PENGARUH DUKUNGAN SUAMI TERHADAP IBU HAMIL YANG MENGALAMI BABY BLUES SELAMA MASA POST PARTUM

Authors

  • Rovica Probowati Universitas Duta Bangsa Surakarta
  • Fitriana Yuni Permana Sari Universitas Duta Bangsa Surakarta
  • Taniza Devita Putri Nurlaili Universitas Duta Bangsa Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.47701/hhzbdz94

Keywords:

Dukungan, Post Partum, Baby Bluse

Abstract

Baby blues syndrome merupakan masa transisi bagi ibu pasca melahirkan. Setelah melahirkan terjadi penurunan kadar hormon estrogen dan progesteron yang diikuti perubahan mood serta gejala baby blues syndrome lainnya. Perubahan hormon disertai beratnya proses kehamilan dan persalinan membuat seorang ibu mengalami perasaan yang tidak menentu. Metode pada penelitian ini berfokus pada kesehatan mental ibu hamil dengan menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan korelasinal pendekatan cross sectional. Jumlah populasi pada penelitian ini dilakukan pada ibu postpartum yang melakukan control setelah melahirkan di hari ke 5-14, jumlah populasi 75 responden. hasil identifikasi terjadinya post partum bluse pada ibu yang mengalami baby bluse mayoritas di usia ibu diantara 23-25 tahun. Hasil penelitian menyatakan bahwa dari total responden 75 responden yang terjadi babybluse dengan factor tanpa dukungan suami sebanyak 57 (76%) responden dan yang tidak terjadi baby bluse dengan adanya dukungan suami sebanyak 18 (24%) responden.Ibu postpartum yang kurang mendapatkan dukungan dari suami rata-rata mengalami postpartum blues. Faktor-faktor risiko mempunyai pengaruh terhadap kejadian postpartum blues pada ibu postpartum yaitu dukungan suami. Dukungan suami mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kejadian postpartum blues pada ibu postpartum

References

Ardani, T.A. (2024) “Peran Suami Terhadap Penanganan Baby Blues Pada Wanita Postpartum,” 2(8), Hal. 546–551.

Chindy, C.O.H. Dan Sulistyoningtyas, S. (2024) “Hubungan Dukungan Suami Dengan Kecemasan Ibu Hamil Trimester Iii Di Puskesmas Tempel 2 Sleman Yogyakarta,” Jurnal Sains Dan Kesehatan, 3(1), Hal. 14–21. Tersedia Pada: Https://Doi.Org/10.57151/Jsika.V3i1.350.

Dewi, R., Nuha, K. Dan Kurniawati, P. (2024) “Postpartum Dengan Kejadian Baby Blues Di Wilayah Kerja Puskesmas Baiturrahman Kota Banda Aceh Tahun 2024 The Influence Of Husband ’ S Support And Postpartum Mother ’ S Characteristics On The Incident Of Baby Blues In The Working Area Of The Baiturrahman P,” 10(2), Hal. 280–295.

Dinarum Dan Rosyidah, H. (2020) “Literatur Review : Pengaruh Dukungan Suami Terhadap Kejadian Postpartum Blues,” 1, Hal. 90–95.

Kemenkes, R.I. (2020) Pedomanpelayanan Antenatal, Persalinan, Nifas, Dan Bayi Baru Lahir Di Eraadaptasi Baru (Subdit Kesehatan Maternal Dan Neonatal Direktorat Kesehatan Keluarga, Kementerian Kesehatan Ri.

Malksa, S. (2019) “Hubungan Kepatuhan Antenatal Care (Anc) Dan Dukungan Suami Dengan Kelancaran Persalinan Di Desa Bulu Allapporenge Kecamatan Bengo Kabupaten Bone,” Nursing Inside Community, 1, Hal. 75.

Naz, S. Et Al. (2021) “Percepciones De Mujeres Embarazadas Sobre El Apoyo De Sus Esposos Y Suegros Durante El Embarazo: Un Estudio Cualitativo,” 39(229).

Nuranggaraini, H. (2017) “Hubungan Antara Dukungan Suami Parista Dan Keikutsertaan Kp-Ibu Dengan Kejadian Baby Blues Pada Ibu Pasca Melahirkan Di Wilayah Kerja Puskesmas Pajang Kota Surakarta.,” Jurnal Keperawatan, 3, Hal. 8.

Probowati, R., Astuti, A.M., Anasulfallah, H. And Pangestu, J.B. (2024) “Masalah Kesehatan Mental Ibu Hamil Dengan Upaya Melakukan Dukungan Sosial 3h (Bahagia Ibu, Selamat Kehamilan Dan Bayi Sehat).”

Rizty, L. E., & Kusumiati, R.Y.E. (2020) “Hubungan Dukungan Sosial (Suami) Dengan Kecenderungan Depresi Postpartum,” Jurnal Ilmiah Bimbi [Preprint].

Ruaida, N. (2018) “Gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan Mencegah Terjadinya Stunting (Gizi Pendek) Di Indonesia,” Global Health Science, 3(2), Hal. 139–151.

Rusdiana, R. (2022) “Hubungan Dukungan Suami Dengan Kecemasan Ibu Hamil Trimester Iii Menghadapi Proses Persalinan Pada Masa Pendemi Covid 19 Di Praktik Mandiri Bidan Sf Martapura Tahun 2022,” Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat, 10(2), Hal. 130–134. Tersedia Pada: Https://Doi.Org/10.54004/Jikis.V10i2.91.

Sudirman, J., Rahayu Eryani K. Dan Fadjriah Ohorella (2022) “Upaya Menjaga Kesehatan Mental Ibu Hamil Melalui Peningkatan Pengetahuan Dan Keterampilan Di Masa Pandemi Covid-19,” Income: Indonesian Journal Of Community Service And Engagement, 1(2), Hal. 28–34. Tersedia Pada: Https://Doi.Org/10.56855/Income.V1i2.46.

Sundari, D.T. Dan Nurbaity (2023) “Penyuluhan Dukungan Suami Terhadap Ibu,” 4(2), Hal. 1866–1870.

Wahyuni, N. W. E., Rahyani, N. K. Y., & Senjaya, A.A. (2023) “Karakteristik Ibu Postpartum Dan Dukungan Suami Dengan Baby Blues Syndrome,” Jurnal Ilmiah Kebidanan, 11(1), Hal. 114–120.

World Health Organization (2022) Guide For Integration Of Perinatal Mental Health In Maternal And Child Health Services.

Zulaekah, S. Dan Kusumawati, Y. (2021) “Kecemasan Sebagai Penyebab Gangguan Kesehatan Mental Pada Kehamilan Di Layanan Kesehatan Primer Kota Surakarta,” Jurnal Kebidanan Dan Keperawatan Aisyiyah, 17(1), Hal. 59–73. Tersedia Pada: Https://Doi.Org/10.31101/Jkk.2064.

Downloads

Published

2025-06-28

Issue

Section

Articles

How to Cite

PENGARUH DUKUNGAN SUAMI TERHADAP IBU HAMIL YANG MENGALAMI BABY BLUES SELAMA MASA POST PARTUM. (2025). Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional, 106-112. https://doi.org/10.47701/hhzbdz94