Dinding Adaptif Berbasis Arduino untuk Modernisasi dan Efisiensi Ruang pada Miniatur Pendopo

Authors

  • Afif Abdilah Majid Syam Universitas Duta Bangsa Surakarta
  • Reno Prakoso Universitas Duta Bangsa Surakarta
  • Rudi Susanto Universitas Duta Bangsa Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.47701/m3bapw46

Keywords:

Arduino uno, Rumah Joglo, Dinding Adaptif, Otomasi, Arsitektur Tradisional, IoT

Abstract

Perkembangan teknologi otomasi dalam bidang smart home membuka peluang untuk menggabungkan inovasi teknologi dengan pelestarian budaya lokal. Rumah Joglo merupakan salah satu bentuk arsitektur tradisional Indonesia yang memiliki keunikan pada bagian pendopo, yaitu area terbuka tanpa dinding di bagian depan. Desain ini memberikan ventilasi alami yang sangat baik dan mencerminkan nilai-nilai budaya seperti keterbukaan dan gotong royong. Namun, struktur terbuka ini kurang optimal jika menghadapi cuaca seperti hujan deras dan angin kencang dan jika akan digunakan untuk kegiatan melakukan kegiatan-kegiatan seperti rapat yang butuh ruang tertutup. penelitian ini mengembangkan sistem dinding adaptif berbasis mikrokontroler Arduino Uno. Sistem ini memungkinkan dinding pada pendopo rumah untuk bergerak secara otomatis atau manual, sesuai kebutuhan dan perlindungan terhadap cuaca. Komponen yang digunakan dalam sistem meliputi servo motor SG90 9g, Push button sebagai input manual dan Raindrops module. Sistem dirancang agar dapat membuka dan menutup dinding dengan responsif, menjaga kenyamanan penghuni tanpa mengorbankan nilai estetika dan filosofi bangunan tradisional. Inovasi ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi sederhana dapat meningkatkan fungsionalitas rumah tradisional tanpa menghilangkan identitas budayanya.

Author Biography

  • Rudi Susanto, Universitas Duta Bangsa Surakarta

     

     

References

[1] Ronald, A. (2005). Nilai-nilai Arsitektur Rumah Tradisional Jawa. Gadjah Mada University Press, hlm. 23-35.

[2] Subiyantoro, S. (2022). "Reconstructing the Understanding of the Symbolic Meaning Behind the Architecture of Javanese Traditional House." Civil Engineering and Architecture, 2022.

[3] N. C. Idham, “Javanese vernacular architecture and environmental synchronization based on the regional diversity of Joglo and Limasan,” Frontiers of Architectural Research, vol. 7, no. 3, pp. 317–333, Sep. 2018, doi: 10.1016/j.foar.2018.06.003.

[4] Aldrian, E. & Dwi Susanto, R. (2003). "Identification of three dominant rainfall regions within Indonesia and their relationship to sea surface temperature." International Journal of Climatology, 23(12), 1435-1452.

[5] Tri Harso Karyono. (2016). Arsitektur Tropis: Bentuk, Teknologi, dan Kenyamanan. Erlangga, hlm. 78-85.

[6] Asry, L. W. (2020). Hubungan ilmu pengetahuan dan teknologi. Biram Samtani Sains, 4(1), 1-12.

[7] Triwardani, R., & Rochayanti, C. (2014). Implementasi kebijakan desa budaya dalam upaya pelestarian budaya lokal. Reformasi, 4(2).

[8] Sugiyono. (2017). Metode Penelitian dan Pengembangan (Research and Development/R&D). Alfabeta, hlm. 28-35.

[9] M. Muqoffa, A. Wibowo, R. P. Adhi, and H. Basuki, “Exploring natural ventilation strategies in Javanese vernacular houses for sustainable design,” International Journal of Architectural Heritage, vol. 18, no. 1, pp. 34–49, 2024.

[10] J. Gubbi, R. Buyya, S. Marusic, and M. Palaniswami, “Internet of Things (IoT): A vision, architectural elements, and future directions,” Future Generation Computer Systems, vol. 29, no. 7, pp. 1645–1660, Sep. 2013.

[11] J. Blum, Exploring Arduino: Tools and Techniques for Engineering Wizardry, 2nd ed. Indianapolis, IN, USA: Wiley, 2019.

[12] G. Xian, D. Novianto, I. Defiana, Investigate Sustainability Aspect in Spatial Configurations of Javanese Vernacular Architecture: Case Study of Joglo House

Downloads

Published

2025-07-26