Pelatihan Praktis Antropometri di Andong, Boyolali: Upaya Pemantauan Tumbuh Kembang Balita

Authors

  • Puguh Ika Listyorini Duta Bangsa University
  • Havidz Triantoro Aji Pratomo Politeknik Kesehatan Kemenkes Surakarta
  • Armein Sjuhary Rowi Stikes Wijaya Husada Bogor

DOI:

https://doi.org/10.47701/a500m185

Keywords:

kader Posyandu, antropometri, pelatihan, tumbuh kembang, stunting, boyolali

Abstract

Masalah stunting dan gangguan tumbuh kembang balita masih menjadi tantangan serius di Indonesia, termasuk di Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali. Posyandu sebagai layanan kesehatan tingkat dasar memiliki peran penting dalam pemantauan pertumbuhan balita, namun keterbatasan keterampilan kader dalam melakukan pengukuran antropometri sering kali menjadi hambatan dalam deteksi dini masalah gizi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader Posyandu melalui pelatihan praktis antropometri dan penerapan teknologi tepat guna yang aplikatif. Kegiatan dilakukan dalam lima tahapan utama: persiapan, pelaksanaan pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan kader di lapangan, dan evaluasi akhir. Pelatihan diikuti oleh 30 kader dari beberapa desa di Kecamatan Andong, dengan pendekatan partisipatif dan praktik langsung. Materi pelatihan mencakup penggunaan alat antropometri standar WHO, teknik pengukuran yang benar, interpretasi grafik pertumbuhan, serta pencatatan hasil. Teknologi yang digunakan meliputi template Excel interaktif dan aplikasi Android offline untuk memudahkan kader dalam menilai status gizi balita. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan kader, yang ditunjukkan melalui skor post-test, observasi praktik, dan umpan balik peserta. Modul pelatihan yang disusun juga mendapat respon positif dan digunakan sebagai panduan belajar mandiri. Kegiatan ini berhasil membangun kapasitas kader Posyandu dalam pemantauan tumbuh kembang balita secara lebih akurat, dan diharapkan menjadi model replikasi pelatihan di wilayah lain

Downloads

Download data is not yet available.

References

Azizan, F. N., Rahayu, L. S., & Aini, R. N. (2023). Pengaruh Pelatihan Kader terhadap Peningkatan Keterampilan Pengukuran Tinggi Badan dan Penilaian Status Stunting pada Balita di Desa Kadubale, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang Tahun 2022. Jurnal Ilmu Gizi Dan Dietetik, 2(1), 53–58. https://doi.org/10.25182/jigd.2023.2.1.53-58

Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI. (2023). Prevalensi Stunting di Indonesia Turun ke 21,6% dari 24,4%. Redaksi Sehat Negeriku. https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20230125/3142280/prevalensi-stunting-di-indonesia-turun-ke-216-dari-244/

Diskominfo Kabupaten Boyolali. (2024). Boyolali Optimis Bisa Tekan Angka Penurunan Stunting di Penghujung 2024. Website Resmi Kabupaten Boyolali. https://boyolali.go.id/news/boyolali-optimis-bisa-tekan-angka-penurunan-stunting-di-penghujung-2024#:~:text=Dari data e-Pencatatan dan,pendekatan internal keluarga%2C” katanya.

Kirana, S. Z., & Gani, A. (2023). Peran Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dalam Meningkatkan Kesehatan Ibu Hamil di Indonesia. Jurnal Cahaya Mandalika, 4(2), 553–560. http://ojs.cahayamandalika.com/index.php/JCM/article/view/1518

Naomi, I., & Budiono, I. (2022). Pengaruh Pemberian Pelatihan Antropometri terhadap Pengetahuan Kader Posyandu. Indonesian Journal of Public Health and Nutrition, 2(2), 171–177. https://doi.org/10.15294/ijphn.v2i2.51758

Potabuga, I. N. U. S., & Rohayu, S. B. (2025). Pengaruh Antropometri KIT menggunakan Stunting Early Ditection Spinner (SEDPIN) Terhadap STatus Pertumbuhan Pada Anak. Malahayati Nursing Journal, 7(2), 733–746.

Pulungan, A. B. (2020). Auxology, Kurva Pertumbuhan, Antropometri dan Pemantauan Pertumbuhan. Sari Pediatri, 22(2), 123–130. https://saripediatri.org/index.php/sari-pediatri/article/download/1835/pdf_1

Rasyidah, Hasanah, L., Wardhita, Y., & Bherty, C. P. (2023). Pengaruh Pelatihan Kader terhadap Peningkatan Keterampilah Pengukuran Tinggi Badan dan Penilaian Ststus Stunting pada Balita. Indonesian Academia Health Sciences Journal, 2(2), 1–7.

Ratumanan, S. P., Achadiyani, & Khairani, A. F. (2023). Metode Antropometri Untuk Menilai Status Gizi : Sebuah Studi Literatur. Health Information Jurnal Penelitian, 15, 1–10. https://myjurnal.poltekkes-kdi.ac.id/index.php/hijp

Saepuddin, E., Rizal, E., & Rusmana, A. (2018). Posyandu Roles as Mothers and Child Health Information Center. Record and Library Journal, 3(2), 201. https://doi.org/10.20473/rlj.v3-i2.2017.201-208

Sumardilah, D. S., Indriyani, R., & Mulyani, R. (2025). Hubungan Keterampilan Kader Posyandu Dengan Ketepatan Menentukan Balita Stunting. Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif, 9(2), 16–29. https://doi.org/10.56437/jikp.v9i2

Suyatno, S., Kartasurya, M. I., Susanto, H. S., Fatimah, S., & Nugraheni, S. A. (2024). Tiered Training Model to Improve the Skills of Posyandu Cadres in Measuring Child Anthropometry in Demak Regency, Indonesia. Amerta Nutrition, 8(1 Special Issue), 9–18. https://doi.org/10.20473/amnt.v8i1SP.2024.9-18

Downloads

Published

2025-01-31

How to Cite

Pelatihan Praktis Antropometri di Andong, Boyolali: Upaya Pemantauan Tumbuh Kembang Balita. (2025). Duta Abdimas, 4(1), 1-11. https://doi.org/10.47701/a500m185