KAJIAN LITERASI KESEHATAN BERDASARKAN HLS-EU-SQ10-IDN PADA MASYARAKAT DI DESA PENADARAN

Authors

  • Ratih Pramitasari Universitas Dian Nuswantoro Semarang
  • Enny Rachmani Universitas Dian Nuswantoro Semarang
  • Nurjanah Nurjanah Universitas Dian Nuswantoro Semarang
  • Merianti Yusthin Manglapy Universitas Dian Nuswantoro Semarang
  • Belladiena Alfiena Nisa Universitas Dian Nuswantoro Semarang
  • Pradana Firmansyah Kholiq Universitas Dian Nuswantoro Semarang
  • Haikal Haikal Universitas Dian Nuswantoro Semarang

DOI:

https://doi.org/10.47701/sikenas.vi.2848

Keywords:

desa penadaran, literasi, kesehatan, HLS-EU-SQ10-IDN

Abstract

Literasi kesehatan adalah merupakan pengetahuan, motivasi, dan kompetensi untuk mengakses , memahami, menilai dan mempergunakan informasi untuk membuat keputusan dalam kehidupan sehari-hari yang terkait dengan pelayanan kesehatan, pencegahan penyakit, promosi kesehatan untuk menjaga dan meningkatkan kualitas hidupnya sepanjang hayat. Berdasarkan survei digital health literacy for citizen ditemukan bahwa hanya 21 % kader yang memiliki kemampuan literasi kesehatan digital dengan status “expert”. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi Literasi Kesehatan berdasarkan HLS-EU-SQ10-IDN pada Masyarakat di Desa Penadaran. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian yaitu masyarakat Desa Penadaran, teknik sampling yang digunakan accidental sampling dengan jumlah 114 responden. Waktu pengambilan data dilakukan bulan Desember 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 90,4% responden berjenis kelamin perempuan, sebagian besar pendidikan terakhirnya adalah sekolah dasar (36,8%), mayoritas (80,7%) termasuk dalam kelompok umur 19-45 (Dewasa). Tingkat literasi kesehatan masyarakat desa Penadaran termasuk dalam kategori tidak mencukupi dan bermasalah sebanyak 54,4%, kategori cukup dengan prosentase 38,6% dan sempurna sebanyak 7%. Simpulan dari hasil yang didapatkan bahwa sebagian besar masyarakat desa Penadaran belum memiliki tingkat literasi kesehatan yang baik yang ditunjukkan dengan adanya kesulitan dalam mencari dan menilai informasi kesehatan, serta membuat keputusan terkait dengan kondisi kesehatan yang sedang dialami.

References

Adliyani, Z. O. N., Angraini, D. I., & Soleha, T. U. (2017). Pengaruh Pengetahuan , Pendidikan dan Ekonomi Terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Masyarakat Desa Pekonmon Kecamatan Ngambur Kabupaten Pesisir Barat The Effect Of Knowledge , Education And Economic About Behaviour Of Clean And Healthy Life In Pe. Majority, 7(1), 6–13.

Dewi, R., Janitra, P. A., Janitra, P. A., Aristi, N., & Aristi, N. (2018). Pemanfaatan Internet Sebagai Sumber Informasi Kesehatan Bagi Masyarakat. Media Karya Kesehatan, 1(2), 162–172. https://doi.org/10.24198/mkk.v1i2.18721

I. S. Damayanti, & M. Azinar. (2022). Perspektif Literasi Kesehatan Dan Norma Sosial Terhadap Pernikahan Dini Di Kecamatan Petarukan. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10, 518–524.

Jatmika, S. E. ., & Maulana, M. (2015). Perilaku Merokok Pada Penderita Hipertensi Di. Jurnal Kesmas, 9(1), 53–60.

Kendir, C., & Breton, E. (2020). Health literacy: From a property of individuals to one of communities. International Journal of Environmental Research and Public Health, 17(5). https://doi.org/10.3390/ijerph17051601

Lapian, I. J., Mantjoro, E. M., & Asrifuddin, A. (2022). Hubungan Literasi Kesehatan Dengan Sikap Pencegahan Covid-19 Pada Masyarakat Desa Kawangkoan Baru. PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(2), 1412–1420. https://doi.org/10.31004/prepotif.v6i2.4111

Masyarakat, K. (2011). Nunun Nurhajati, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Masyarakat Desa Samir Dalam Meningkatkan Kesehatan Masyarakat 1. Nurhajati, 1–18.

Nur Windahsari, Erlina Candrawati, & Warsono. (2017). Hubungan Faktor Lingkungan Dengan Perilaku Merokok Pada Remaja Laki Laki di Desa T Kabupaten Mojokerto. Journal Nursing News, 2(3), 68–82.

Nutbeam, D., McGill, B., & Premkumar, P. (2018). Improving health literacy in community populations: A review of progress. Health Promotion International, 33(5), 901–911. https://doi.org/10.1093/heapro/dax015

Rachmani, E., Kom, S., Kom, M., Ph, D., Kes, M., Penelitian, L., Pengabdian, D. A. N., Masyarakat, K., & Nuswantoro, U. D. (2020). Pencipta :

Rahmaniah, S. E., Syarmiati, S., & Paramitha, R. R. (2021). Revitalisasi Literasi Kesehatan dan Ketahanan Kesehatan Masyarakat di Kalangan Milineal. 155–164. https://doi.org/10.26418/pipt.2021.36

Saepudin, E. (2013). Literasi Informasi Kesehatan Lingkungan Pada Masyarakat Pedesaan: Studi Deskriptif Di Desa Nagrog Kecamatan Cicalengka. Jurnal Kajian Informasi Dan Perpustakaan, 1(1), 81. https://doi.org/10.24198/jkip.v1i1.9614

Sehat, A., & Indonesia, K. K. R. (2023). USIA PRODUKTIF 20-59 Tahun. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Syafaruddin, Bayu, W. I., Syamsuramel, Solahuddin, S., & Fitri, A. D. (2021). Health Literacy Overview of Sriwijaya University Students. Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation, 10(3), 136–139.

Tamalla, N. P., & Azinar, M. (2022). Literasi Kesehatan terhadap Perilaku Perawatan Kehamilan Usia Remaja. Higeia Journal of Public Health Research and Development, 6(1), 47–53.

Downloads

Published

2023-06-30

Issue

Section

Articles