PROFILING METABOLIT SEKUNDER EKSTRAK ETANOL 50% DAUN BAMBU DURI (Bambusa blumeana)

Authors

  • Dina Tika Saputri Universitas Duta Bangsa Surakarta
  • Annie Rahmatillah Universitas Duta Bangsa Surakarta
  • Kharisma Jayak Pratama Universitas Duta Bangsa Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.47701/zfqsn040

Keywords:

bambu duri, senyawa metabolit sekunder, skrining fitokimia

Abstract

Bambu merupakan sumber daya penting bagi masyarakat Indonesia, karena bambu memiliki banyak manfaat untuk kebutuhan sehari-hari. secara umum senyawa fenol dan flavonoid memiliki sifat antioksidan, bakteriosid, antiemetik, antihelmintik, antiasmatik, analgetik, antiinflamasi, meningkatkan mortilitas usus, antimikroba, dan masih banyak lagi. Senyawa antioksidan yang terdapat dalam daun bambu duri (Bambusa blumeana) bisa diperoleh melalui metode ekstraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dari ekstrak etanol 50% daun bambu duri (Bambusa blumeana). Ekstraksi daun Bambu duri (Bambusa blumeana) dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 50% selama 3 hari. Setelah terbentuk ekstrak kental, dilakukan skrining fitokimia terhadap 5 senyawa metabolit sekunder dan profiling dilakukan secara kromatografi lapis tipis menggunakan fase gerak yang sesuai.  Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol 50% daun bambu duri (Bambusa blumeana) memiliki Rendemen sebesar 14,10%. Metabolit sekunder yang terkandung adalah alkaloid, flavonoid, fenolik, saponin, dan  terpenoid.

References

Asworo, R. Y., & Widwiastuti, H. (2023). Pengaruh Ukuran Serbuk Simplisia Dan Waktu Maserasi Terhadap Aktivitas Antioksidan Ekstrak Kulit Sirsak. Indonesian Journal Of Pharmaceutical Education, 3(2), 256–263. Https://Doi.Org/10.37311/Ijpe.V3i2.19906

Depkes, R. (2000). Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. In Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat (1st Ed., Vol. 1, Pp. 1–112).

Devi, W. S. (2024). Skrining Fitokimia Dan Analisis Kadar Fenolik Total Ekstrak Metanol Daun Beligo (Benincasa Hispida (Thunb.)Cogn) Asal Mamuju. Jurnal Novem Medika Farmasi, 3(1), 27–33. Https://Doi.Org/10.59638/Junomefar.V3i1.841

Hasibuan, A. S., Edrianto, V., & Purba, N. (2020). Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol Umbi Bawang Merah (Allium Cepa L.). Jurnal Farmasimed (Jfm), 2(2), 45–49. Https://Doi.Org/10.35451/Jfm.V2i2.357

Oktavia, F. D., & Sutoyo, S. (2021). Skrining Fitokimia, Kandungan Flavonoid Total, Dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Tumbuhan Selaginella Doederleinii. Jurnal Kimia Riset, 6(2), 141. Https://Doi.Org/10.20473/Jkr.V6i2.30904

Pogostemon, N., Metode, D., Tahir, M., Muflihunna, A., Farmasi, F., & Indonesia, U. M. (N.D.). Penentuan Kadar Fenolik Total Ekstrak Etanol Daun Spektrofotometri Uv-Vis. 4(1), 215–218.

Pratiwi, S. A., Februyani, N., Basith, A., Program, ), Fakultas, S. F., Kesehatan, I., Nahdlatul, U., Sunan, U., Bojonegoro, G., Yani, A., 10, N., Bojonegoro, K., Timur, J., & Boojonegoro, K. (2023). Skrining Dan Uji Penggolongan Fitokimia Dengan Metode Klt Pada Ekstrak Etanol Kemangi (Ocium Basilicum L) Dan Sereh Dapur (Cymbopogon Ciratus). Pharmacy Medical Journal, 6(2), 2023.

Putri, D. M., & Lubis, S. S. (2022). Skrining Fitokimia Ekstrak Etil Asetat Daun Kalayu (Erioglossum Rubiginosum (Roxb.) Blum). Amina, 2(3), 120–125. Https://Doi.Org/10.22373/Amina.V2i3.1384.

Rheda. (2010). Flavonoid: Struktur, Sifat Antioksidatif Dan Peranannya Dalam Sistem Biologis. Jurnal Berlin, 9(2), 196–202.

Sovyan, R., Farmasi, P. S., & Kesehatan, F. I. (2018). Uin Syarif Hidayatullah Jakarta Studi Etnobotani Tanaman Bambu Pada Masyarakat Betawi Dalam Penemuan Obat Antimalaria Di Hutan Kota Sanggabuana.

Wahyuni, N. M. S., Wrasiati, L. P., & Hartiati, A. (2021). Analisis Korelasi Antara Kandungan Senyawa Bioaktif Dengan Aktivitas Antioksidan Pada Ekstrak Daun Bambu Duri ( Bambusa Blumeana ). 15(4), 1062–1070. Https://Doi.Org/10.21107/Agrointek.V15i4.9853

Downloads

Published

2025-06-28

Issue

Section

Articles

How to Cite

PROFILING METABOLIT SEKUNDER EKSTRAK ETANOL 50% DAUN BAMBU DURI (Bambusa blumeana). (2025). Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional, 5-10. https://doi.org/10.47701/zfqsn040