KONSENTRASI DAN INTERVAL PEMBERIAN FERMENTASI AIR CUCIAN BERAS PADA BUDIDAYA TANAMAN PARE (Momordica charantia L.)
DOI:
https://doi.org/10.47701/sintech.v2i2.1886Keywords:
tanaman pare, air cucian beras, konsentrasi, intervalAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan interval pemberian fermentasi air cucian beras terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pare (Momordica charantia L.). Penelitian ini menggunakan metode faktorial dengan pola dasar Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2 faktor perlakuan dan 3 blok sebagai ulangan. Faktor pertama adalah pemberian konsentrasi fermentasi air cucian beras yang terdiri atas 3 taraf (K1 : 0,10 l/l air, K2 : 0,20 l/l air, K3 : 0,30 l/l air). Faktor kedua yaitu interval pemberian air cucian beras yang terdiri atas 3 macam perlakuan (T1 : interval 3 hari sekali, T2 : interval 6 hari sekali, T3 : interval 9 hari sekali). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian konsentrasi pupuk fermentasi air cucian beras berpengaruh sangat nyata terhadap berat buah, panjang buah, berat brangkasan basah, berat brangkasan kering dan tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah buah dan diameter buah, dengan hasil terbaik pada perlakuan konsentrasi 0,30 l/l air (K3). Perlakuan interval waktu pemupukan berpengaruh nyata terhadap parameter yang sama dengan hasil terbaik pada perlakuan interval 3 hari sekali (T1). Interaksi antara konsentrasi dan interval pemupukan dengan fermentasi air cucian beras berpengaruh nyata hanya terhadap berat brangkasan basah
References
Anonim., 2019, Budidaya Tanaman Pare (Momordica charantia L.). Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, akses online 31 oktober 2019, http://cybex.pertanian.go.id/artikel/75873/budidaya-tanaman-pare momordica-charantia-l-/.
Bahar, A., E., 2016. Pengaruh Pemberian Limbah Air Cucian Beras Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kangkung Darat (Ipomoea reptans L.). Artikel Ilmiah, Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Pasir Pangaraian, Riau.
Gardner, F., P., R.,B., Pearce dan R., L., Mitchell., 2008, Fisiologi Tanaman Budidaya. Terjemahan, UI. Press, Jakarta.
Herniwati, dan P., Tandisau., 2018, Prinsip Dasar Pengembangan Pertanian Organik., BPTP Balitbangtan, Sulawesi Selatan.
Kirana, R., Kusmana, R. Gaswanto dan I.M. Hidayat. 2015. Budidaya dan Produksi Benih Paria. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, akses online 30 oktober 2019, http://hortikultura.litbang.pertanian. go.id/teknologi-detail-33.html
Novi, R., 2015, Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Pare (Momordica charantia L.) yang Diberi Air Cucian Beras pada Berbagai Konsentrasi. Jurnal BioConcetta 1 (2).
Peraturan Menteri Pertanian, 2011, Undang-Undang No. 70 Tahun 2011 Yang Mengatur Tentang Pupuk Organik, Pupuk Hayati dan Pembenah Tanah.
Rajak, O., J.,R. Patty, dan J., I., Nendissa, 2016, Pengaruh Dosis dan Interval Waktu Pemberian Pupuk Organik Cair BMW Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sawi (Brassica juncea L.), Jurnal Budidaya Pertanian 12 (2) : 66 – 73.
Septirosya, T., R., H., Putri, dan T., Aulawi, 2019, Aplikasi Pupuk Organik Cair Lamtoro pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat, Jurnal Agroscript 1 (1) : 1 – 8.
Tati, S., S., Subahar., dan Tim Lentera., 2004, Khasiat dan Manfaat Pare: Si Pahit Pembasmi Penyakit, AgroMedia Pustaka, Jakarta.
Triadiawarman, D., dan Rudi, 2019, Pengaruh Dosis dan Interval Waktu Pemberian Pupuk Organik Cair Daun Gamal Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi (Brassica juncea L.). Jurnal Pertanian Terpadu (7) 2 : 166-172.
Wulandari, C., G., M., S., Muhartini, dan S., Trisnowati, 2012, Pengaruh Air Cucian Beras Merah dan Beras Putih Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Selada (Lactuca sativa L.). Jurnal Vegelatika 1 (2).
Zulkarnain, 2010, Dasar-dasar Holtikultura, Bumi Aksara, Jakarta






