Rancang Bangun Sistem Kendali Suhu Kelembapan Pada Pabrik Tempe Botho Berbasis Internet Of Things
DOI:
https://doi.org/10.47701/p6cyje57Keywords:
Fermentasi tempe, ESP 32, DHT 22, Blnyk, TelegramAbstract
Pengendalian suhu pada pabrik tempe Botho merupakan hal yang sangat penting untuk proses fermentasi kedelai hingga menjadi tempe matang sekitar satu hari 25 jam. Untuk menjaga suhu dan kelembaban stabil meskipun suhu sering berubah, maka dibutuhkan alat pengatur suhu ruangan yang bisa diatur dengan beberapa setpoint tertentu. Alat ini dirancang menggunakan ESP 32 dan sensor DHT2, dengan cara kerja akan menyalakan kipas dengan otomatis jika suhu melebihi batas dari setpoint yang ditentukan, dan akan mati kembali jika suhu dibawah batas setpoint. Untuk hasil akan menampilkan suhu kelembapan pada aplikasi BLYNK, ketika suhu ruang melebihi batas maka akan mengirim notifikasi pada aplikasi telegram. Penelitian ini bertujuan untuk merancang alat ukur suhu kelembapan ruangan gudang tempe di pabrik tempe Botho dengan menggunakan modul ESP32 dan Sensor DHT 22. Metodologi yang digunakan penelitian ini adalah Waterfall, yang terdiri dari beberapa tahapan yaitu: Perancangan sistem, pembuatan alat, pengujian, dan analisis hasil. Pada tahap perancangan sistem dibuat sistem monitoring suhu dan kelembaban menggunakan ESP 32 dan sensor DHT 22. setelah alat selesai dilanjutkan dengan pengujian untuk memastikan berfungsi dengan baik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kipas akan menyala secara otomatis ketika suhu melebihi setpoint 33°C, dan akan mati kembali ketika suhu 30°C. Data suhu dan kelembaban akan ditampilkkan secara real-time melalui BLYNK dan jika suhu melebihi batas sistem akan mengirimkan notifikasi peringatan melalui platform Telegram.
References
[1] Y. I. Nakhoda, A. Soetedjo, and P. O. S, “Rancang Bangun Alat Proses Fermentasi Kedelai Menggunakan Kendali Suhu dan Kelembapan untuk Produksi Tempe Skala Kecil,” J. Apl. Sains Teknol. Nas., vol. 01, no. 01, pp. 14–18, 2020.
[2] R. P. Yunas and A. B. Pulungan, “Sistem Kendali Suhu dan Kelembaban pada Proses Fermentasi Tempe,” JTEV (Jurnal Tek. Elektro dan Vokasional), vol. 6, no. 1, p. 103, 2020, doi: 10.24036/jtev.v6i1.106943.
[3] M. Hidayah, E. Prihartono, and B. Santoso, “Automatic Room Temperature Regulator for Making Tempe Based on Arduino with Fuzzy Logic Method,” Inf. J. Ilm. Bid. Teknol. Inf. dan Komun., vol. 5, no. 1, pp. 39–44, 2020, doi: 10.25139/inform.v5i1.1053.
[4] A. F. Nuroctavia, A. Murtono, and B. Priyadi, “Sistem Kendali Suhu Dan Kelembapan Pada Proses Fermentasi Tempe Dengan Metode Pid,” J. Elektron. dan Otomasi Ind., vol. 8, no. 3, p. 261, 2021, doi: 10.33795/elk.v8i3.304.
[5] B. Darmawan, W. Pradiyanto, I. Made Budi Suksmadana, and S. CH, “Rancang Bangun Alat Pengendali Suhu Pada Fermentasi Tempe,” Pros. SAINTEK LPPM Univ. Mataram, vol. 4, no. November 2021, pp. 23–24, 2022.
[6] N. Riski Sinta Sari and A. Widiyanto, “Temperature and Humidity Control System for Tempe Gembus Fermentation Process Based on Internet of Things,” Multidiscip. Res., vol. 1, no. 1, pp. 39–45, 2021, doi: 10.1021/cen-v086n012.p034.