PENGARUH PERBEDAAN PELARUT PADA UJI MUTU FISIK SEDIAAN LIPCREAM EKSTRAK ETANOL KAYU SECANG (BIANCAEA SAPPAN (L.) TOD.)

Authors

  • Eka Qurniawati Universitas Duta Bangsa Surakarta
  • Annie Rahmatillah Universitas Duta Bangsa Surakarta
  • Rahmat Hidayat Universitas Duta Bangsa Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.47701/btmfjw26

Keywords:

Lipcream, kayu secang (Biancaea sappan (L.) Tod), Pelarut, Uji mutu fisik

Abstract

Lipcream merupakan sediaan kosmetik dekoratif yang berbentuk semi padat yang dapat mempertahankan kelembapan bibir dalam jangka waktu yang lebih lama, tidak membuat bibir terasa kaku, menghasilkan warna lebih merata dan mudah diaplikasikan. Salah satu contoh bahan alam yang dapat dijadikan sebagai pewarna alami adalah kayu secang (Biancaea sappan (L.) Tod.). Kayu secang mengandung senyawa flavonoid, khususnya brazilin, yang diketahui memiliki aktivitas sebagai pewarna merah alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan pelarut terhadap mutu fisik sediaan lipcream ekstrak etanol kayu secang.

Metode Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol konsentrasi 50%, 70%, dan 96%. Masing-masing ekstrak diformulasikan ke dalam tiga variasi konsentrasi ekstrak yaitu F0 (0%), F1 (5%), F2 (10%), dan F3 (15%). Evaluasi mutu fisik meliputi pengujian pH, homogenitas, daya sebar, daya lekat, dan stabilitas, serta dilakukan uji hedonik dan uji iritasi pada panelis.

 Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi pelarut etanol 96% menghasilkan sediaan lipcream dengan karakteristik fisik yang baik diantara variasi pelarut lainnya. Seluruh sediaan menunjukkan homogenitas yang baik dan tidak menimbulkan reaksi iritasi pada kulit panelis.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan  pada mutu fisik sediaan lipcream dan sediaan lipcream etanol 96% merupakan pelarut yang paling optimal untuk menghasilkan sediaan dengan mutu fisik yang baik.

References

Asmawati, A., Fajar, D. R., & Alawiyah, T. (2019). Kandungan Rhodamin B Pada Sediaan Lip Tint Yang Digunakan Mahasiswi Stikes Pelamonia. Media Farmasi, 15(2), 125.

Fadhilah, Dhea Nur, Dumartina Hutauruk, and Siti Nurbaya. "Karakterisasi Simplisia dan Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol Kayu Secang (Caesalpinia Sappan L)." Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi 1.1 (2023): 207-217.

Farhana, H., Maulana, I. T., & Kodir, R. A. (2015). Perbandingan Pengaruh Suhu dan Waktu Perebusan terhadap Kandungan Brazilin pada Kayu Secang (Caesalpinia Sappan Linn.). Prosiding Penelitian SPeSIA Unisba, 19–25

Helmice, H., & Utari, N. W. (2017). Identifikasi zat warna rhodamin b pada lipstik berwarna merah yang beredar di pasar raya padang. Jurnal Farmasi Higea, 8(1), 59-64.

Indriaty, Sulistiorini, et al. "Formulasi lip cream ekstrak etanol kayu secang (Caesalpinia sappan L.) sebagai pewarna: formulation of lip cream ethanol extract (Caesalpinia sappan l.) as dyes." Medical Sains: Jurnal Ilmiah Kefarmasian 6.2 (2021): 141-150.

Klau, M. L. C., Indriarini, D., & Nurina, R. L. (2021). Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Kemangi (Ocimum Sanctum L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia Coli Secara in Vitro. Cendana Medical Journal (CMJ), 9(1),

Karina Wahyu Sitoastri, & Rahmi Hutabarat, (2024). formulasi dan hedonic test (uji kesukaan) sediaan lip cream ekstrak cair natural deep eutectic solvent (nades) buah terong belanda (Solanum betaceum Cav.) sebagai pewarna alami. Sci. J. Ilm. Sains dan Teknol, 3(1), 820-835.

Maslahah, N. (2024). Standar simplisia tanaman obat sebagai bahan sediaan herbal. 2(2), 14.

Nomer, N. M. G. R., Duniaji, A. S., & Nocianitri, K. A. (2019). Kandungan Senyawa Flavonoid dan antosianin ekstrak kayu secang ( Caesalpinia sappan L .) SERTA aktivitas antibakteri terhadap Vibrio cholerae. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Pangan, 8(2), 216–225.

Pebriliani IA, Gadri A, Aryani R. Optimasi Komposisi Wax dalam Formula Lip Cream Ekstrak Bunga Rosella ( Hibiscus Sabdarifa L .). 2017

Sasongko, Gracelda Asprila, dan Harini Abrilia Setyawati. “Pengaruh Brand Ambassador, Daya Tarik Iklan, Dan Product Packaging Terhadap Keputusan Pembelian Produk Kosmetik Wardah Exclusive Matte Lip Cream: Studi Pada Masyarakat Di Kabupaten Kebumen.” Jurnal Ilmiah Mahasiswa Manajemen, Bisnis Dan Akuntansi (JIMMBA) 4, no. 4 (28 Juli 2022).

Sulistiawati, Endah, and Prima Swastika. Ekstraksi Zat Warna Alami dari Daun Jati Muda (Tectona grandis) dan Kayu Secang (Caesalpinia sappan) dengan Metode Ultrasound Assisted Extraction Untuk Aplikasi Produk Tekstil. Diss. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, 2017.

Sianipar, A. Y., Nurbaya, S., Adiansyah, A., & Sitanggang, E. P. (2020). FORMULASI SEDIAAN LIPCREAM DARI SARI BUAH STROBERI (Fragaria vesca L) SEBAGAI PERONA PIPI. Jurnal Farmanesia, 7(1), 9–14.

Sulistiawati, Endah, and Prima Swastika. Ekstraksi Zat Warna Alami dari Daun Jati Muda (Tectona grandis) dan Kayu Secang (Caesalpinia sappan) dengan Metode Ultrasound Assisted Extraction Untuk Aplikasi Produk Tekstil. Diss. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, 2017.

Septia Wahyuni, and Mauritz Pandapotan Marpaung. "Penentuan kadar alkaloid total ekstrak akar kuning (Fibraurea chloroleuca Miers) berdasarkan perbedaan konsentrasi etanol dengan metode spektrofotometri uv-vis." Dalton: Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia 3.2 (2020).

Setiawan, F., Yunita, O., & Kurniawan, A. (2018). Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Kayu Secang (Caesalpinia sappan) Menggunakan Metode DPPH, ABTS, dan FRAP (Vol. 2, Issue 2).

Utami, N. K., Amperawati, M., & Rizki, M. I. (2022). Uji in vivo terhadap ekstrak kayu secang (caesalpinia sappan l/biancaea sappan) sebagai disclosing agent. An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 9(2), 203-207.

Utari, F. D. (2017). Produksi Antioksidan dari Ekstrak Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) Menggunakan Pengering Berkelembaban Rendah. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, 6(3),

Downloads

Published

2025-06-28

Issue

Section

Articles

How to Cite

PENGARUH PERBEDAAN PELARUT PADA UJI MUTU FISIK SEDIAAN LIPCREAM EKSTRAK ETANOL KAYU SECANG (BIANCAEA SAPPAN (L.) TOD.). (2025). Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional, 97-105. https://doi.org/10.47701/btmfjw26