HUBUNGAN BUDAYA JAWA DAN PERSEPSI IBU DENGAN PERILAKU PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI DINI
DOI:
https://doi.org/10.47701/sikenas.vi.1668Keywords:
budaya jawa, MP-ASI, perilaku, persepsiAbstract
Pendahuluan : Cakupan pemberian ASI eksklusif pada bayi di Indonesia menurun dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini dipengaruhi oleh sikap dan persepsi ibu terhadap budaya pemberian makanan pendamping ASI (MP-AS) dini. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 62 orang ibu yang memiliki bayi usia 0-6 bulan di Desa Bandegan, teknik sampel menggunakan teknik Total Sampling. Alat penelitian menggunakan kuesioner. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara Budaya Jawa dengan perilaku pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) dengan nilai P value 0,44 atau α ˃0,05, dan tidak ada hubungan yang signifikan antara persepsi ibu dengan perilaku pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) pada bayi sia 0-6 bulan dengan nilai P value 0,543 atau α ˃0,05.
Kata Kunci : Budaya Jawa, MPASI, Perilaku, Persepsi
ABSTRACT
Introduction: The scope of exclusive breastfeeding for infants in Indonesia has been decreasing in the last few years. This is influenced by the behaviour and perception of mother towards the culture of early weaning food feeding. Method: This research was a correlational descriptive research using cross sectional approach with Total Sampling method. Samples in this research were 62 mothers who had 0-6 months old babies in Bandengan village. Questionnaires were used as the instrument research. Result: The research result showed insignificant correlation between the Javanese culture and the breastfeeding behaviour with the P value of 0.44 or α > 0.05. There was also insignificant correlation between mothers’ perception and the weaning food feeding behaviour for 0-6 months-old infants with the P value of 0.543 or α > 0.05.
Keywords : Javanese culture, weaning food, behaviour, perception
References
Arikunto, S. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Dinkes Jateng. (2017). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2017.
Dinkes Kendal. (2019). Profil Kesehatan Kabupaten Kendal Tahun 2019.
Ginting, Sekawarna, N. & Sukandar, H. (2013). Pengaruh Karakteristik, Faktor Internal dan Eksternal Ibu Terhadap Pemberian MP-ASI Dini Pada Bayi Usia <6 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Barusjahe. Sumatera Utara: Universitas Padjajaran, Bandung.
Hidayat, M. S. (2013). Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian ASI Eksklusif Pada Ibu Yang Melahirkan Luar Rumah Bersalin Puskesmas Kecamatan Pesanggrahan Jakarta Selatan Tahun 2013. Skripsi. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Jakarta.
Hidayat. (2014). Metode Penelitian Keperawatan dan Teknik Analisis Data. Jakarta: Salemba Medika.
Husdianah, dkk. 2014. Gizi, Pemantapan Gizi, Diet, dan Obesitas. Yogyakarta: Nuha Medika.
Ibrahim, dkk. (2014). Hubungan antara Karakteristik Ibu dan Perilaku Ibu dengan Riwayat Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Dini di wilayah Puskesmas Atinggola Kecamatan
Atinggola Kabupaten Gorontalo Utara. JIKMU, Vol. 5 (2).
Juliandari, dkk. (2017). Hubungan Karakteristik Ibu dan Perilaku Dalam Pemberian MP-ASI Dini Dengan Pertumbuhan Bayi Usia 0-6 Bulan Studi Di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Poncol Kota Semarang Tahun 2017). Jurnal Kesehatan Masyarakat, Vol. 6 (4).
Kemenkes RI. (2015). Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI). Direktorat Gizi Masyarakat. Jakarta: Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat.
Kumalasari, dkk. (2015). Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian Makanan Pendamping ASI Dini. JOM, Vol. 2 (1).
Lailina, dkk. 2015. Prinsip Dasar Makanan Pendamping Air Susu Ibu (Mp-Asi) Untuk Bayi
– 24 Bulan. Malang: Universitas Brawijaya.
Lestari, E. (2013). Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Ibu Dalam Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Dini Di Desa Jungsemi Kabupaten Kendal. Skripsi. Program Studi Ilmu Keperawatan. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal.
Listyana, R. & Hartono,Y. (2015). Persepsi Dan Sikap Masyarakat Terhadap Penanggalan Jawa Dalam Penentuan Waktu Pernikahan (Studi Kasus Desa Jonggrang Kecamatan Barat Kabupaten Magetan Tahun 2013. Jurnal Agastya. Vol. 5 (1).
Luddin. (2010) Dasar-dasar konseling. Bandung: CV Perdana Mulya Sarana.
Maemonah, S. (2016). Persepsi Ibu Dalam Pemberian Makanan Tambahan Pada Bayi. Jurnal Ilmu Keperawatan. Vol. 4 (3).
Molika, E. (2017). Buku Pintar MPASI: Bayi 6 Bulan Sampai Dengan
Tahun. Jakarta: Lembar Langit Indonesia.
Nadesul, H. (2011). Makanan Sehat Untuk Bayi. Jakarta: Puspa Swara.
Notoatmodjo (2010). Metedologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.
Notoatmodjo (2012). Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.
Nugraheni, dkk. (2018). Pemberian MP- ASI Dini Sebagai Salah Satu Faktor Kegagalan ASI Eksklusif Pada Ibu Primipara. Jurnal Kesehatan Masyarakat. Vol. 1 (5) 806 - 811.
Permenkes RI. (2012). Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif.
Phuspita. (2010) Sistem Kepercayaan Adat Kehamilan dan Kelahiran Di Dalam Masyarakat Jawa Dalam Teks Platenabum Yogyakarta. Skripsi. Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya. Universitas Indonesia.
Pieter, H. Z. & Lubis, N. L. (2010). Pengantar Psikologi Dalam Keperawatan. Jakarta: Kencana.
Rahmadhanny (2011). Faktor penyebab putusnya asi eksklusif pada ibu menyusui di puskesmas rumbai kecamatan rumbai pesisir. Skripsi. Universitas Indonesia.
Robbins, S. P. & Judge, T. A. (2009). Perilaku Organisasi. Jakarta: Salemba Empat.
Roesli, U. (2011). Mengenal ASI Eksklusif. Niaga Swadaya.
Saputri,C. K. (2013). Alasan Ibu Memberikan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Dini Dengan Pendekatan Teori Health Belief Model Di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Pesanggrahan Jakarta Selatan Tahun 2013. Skripsi. Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah. Jakarta.
