Edukasi DAGUSIBU dan Beyond Use Date Obat di Posyandu Musuk, Boyolali Untuk Meningkatkan Kemandirian Kesehatan

Authors

  • Umi Nafisah Umi Politeknik Indonusa Surakarta
  • Aptika Oktaviana Trisna Dewi Program Studi Farmasi, Politeknik Indonusa Surakarta
  • Seftiani Cahyaningsih Program Studi Farmasi, Politeknik Indonusa Surakarta
  • Ayu Afriliya Program Studi Farmasi, Politeknik Indonusa Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.47701/abdimas.v3i1.3714

Keywords:

BUD, DAGUSIBU, obat, penyuluhan, posyandu

Abstract

Obat menjadi salah satu bagian penting yang tidak terpisahkan dalam pelayanan kesehatan. Penyebab masalah kesehatan yang seringkali terjadi, salah satunya adalah penggunaan obat yang tidak rasional, sehingga mengakibatkan terapi menjadi kurang efektif dan tidak efisien. Gerakan keluarga sadar obat (GKSO) merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, serta meningkatkan kecerdasan masyarakat dalam berperilaku sehat, khususnya yang berkaitan dengan obat. Bentuk program edukasi yang terkait dengan obat diantaranya adalah DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) dan BUD (Beyond Use Date). Program DAGUSIBU dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam menggunakan serta mengelola obat, sedangkan BUD merupakan batas waktu penggunaan suatu produk obat setelah diracik atau disiapkan atau setelah kemasan primernya dibuka/dirusak. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang DAGUSIBU dan BUD. Metode yang digunakan dalam kegiatan penyuluhan dilakukan dengan penyampaian materi dalam bentuk power point, video, membagikan leaflet, diikuti dengan sesi diskusi dan tanya jawab dengan peserta, serta dilakukan pretest dan post-test untuk menilai pengetahuan dan pemahaman peserta terkait DAGUSIBU dan BUD. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dihadiri oleh 28 peserta yang terdiri dari lansia, ibu posyandu balita dan kader posyandu di Desa Musuk, Kabupaten Boyolali. Setelah diberikan edukasi tentang DAGUSIBU dan BUD tingkat pengetahuan masyarakat mengalami peningkatan, terlihat dari hasil post test yang mengalami peningkatan dibandingkan dengan hasil pretest.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan POM. (2015). Peduli Obat dan Pangan Aman. Gerakan Nasional Peduli Obat Dan Pangan Aman, 7–8, 20.

BPOM RI. (2021). Peraturan BPOM No 24 Tahun 2021 tentang Pengawasan Pengelolaan Obat dan Bahan Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekusor Farmasi di Fasilitas Pelayanan Kefarmasian. Bpom Ri, 11(88), 1–16.

Cokro, F., Arrang, S. T., Solang, J. A. N., & Sekarsari, P. (2021). The Beyond-Use Date Perception of Drugs in North Jakarta, Indonesia. Indonesian Journal of Clinical Pharmacy, 10(3), 172–179. https://doi.org/10.15416/ijcp.2021.10.3.172

Esti Ambar Widyaningrum, Moza Fellya Fadrian, W. A. (2023). Pengaruh Pelayanan Informasi Swamedikasi Online Berbasis Whatsapp Bot terhadap Pengetahuan Masyarakat. 8(3), 235–249.

Henny Kasmawati, La Ode Muhammad Fitrawan, Rahmat Muliadi, Sunandar Ihsan, Halik, Firawati, Nur Kharisma Amin, Nurfausiah, Rimala Sanipurnama Kindkasman, Siti Ruhima, Tri Handayani, Wanda Hamidah, & Nur Filzanah. (2023). Sosialisasi Dagusibu “Mari Budayakan Sadar Obat†Kepada Masyarakat Desa Leppe Kec. Soropia Kab. Konawe. Mosiraha: Jurnal Pengabdian Farmasi, 1(1), 6–11. https://doi.org/10.33772/mosiraha.v1i1.6

Herawati, F., & Surabaya, U. (2016). Beyond Use Date (BUD). December, 16–24.

IAI. (2014). PP IAI 2014 PEDOMAN PELAKSANAAN GERAKAN KELUARGA SADAR OBAT PENGURUS PUSAT IKATAN APOTEKER INDONESIA - PDF Download Gratis.

Kemenkes. (2020). Pedoman Pelaksanaan Program Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat. In Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan RI. Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan RI.

Nurbaety, B., Rahmawati, C., Lenysia, B., Anjani, P., & Ikraman, S. I. (2022). Pengaruh Pelayanan Informasi Obat Pengetahuan Beyond Use Date Obat Terhadap Tingkat. Jurnal Ilmu Kefarmasian, 3(2), 312–317.

Nurbaety, B., Rahmawati, C., Rahmawati, C., Anjani, B. L. P., Anjani, B. L. P., Hati, M. P., Hati, M. P., Furqani, N., Furqani, N., Wahid, A. R., Wahid, A. R., Fitriana, Y., Fitriana, Y., Ittiqo, D. H., Ittiqo, D. H., Akbar, S. I. I., & Akbar, S. I. I. (2022). Edukasi Tentang Beyond Use Date Obat Kepada Ismakes Kota Mataram. SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 6(3), 1239. https://doi.org/10.31764/jpmb.v6i3.9679

Pratiwi, G., Ramadhiani, A. R., Arina, Y., Alta, U., Tari, M., Indriani, O., Nugraha, G., & Suprayetno. (2023). Penyuluhan Tentang Beyond Use Date (BUD) Pada Obat-Obatan. Jurnal Pengabdian, 2(1), 25–28.

Ranti, Y. P., Mongi, J., Sambou, C., & Karauwan, F. (2021). Evaluasi Sistem Penyimpanan Obat Berdasarkan Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek M Manado. Biofarmasetikal Tropis, 4(1), 80–87. https://doi.org/10.55724/j.biofar.trop.v4i1.312

Restiyono, A. (2016). Analisis Faktor yang Berpengaruh dalam Swamedikasi Antibiotik pada Ibu Rumah Tangga di Kelurahan Kajen Kebupaten Pekalongan. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 11(1), 14. https://doi.org/10.14710/jpki.11.1.14-27

Downloads

Published

2024-01-29

How to Cite

Edukasi DAGUSIBU dan Beyond Use Date Obat di Posyandu Musuk, Boyolali Untuk Meningkatkan Kemandirian Kesehatan. (2024). Duta Abdimas, 3(1), 32-38. https://doi.org/10.47701/abdimas.v3i1.3714