PENINGKATAN EDUKASI MELALUI KIE TENTANG PENYAKIT DEGENERATIF PADA LANSIA DI WILAYAH KALURAHAN SERENGAN SURAKARTA
DOI:
https://doi.org/10.47701/sikenas.vi.2062Keywords:
KIE, Penyakit Degeneratif, LansiaAbstract
Pola hidup masyarakat saat ini sangat mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat itu sendiri.
Menurut WHO, hingga akhir tahun 2005 saja penyakit degeneratif telah menyebabkan kematian hampir
17 juta orang di seluruh dunia. Masyarakat yang tidak menjalankan pola hidup sehat akan sangat
beresiko mengidap penyakit tidak menular yang sekarang menduduki peringkat pertama penyebab
kematian. Penyakit degeneratif adalah istilah medis untuk menjelaskan suatu penyakit yang muncul
akibat proses kemunduran fungsi sel tubuh dari keadaan normal menjadi lebih buruk. Permasalahan
yang muncul ditengah masyarakat adalah kurangnya informasi tentang dampak dan pencegahan
penyakit degeneratif serta rendahnya kesadaran masyarakat untuk mencari tahu tentang bahaya
penyakit degenerative. Dari data yang diperoleh berdasarkan distribusi frekwensi jumlah populasi lansia
yang memiliki kasus penyakit degeneratif lebih besar (64%) dibandingkan yang tidak (36%). Tujuan
program pemberian Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) ini adalah untuk mengedukasi
masyarakat mengenai penyakit degeneratif dan memberikan konseling sehingga lansia memiliki
kesadaran untuk melakukan deteksi dini sebagai salah satu upaya menurunkan angka morbiditas dan
mortalitas penyakit degeneratif. Upaya KIE ini dilaksanakan secara luring kepada para lansia di
Wilayah kalurahan Serengan Surakarta. Dari hasil interview kepada 20 orang lansia 50% telah
mengetahui tentang beberapa penyakit degenarif dan mereka mengatakan mengetahui informasi
tersebut dari tenaga Kesehatan dan selebihnya mencari tahu dari masyarakat sekitar. Pemberian KIE
ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan para lansia tentang penyakit degenaratif sehingga
meningkatkan kesadaran lansia untuk melakukan deteksi dini sebagai upaya pencegahan peningkatan
morbiditas dan mortalitas akibat penyakit degeneratif.
References
Culo, S. (2012). Risk assessment and intervention for vulnerable older adults. BCMJ, Vol. 53, No.
, October 2011. https://bcmj.org/articles/risk-assessment-and-interventionvulnerable-
older- adults
Lusiana, N, dkk. (2019). KorelasiUsia dengan Indeks Massa Tubuh, Tekanan darah Sistol-Diastol,
Kadar Glukosa, Kolesterol, dan Asam Urat. Journal of Health Science and Prevention Vol 3 No 2
Sept 2019.
http://jurnalfpk.uinsby.ac.id/index.php/jhsp/articl e/view/242/164
Mighra, B.A. & Djaali,W. (2021). Peningkatan Pengetahuan Lansia
tentang Penyakit Degeneratif di Wilayah Kampung Tengah Kramat Jati. Jurnal
Pemberdayaan Komunitas MH Thamrin. http://journal.thamrin.ac.id/index.php/JIPKMHth
amrin/issue/view/11/
Nisak, R., Maimunah, S., & Admadi, T. (2018). Upaya Pemberdayaan Masyarakat Melalui Deteksi Dini
dan Pengendalian Penyakit Degeneratif pada Lansia di Dsn Karang Pucang, Ds. Ngancar, Kec. Pitu
Wilayah Kerja Puskesmas Pitu Kabupaten Ngawi. Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan,
(2), 59-6https://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jpm/article/view/181
Permenkes RI No. 65 tahun 2013. Pedoman Pelaksanaan Dan Pembinaan Pemberdayaan
Masyarakat Bidang Kesehatan. https://promkes.kemkes.go.id/permenkes-no65-tahun-2013-
tentang-pedoman-pelaksanaan-dan-pembinaan-pemberdayaan-masyarakat
Pusparini. (2011). Pemeriksaan laboratorium berkala sebagai deteksi dini penyakit kronis pada
lansia. Universa Medicina Vol.24 No.1. https://adoc.pub/pemeriksaan-laboratorium-berkala- sebagaideteksi-
dini-penyak.html
Riset Kesehatan Dasar Tahun 2013. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
https://pusdatin.kemkes.go.id/resources/download/general/Hasil%20 Riskesdas %20 2013.pdf
Widodo, S(2016). Pemberdayaan Kemampuan Lansia Dalam Deteksi Dini Penyakit Degeneratif.
Jurnal Terpadu Ilmu Kesehatan, Volume 5, No 2, November 2016, 110-23.
http://jurnalinterest.com/index.php/int/article/download/60/60
