ANALISIS KETEPATAN KODE DIAGNOSIS DIABETES MELLITUS BERDASARKAN ICD-10 PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS PLERET BANTUL

Authors

  • Agung Dwi Saputro Politeknik Kesehatan Bhakti Setya Indonesia
  • Siti Julia Politeknik Kesehatan Bhakti Setya Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.47701/sikenas.vi.2838

Keywords:

analisis ketepatan, kode diagnosa, ICD-10

Abstract

Klasifikasi penyakit adalah kegiatan mengelompokkan penyakit-penyakit dan prosedur-prosedur yang sejenis berdasarkan ICD-10 (International Statistical Classification of Disease and Related Health Problems Tenth Revision). Analisis ketepatan kode diagnosis sangat penting karena apabila kode tidak tepat atau tidak sesuai dengan ICD-10 akan mempengaruhi laporan sepuluh besar penyakit serta turunnya mutu pelayanan di Puskesmas. Berdasarkan studi pendahuluan di Puskesmas Pleret Bantuk pada 10 rekam medis pasien diabetes mellitus (100%) yang hanya dikode sampai karakter ketiga dan 0 rekam medis (0%) yang dikode sampai karakter keempat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui proses pemberian kode diagnosis diabetes mellitus, menghitung persentase ketepatan kode diagnosis diabetes mellitus serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ketidaktepatan pemberian kode diagnosis diabetes mellitus pasien rawat jalan di Puskesmas Pleret Bantul. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, rancangan yang digunakan adalah survei cross sectional. Subjek dalam penelitian ini adalah dokter, perawat, kepala rekam medis dan petugas rekam medis. Objek dalam penelitian ini adalah rekam medis diabetes mellitus pasien rawat jalan periode bulan Oktober sampai dengan Desember tahun 2021 dengan sampel 66 rekam medis. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengkodean diagnosis di Puskesmas Pleret Bantul dilakukan oleh dokter dan perawat pada masing-masing poliklinik. Jumlah kode diagnosis diabetes mellitus yang tepat sebesar 0% dan yang tidak tepat sebesar 100%. Faktor penyebab ketidaktepatan kode diagnosis diabetes mellitus yaitu Sumber Daya Manusia (SDM) yang belum sesuai kompetensi, belum pernah dilakukan evaluasi berupa audit koding dan pelatihan khusus terkait pengkodean, belum adanya anggaran biaya pelatihan khusus terkait pengkodean, pada SIMPUS masih terdapat kode yang hanya dikode sampai digit ke-3, belum adanya SOP yang mengatur terkait pengkodean serta belum optimalnya penggunaan ICD-10 dalam proses pengkodean.

References

Depkes RI. (1997). Depertemen Kesehatan 1997 Tentang Rekam Medis. Jakarta: Depertemen Kesehatan RI.

Hatta, G.R. (2013). Pedoman Manajemen Informasi Kesehatan di Sarana Pelayanan Kesehatan. Jakarta: UI-Pres

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2013 Tentang Penyelenggaraan Pekerjaan Perekam Medis. (2013).

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2019 Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat.. (2019).

Sailendra. (2015). Langkah-langkah Praktis Membuat SOP. Jogjakarta: Trans Idea Pustaka.

WHO. (2004). International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problem. Geneva: WHO.

Downloads

Published

2023-06-30

Issue

Section

Articles