PENTINGNYA TRACER SEBAGAI KARTU PELACAK REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT PALANG BIRU GOMBONG

Authors

  • Andrias Feri Sumadi Politeknik Kesehatan Bhakti Setya Indonesia
  • Fadia Sulaiman Politeknik Kesehatan Bhakti Setya Indonesia
  • Helga Anggia Cahyani Politeknik Kesehatan Bhakti Setya Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.47701/sikenas.vi.2836

Keywords:

tracer, rekam medis, misfile

Abstract

Tracer merupakan sarana penting dalam mengontrol penggunaan berkas rekam medis. Tracer digunakan untuk menggantikan rekam medis yang keluar dari rak penyimpanan. Petunjuk keluar ini tetap berada pada penyimpanan sampai rekam medis yang dipinjam dikembalikan dan disimpan kembali. Petunjuk keluar ini dilengkapi dengan kantong untuk penyimpanan slip permintaan. Berdasarkan studi pendahuluan di RSU Palang Biru Gombong, ditemukan adanya beberapa permasalahan. Diperoleh informasi bahwa masih ditemukan berkas rekam medis yang misfile atau berkas rekam medis yang salah letak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prosedur penggunaan tracer dan mengetahui faktor penyebab tracer tidak digunakan di RSU Palang Biru Gombong.

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengambilan data dilakukan dengan observasi dan wawancara dengan sampel 2 orang petugas rekam medis di unit filing dan Kepala Rekam Medis sebagai triangulasi sumber.

Berdasarkan hasil penelitian di RSU Palang Biru Gombong diketahui bahwa di bagian filing belum menggunakan tracer sebagai kartu pelacak berkas rekam medis keluar dari rak penyimpanan sehingga sering terjadi misfile seperti salah letak berkas rekam medis. Petugas filing dalam melaksanakan tugasnya belum susuai dengan SOP. Ditinjau dari faktor Man, petugas rekam medis hanya lulusan SMA dan belum pernah mengikuti pelatihan tentang rekam medis. Ditinjau dari faktor money anggaran pembuatan tracer belum ada. Ditinjau dari faktor method belum menerapkan penggunaan SOP yang sudah ada.

References

Anwar. S., 2014. Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Asmoro, M, D. 2014. Faktor-faktor Penyebab dan Dampak Tidak Menggunakan Tracer Bagian Penyimpanan Berkas Rekam Medis Rumah Sakit Mata “Dr. YAP” Yogyakarta. Jurnal.

Depkes RI.1997. tentang Pedoman Penyelenggaraan Rekam Medis di Rumah Sakit. Jakarta: Dirjen Yanmed.

Eka Rahma Ningsih. 2020. Perancangan dan Prosedur Penggunaan Tracer (Petunjuk Keluar) pada Penyimpanan Dokumen Rekam Medis di Rumah Sakit Bhayangkara TK III Hoegeng Iman Santoso Banjarmasin. Jurnal.

Hatta, R.G., 2008. Pedoman Manajemen Informasi Kesehatan di Sarana Pelayanan Kesehatan. Jakarta: UI Press.

Mahendra, A. 2011. Pemanfaatan Tracer di Penyimpanan Berkas Rekam Medis di UPT Puskesmas Wonosari 1, (Tugas Akhir). Program Studi Rekam Medis UGM. Yogyakarta

Menteri Kesehatan Republik Indonesia. 2008. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 296/MENKES/PER/III/2008 tentang Rekam Medis. Jakarta.

Naja (2004) . Manajemen Fit & Proper Test. Yogjakarta:Pustaka Widyatama.

Notoatmodjo,2012. Metodelogi Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta. Jakarta.

Peraturan Mentri Kesehatan Republik Indonesia No. 1204/Menkes/SKX /2004 tentnangPersyaratan Kesehatan Rumah Sakit.

Regita Kusumaningrum Putri. 2021. Evaluasi Penggunaan Tracer Sebagai Kartu Pelacak Berkas Rekam Medis Keluar dari Rak Penyimpanan Di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta. Jurnal.

Rustiyanto. 2011. Manajemen Filing Dokumen Rekam Medis dan Informasi Kesehatan. Yogyakarta: Politeknik Permata Indonesia.

Rustiyanto, E, (2012). Etika Profesi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan. Yogyakarta: Politeknik Kesehatan Permata Indonesia.

Sugiyono. (2011). Statistik untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. 2017. Metodelogi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta. Bandung.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.

Yastori. 2019. Sosialisasi Pelaksanaan Sistem Penggunaan Tracer Sebagai Pelacak Berkas Rekam Medis Pada Rumah Sakit Naili DBS. Padang. Jurnal.

Downloads

Published

2023-06-30

Issue

Section

Articles