ANALISIS KELENGKAPAN PENGISIAN FORMULIR REKAM MEDIS PASIEN UMUM DI PUSKESMAS MLATI I SLEMAN

Authors

  • Syarah Mazaya Fitriana Politeknik Kesehatan Bhakti Setya Indonesia
  • Vidya Widowati Politeknik Kesehatan Bhakti Setya Indonesia
  • Meida Kristina Politeknik Kesehatan Bhakti Setya Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.47701/sikenas.vi.2837

Keywords:

kelengkapan, formulir rekam medis

Abstract

Rekam medis merupakan dokumen yang berisikan data identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan, dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien serta memuat informasi yang cukup untuk mengidentifikasi pasien membenarkan diagnosa dan pengobatan. Kelengkapan rekam medis yaitu kajian atau telaah isi rekam medis berkaitan dengan pendokumentasian, pelayanan atau menilai kelengkapan rekam medis. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan pada 1 desember 2021 diperoleh kelengkapan pengisian formulir rekam medis pasien umum untuk kelengkapan identitas pasien 100%, anamnese 100%, vital sign 70%, pemeriksaan/diagnosa 100%, pengobatan terapi 100%, keterangan untuk diagnosa penyakit baru dan lama 60%, tanda tangan dan nama 80% dan untuk pendokumentasian yang benar dengan pemberian garis tetap pada area kosong belum terlaksana mencapai 37%. Tujuan dalam penelitian untuk mengetahui pelaksanaan, mengetahui persentase kelengkapan, mengetahui faktor ketidaklengkapan pengisian formulir rekam medis pasien umum di Puskemas Mlati I Sleman. Jenis penelitian ini berupa diskriptif kualitatif dengan rancangan studi kasus. Populasi subjek dalam penelitian ini sejumlah 5 dokter, 6 perawat, 2 perekam medis dan populasi objek pada bulan oktober sampai desember sebanyak 4434 formulir rekam medis pasien umum. Sampel subjek sejumlah 5 orang terdiri dari 2 dokter, 2 perawat, 1 perekam medis dan sampel objek sebanyak 98 formulir rekam medis pasien umum. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi partisipasi pasif, wawancara semi terstruktur dan studi dokumentasi. Uji validitas menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan pengisian formulir rekam medis pasien umum yang tidak lengkap akan membuat dokter melakukan pemeriksaan ulang kepada pasien dan membuat perawat kesulitan dalam memasukkan data ke SIMPUS. Persentase kelengkapan formulir rekam medis pasien umum diperoleh kelengkapan identifikasi 96%, kelengkapan laporan penting 58%, kelengkapan autentikasi 91%, dan pendokumentasian yang benar 82% untuk pemberian garis tetap pada area yang kosong belum dilakukan sedangkan untuk faktor ketidaklengkapan dari segi man disebabkan kelalaian petugas medis, faktor machines disebabkan karena sistem yang sering eror, faktor methods SPO akan berjalan secara efektif dan efisien jika waktunya ada untuk setiap petugas, pada faktor materials form rekam medis sudah sesuai dengan standar yang sudah diterapkan, dan faktor money belum adanya reward dan punishment terkait dengan kelengapan rekam medis, faktor motivation yaitu kurangnya motivation petugas medis terkait dengan kelengkapan rekam medis.

References

Budi, S. C. (2011). MANAJEMEN UNIT KERJA REKAM MEDIS (A. Shomad (ed.)).

Hatta. (2011). Pedoman Manajemen Informasi Kesehatan Di Sarana Pelayanan Kesehatan. Jakarta: UI – Press.

Lestari, D. F. A., & Muflihatin, I. (2020). Analisis Faktor Penyebab Ketidaklengkapan Rekam Medis Pasien Rawat Inap Di Puskesmas Kota Anyar. J-REMI : Jurnal Rekam Medik Dan Informasi Kesehatan, 2(1), 226–233.

Mardiyoko, I. 2020. Sistem Pelayanan Rekam Medis dan Statistik Kesehatan Di Rumah Sakit. APTIRMIKI. Karanganyar, Jawa Tengah.

Meilawati, A. (2020). Kelengkapan Pengisian Lembar Resume Medis Pasien Rawat Inap Di RSU Kharisma Paramedika Kulon Progo. 1–52.

Permenkes RI No. 290 (2008). Peraturan Menteri Kesehatan Tentang Persetujuan Tindakan Kedokteran. Tersedia dalam https://rskgm.ui.ac.id/wp-content/uploads/2021/03/219.-pmk2902008.pdf

Permenkes RI No. 24 (2022). Peraturan Menteri Kesehatan Tentang Rekam Medis. Tersedia dalam https://yankes.kemkes.go.id/unduhan/fileunduhan_1662611251_882318.pdf

Permenkes RI No. 43 (2019). Permenkes Nomor 43 Tahun 2019. Peraturan Menteri Kesehatan Tentang Puskesmas. https://doi.org/10.31219/osf.io/kw3z4

Permenkes Nomor 2052/MENKES/PER/X/2011. (2011). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2052/MENKES/PER/X/2011 Tentang Izin Praktik dan Pelaksanaan Praktik Kedokteran. 11(2), 1–21. http://eprints.uanl.mx/5481/1/1020149995.PDF

Suwi, A. (2017). Kelengkapan Pengisian Informed Consent Pasien Rawat Inap Pada Kasus Bedah Di Rumah Sakit At-Turots Al-Islamy Margoluwih Seyegan Sleman. 17–26.

Swari, S. J., Alfiansyah, G., Wijayanti, R. A., & Kurniawati, R. D. (2019). Analisis Kelengkapan Pengisian Berkas Rekam Medis Pasien Rawat Inap RSUP Dr . Kariadi Semarang. 1(1), 50–56.

Downloads

Published

2023-06-30

Issue

Section

Articles