Tingkat Pendapatan dan Kelayakan Usahatani Tebu di Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta
DOI:
https://doi.org/10.47701/sintech.v1i01.856Keywords:
Tebu, Pendapatan, R/C, RasioAbstract
Tebu merupakan komoditi subsektor perkebuna yang menjadi sektor primer penyokong perekonomian di Indonesia. Masyarakat mengenal tanaman tebu (saccharum officinarum L.) sebagai tanaman yang menghasilkan bahan pangan pokok berupa gula. Daerah yang menghasilkan tebu di Indonesia dibagi menjadi Pulau Jawa, dan Pulau Luar Jawa. Salah satu daerah yang ada di Jawa yaitu Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Tingkat Pendapatan Usahatani Tebu 2) Kelayakan Usahatani Tebu di Kabupaten Bantul DIY. Penelitian menggunakan metode deskriptif analitik. Sampel diambil dengan cara simple random samping sebanyak 30 responden. Analisis yang digunakan menggunakan analisis pendapatan, analisis R/C rasio. Dari Hasil penelitian pendapatan usahatani tebu di Kabuptaen Bantul sebesar Rp 12.707.292 dengan nilai R/C rasio bernilai 1,28 yang berarti bahwa usahatani tebu layak diusahakan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2020 Journal Science Innovation and Technology (SINTECH)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





