ANALISIS PERBANDINGAN KANDUNGAN FITOKIMIA EKSTRAK DAUN NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lam.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI PELARUT
DOI:
https://doi.org/10.47701/amxykb79Keywords:
Daun nangka (Artocarpus heterophyllus Lam.),, Skrining fitokimia, Uji KLT, Variasi konsentrasi pelarutAbstract
Skrining fitokimia merupakan tahap yang memberikan gambaran mengenai kandungan senyawa tertentu dari ekstrak yang akan diteliti. Skrining fitokimia dapat dilakukan secara kualitatif maupun kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan kandungan metabolit sekunder dalam ekstrak daun nangka (Artocarpus heterophyllus Lam) menggunakan konsentrasi pelarut yang berbeda. Metode penelitian ini adalah eksperimental. Ekstraksi dengan metode maserasi pada daun nangka menggunakan variasi konsentrasi etanol 50%, 70%, dan 96%. Ekstrak kemudian dilakukan standarisasi dilanjutkan skrining fitokimia secara kualitatif dengan pereaksi tetes dan kromatografi lapis tipis (KLT). Hasil karakterisasi serbuk simplisia daun nangka dengan nilai susut pengeringan sebesar 7,6%, kadar air sebesar 8,14%, kadar abu total sebesar 5,1%. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol 70% memiliki nilai rendemen ekstrak paling besar yaitu 26,47%, dibandingkan etanol 50% dan 96% yaitu 22,71% dan 24,07%. Hasil karakterisasi ekstrak diperoleh susut pengeringan pada etanol 50, 70 dan 96% secara berturut-turut sebesar 5,8%; 4,6%; 5,3%. Nilai kadar air diperoleh pada etanol 50, 70 dan 96% berturut-turut sebesar 5,6%; 3,33%; 3,78%. Nilai kadar abu total diperoleh pada etanol 50, 70, dan 96% berturut-turut 8%; 8,3%; dan 8,3%. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol 50%, 70%, dan 96% daun nangka mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, steroid, fenol.
References
Afifah, N., Riyanta, A.B. and Amananti, W. (2023) ‘Pengaruh Waktu Maserasi Terhadap Hasil Skrining Fitokimia Pada Ekstrak Daun Mangga Harum Manis (Mangifera indica L .)’, Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya, 5(1), pp. 54–61.
Agasta, N.S., Aisiyah, S. and Rahayu, M.P. (2022) ‘Pengaruh Konsentrasi Asam Stearat Terhadap Mutu Fisik Losion Ekstrak Daun Nangka (Arthocarpus heterophyllus) Sebagai Antioksidan’, Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy), 11(1), pp. 13–20. Available at: https://doi.org/10.37013/jf.v11i1.173.
Departemen Kesehatan RI (2017) Farmakope Herbal Indonesia Edisi II. Edisi Kedu. Jakarta.
Elma, C., Handayani, K. and Azzahra, F. (2024) ‘Penetapan Rendemen dan Kandungan Kimia Ekstrak Daun Pepaya ( Carica papaya L .) Berdasarkan Perbedaan Konsentrasi Pelarut’, 20(4), pp. 447–453.
Hanani, E. (2015) Analisis Fitokimia. Edisi pert. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Kusumawati, V.H. (2023) ‘Uji Antioksidan Ekstrak Dan Formulasi Sediaan Krim Tabir Surya Kulit Delima Putih (Punica Granatum L.) Dengan Metode DPPH Dan Penentuan Nilai SPF’, Jurnal Medika Nusantara, 1(4), pp. 228–246.
Lovena, T.N., Aminah and Turnip, N.U.M.B. (2021) ‘Seminar Tentang Pelembab Kulit Wajah Dari Ekstrak Daun Nangka ( Artocarpus Heteropyllus Lam.)’, Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), pp. 101–105. Available at: https://doi.org/10.35451/jpk.v1i1.740.
Lupitasari, H. and Azzahra, F. (2025) ‘Perbandingan Konsentrasi Pelarut Terhadap Rendemen Dan Hasil Skrining Fitokimia Ekstrak Daun Kersen (Mutingia calabura)’, 10(1), pp. 35–43.
Maskura, N., Hakim, A.R. and Rizali, M. (2023) ‘Penetapan Kadar Flavonoid Total Ekstrak Daun Suruhan ( Peperomia pellucida Berdasarkan Perbedaan Konsentrasi Pelarut Etanol’, Jurnal Farmasi SYIFA, 1, pp. 13–16.
Noviyanti (2016) ‘Pengaruh Kepolaran Pelarut Terhadap Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Jambu Brazil Batu ( Psidium guineense L .) Dengan Metode DPPH’, Jurnal Farmako Bahari, 7(7 m), pp. 29–35.
Palupi, D.A., Pratimasari, D. and Dhurhania, C.E. (2025) ‘Identifikasi Kualitatif Ekstrak , Fraksi n-Heksan , Fraksi Etil Asetat , Fraksi Air Herba Bandotan ( Ageratum conyzoides L .) Qualitative Identification of Extract , n-Heksan Fraction , Ethyl Acetate Fraction , Water Fraction of Herb Bandotan ( Ageratum conyzoides L .)’, 14(1), pp. 53–63.
Riwanti, P., Izazih, F. and Amaliyah (2020) ‘Pengaruh Perbedaan Konsentrasi Etanol pada Kadar Flavonoid Total Ekstrak Etanol 50,70 dan 96% Sargassum polycystum dari Madura’, Journal of Pharmaceutical Care Anwar Medika, 2(2), pp. 82–95.
Sadlia, F. et al. (2024) ‘Penetapan Kadar Flavonoid Total Dan Antioksidan Daun Karinat ( Rubus moluccanus L )’, Journal of Pharmaceutical Care and Sciences, 5(1), pp. 65–76. Available at: https://doi.org/10.33859/jpcs.v5i1.655.
Simanjuntak, H.A. et al. (2022) ‘Kajian Potensi Tumbuhan Nangka ( Artocarpus heterophyllus Lam .) dalam Pengobatan Penyakit Infeksi’, Herbal Medicine Journal, 5.
Subadra, O.S. and Deru, M.Y. (2024) ‘Skrining Dan Standarisasi Serbuk Simplisia Berdasarkan Perbandingan Tingkat Ketuaan Daun Nangka ( Artocarpus heterophyllus Lamk .)’, Journal Duta Pharma, 4(2), pp. 268–279.
Subaryanti et al. (2022) ‘Potensi Antimikroba Ekstrak Etanol Daun Gatal ( Urticastrum decumanum ( Roxb .) Kuntze ) Terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Candida albicans’, Jurnal Ilmu Kefarmasian, 15(2), pp. 93–102.
Susiloningrum, D. and Indrawati, D. (2020) ‘Penapisan Fitokimia dan Analisis Kadar Flavonoid Total Rimpang Temu Mangga ( Curcuma mangga Valeton & Zijp .) Dengan Perbedaan Polaritas Pelarut’, Jurnal Keperawatan Dan Kesehatan Masyarakat, 9(2), pp. 126–136.
Sutomo, S. et al. (2021) ‘Standardisasi Simplisia dan Ekstrak Daun Matoa (Pometia pinnata J.R Forst & G. Forst) Asal Kalimantan Selatan’, Jurnal Pharmascience, 8(1), p. 101. Available at: https://doi.org/10.20527/jps.v8i1.10275.
Syamsuni, H.. (2006) Ilmu Resep. Edisi pert. Jakarta: EGC.
Zuraidah, N. et al. (2018) ‘Pengaruh Variasi Konsentrasi Asam Sitrat Dan Asam Tartart Terhadap Sifat Fisik Granul Effervescent Dari Ekstrak Daun Nangka (Artocarpus heterophyllus L.)’, Mulawarman Pharmaceutical Conference, pp. 20–21.
