KEAKURATAN KODE DIAGNOSIS COVID-19 MEMPENGARUHI KESESUAIAN KLAIM BPJS

Authors

  • Septi Rahayu Universitas Duta Bangsa Surakarta
  • Warsi Maryati Universitas Duta Bangsa Surakarta
  • Agus Trijono Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Duta Bangsa Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.47701/sikenas.vi.2100

Keywords:

keakuratan, kode diagnosa, klaim BPJS, Covid-19

Abstract

Kode diagnosis merupakan petunjuk dan bahan untuk menetapkan pembiayaan dalam
pelayanan kesehatan pada sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Ketidakakuratan kode
diagnosis dapat berdampak pada jumlah pembayaran klaim. Coronavirus Disease 2019 (Covid-
19) di RST Slamet Riyadi Surakatra merupakan diagnosis urutan pertama terbanyak pada pasien
rawat inap pada tahun 2021 dengan hasil survei pendahuluan 40% kode diagnosis tidak akurat
dan 20% kode yang terinput dalam software INA-CBGs tidak sesuai, akan tetapi penelitian
tentang kesesuaian kode klaim berdasarkan kode diagnosis covid-19 belum pernah dilakukan.
Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan menguji hubungan antara keakuratan kode
diagnosis Covid-19 dengan kesesuaian kode klaim BPJS pasien rawat inap. Metode pengumpulan
data yang digunakan yaitu observasi dengan menggunakan instrumen lembar analisis keakuratan
kode diagnosis dan lembar analisis kesesuaian kode klaim. Analisis data kuantitatif menggunakan
uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan ketidakakuratan kode diagnosis Covid-19 adalah
sebesar 12,38% dan ketidaksesuaian kode klaim INA-CBGs sebesar 5,24%. Dari hasil
perhitungan yaitu p<0,001 dinyatakan ada hubungan antara keakuratan kode diagnosis Covid-19
dengan kesesuaian klaim INACBGs. Kesimpulan dalam penelitian ada hubungan antara
keakuratan kode diagnosis Covid-19 dengan kesesuaian kode klaim. Ketidakakuratan kode
disebakan oleh petugas kurang teliti saat melakukan koding, sehingga akibat dari ketidakakuratan
kode tersebut berpengaruh pada hasil pengelompokan kode CMG INA-CBGs,

References

CDC. 2020. ICD-10-CM Official coding and reporting guidelines April 2020. (Online :

https://www.cdc.gov/nchs/covid19/coding-and-reporting.htm diakses pada 7 Mei 2022).

Depkes RI. 2006. Pedoman Penyelenggaraan dan Prosedur Rekam Medis Rumah Sakit di

Indonesia Revisi II. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.

Hamid S, Mir MY, Rohela GK. 2020. Novel coronavirus disease (COVID-19): a pandemic

(epidemiology, pathogenesis and potential therapeutics). New Microbes New Infect. (Online :

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7171518/ diakses pada 17 Maret 2022).

Maryati, W. 2017. Hubungan Antara Keakuratan Kode Diagnosis Diabetes Mellitus dengan

Ketepatan Klaim Asuransi. Prosiding Call For Paper SMIKNAS 2017 APIKES Citra Medika

Surakarta, 1(3); 15-19.

Menteri Kesehatan RI. 2021. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor

HK.01.07/Menkes/5673/2021 tentang Petunjuk Teknis Klaim Penggantian Biaya Pelayanan

Pasien Covid-19. Jakarta.

Menteri Kesehatan RI. 2021. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 26 tahun 2021 tentang

Pedoman Indonesian Case Base Groups (INA-CBGs). Jakarta.

Notoatmodjo, S. 2018. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Sjamsuhidajat. 2006. Manual Rekam Medis Edisi Pertama. Jakarta: Konsil Kedokteran Indonesia

Downloads

Published

2022-06-18

Issue

Section

Articles

How to Cite

KEAKURATAN KODE DIAGNOSIS COVID-19 MEMPENGARUHI KESESUAIAN KLAIM BPJS. (2022). Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional, 494-498. https://doi.org/10.47701/sikenas.vi.2100