ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PASIEN DEMAM TIFOID RAWAT INAP RSAU DR.SISWANTO LANUD ADI SOEMARMO TAHUN 2022

Authors

  • Angga Aulia Sahadatun Universitas Duta Bangsa Surakarta
  • Kusumaningtyas Siwi Artini Universitas Duta Bangsa Surakarta
  • Tatiana Siska Wardani Universitas Duta Bangsa Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.47701/sikenas.vi.2827

Keywords:

demam tifoid, efektivitas biaya, rawat inap

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit infeksi sistemik yang menyerang usus halus  disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Terapi awal yang diberikan pada penderita yaitu antibiotik, pilihan antimikroba pilihan Kemenkes yaitu seftriakson, sefotaksim, thiamphenikol dan sefiksim. Ketidak tepatan terapi menyebabkan lama perawatan sehingga biaya pengobatan semakin mahal. Cost Effectiveness Analysis (CEA) merupakan salah satu langkah untuk memulai menilai perbandingan manfaat kesehatan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pola penggunaan antibiotik, besar biaya penggunaan antibiotik dan antibiotik mana yang paling efektif digunakan dilihat dari lama rawat inap dan penurunan suhu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Cost Effectiveness Analysis (CEA) dengan metode noneksperimental. Hasil dari penelitian ini yaitu antibiotik yang paling banyak digunakan yaitu kombinasi antibiotik inj seftriakson + thiamphenikol 500mg, besar biaya penggunaan antibiotik Rp.924.800, dan antibiotik yang paling cost effectiveness yaitu kombinasi antibiotik inj seftriakson + sefiksim 100 mg.

References

Bedrossian, N. (2010) ‘Typhoid Fever in Lebanon’, Epidemiology study, 20, pp. 81–86.

Hakim, L. N. (2020) ‘Urgensi Revisi Undang-Undang tentang Kesejahteraan Lanjut Usia’, Aspirasi: Jurnal Masalah-masalah Sosial, 11(1), pp. 43–55. doi: 10.46807/aspirasi.v11i1.1589.

Hidayah, S. N. et al. (2020) ‘Analisis Efektivitas Biaya Seftriakson dan Sefotaksim pada Pasien Demam Tifoid Anak di Instalasi Rawat Inap Shofa dan Marwah PKU Karangasem Muhammadiyah Paciran Tahun 2019’, Journal of Islamic Pharmacy, 5(2), pp. 46–52. doi: 10.18860/jip.v5i2.9819.

Kemenkes (2006) ‘Pedoman Pengendalian Demam Tifoid’, Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 364, p. 41.

Kemenkes (2018) ‘Salmonella Thypi’, pp. 1–7.

Rakhman, A., Humardewayanti, R. and Pramono, D. (2009) ‘Faktor-Faktor Risiko Yang Berpengaruh Terhadap Kejadian Demam Tifoid Pada Orang Dewasa Risk’, Berita Kedokteran Masyarakat, 25(4), p. 167.

Rosyid, A., Timur, W. W. and Atikannafirin (2015) ‘Analisis Efektivitas Biaya Pengobatan Demam Tifoid pada Anak Menggunakan Antibiotik Kloramfenikol dan Sefiksim (Studi Observasi Analitik di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang Periode Januari – Desember 2015)’, Media Farmasi Indonesia, 12(2), pp. 1248–1258. Available at: https://mfi.stifar.ac.id/MFI/article/view/21.

Siahaan, D. N. et al. (2022) ‘Review Articel Literature Review Analysis of Cost Effectiveness of Antibiotic Use in Pediatric Typhoid Fever Patients in’, Journal of Pharmaceutical and Sciences (Jps), 5(1), pp. 146–155.

Ulfa, F. and Handayani, O. W. K. (2018) ‘Kejadian Demam Tifoid di Wilayah Kerja Puskesmas Pagiyanten’, HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development), 2(2), pp. 227–238. doi: 10.15294/higeia.v2i2.17900.

Downloads

Published

2023-06-30

Issue

Section

Articles