart Irigasi),” Jurnal Infotronik, vol. 3, no. 2, pp. 95–97, Dec. 2018.
[2] N. L. M. Pradnyawathi dan G. M. Adnyana, “Pengelolaan Air Irigasi Sistem Subak,” dwijenAGRO, vol. 3, no. 2, pp. 1–6, Jun. 2017.
[3] J. Kuswanto, R. D. Pratama, dan M. Syafrizal, “Rancangan Teknologi IoT Berbasis ESP32 dalam Mengoptimalkan Sistem Irigasi Cerdas di Perkebunan Salak Pondoh,” Smart Comp: Jurnalnya Orang Pintar Komputer, vol. 14, no. 1, pp. 230–243, Jan. 2025.
[4] I. M. M. Supriawan, I. W. Tika, dan I. M. A. S. Wijaya, “Penerapan Koefisien Pemias Untuk Redesain Bangunan Tembuku Pengalapan pada Jaringan Irigasi Subak (Studi Kasus di Kabupaten Tabanan Provinsi Bali),” Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian), vol. 6, no. 1, pp. 41–45, Mar. 2018.
[5] N. L. P. E. Mertaningrum, W. Windia, dan R. K. Dewi, “Pengembangan Agrowisata Berlandaskan Konsep Tri Hita Karana di Subak Uma Lambing, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung,” Jurnal Manajemen Agribisnis, vol. 7, no. 1, pp. 57–63, Mei 2019.
[6] R. Jalaludin dan D. Laksmiati, “Perancangan Sistem Kendali Irigasi Otomatis dan Pengusir Hama Burung Dengan Menggunakan Sensor PIR,” Jurnal Ilmiah TELSINAS, vol. 6, no. 2, pp. 122–124, Sep. 2023.
[7] I. P. L. Dharma, S. Tansa, dan I. Z. Nasibu, “Perancangan Alat Pengendali Pintu Air Sawah Otomatis dengan SIM800l Berbasis Mikrokontroler Arduino Uno,” Jurnal Teknik, vol. 17, no. 1, pp. 40–44, Jun. 2019.
[8] [8] Supriyanto dan E. S. Wibawa, “Sistem Monitoring dan Kontroling Irigasi Sawah Menggunakan Microcontroller Wemos D1 Berbasis Internet of Things,” Jurnal Ilmiah Elektronika dan Komputer, vol. 13, no. 2, pp. 87–93, Des. 2020.
[9] W. Wahyudi, A. I. Pradana, dan H. Permatasari, “Implementasi Sistem Irigasi Otomatis Berbasis IoT untuk Pertanian Greenhouse,” Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia, vol. 5, no. 2, pp. 435–446, Feb. 2025, doi:10.52436/1.jpti.656.
[10] [10] R. Pramudya dan D. Laksmiati, “Perancangan Sistem Kendali Irigasi Saluran Sekunder dan Otomatisasi Pengumpulan Sampah pada Aliran Air Sawah Menggunakan ESP32,” Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, vol. 11, no. 1, pp. 153–161, 2023.
[11] D. Das, "How Water Level Sensor Works and how to Interface it with Arduino?", Circuit Digest, Jun. 17, 2024. [Online]. Available: https://circuitdigest.com/microcontroller-projects/interfacing-water-level-sensor-with-arduino