SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PEMETAAN PNEUMONIA KOMUNITAS DI PUSKESMAS MERGANGSAN KOTA YOGYAKARTA

Authors

  • Ana Dewi Lukita Sari Politeknik Kesehatan Bhakti Setya Indonesia
  • Hendra Rohman Politeknik Kesehatan Bhakti Setya Indonesia
  • Yoga Adi Wimasa Politeknik Kesehatan Bhakti Setya Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.47701/sikenas.vi.2826

Keywords:

balita, pneumonia komunitas, SIG

Abstract

Pneumonia komunitas adalah peradangan akut parenkim paru pada masyarakat disebabkan mikroorganisme, bukan disebabkan mycobacterium tuberkulosis. Pneumonia penyebab terbesar kematian balita di dunia, tahun 2019 jumlah kematian balita sebanyak 740.180 karena pneumonia. Faktor risiko meliputi malnutrisi, kepadatan penduduk, dan lingkungan. Sistem Informasi Geografis merupakan komputer berbasis sistem memberikan informasi digital dan analisis terhadap objek serta fenomena karakteristik pada lokasi geografis. Tujuan penelitiannya mengetahui proses pengumpulan data balita pneumonia di Puskesmas Mergangsan, trend peta persebaran balita pneumonia tahun 2021 dan menganalisis faktor risikonya berdasarkan curah hujan dan kepadatan penduduk. Jenis penelitian deskriptif dengan rancangan cross sectional. Instrumen penelitian menggunakan aplikasi quantum GIS 3.16. Sumber data kesehatan balita pneumonia dari poli MTBS kemudian diolah menggunakan SIMPUS. Trend peta persebaran balita pneumonia di Puskesmas Mergangsan tahun 2021 sebanyak 75 dimana laki 38 (50,6%) dan perempuan 37 (49,3%). Tiga dusun tertinggi, yaitu Dipowinatan (13,3%), Prawirotaman (12%) dan Timuran (10,6%) dengan usia < I tahun 24 (32%) dan 1-5 tahun 51 (68%). Luas kapanewon Mergangsan 2,31 km2, jumlah penduduk 32.162, dan kepadatan penduduk 13.923/km2. Penemuan kasus balita pneumonia setiap bulan tidak dipengaruhi faktor curah hujan. Kesimpulannya: Kapanewon Mergangsan mempunyai kasus pneumonia tertinggi dan termasuk wilayah dengan kepadatan tinggi melebihi rata-rata kepadatan penduduk Kota Yogyakarta (11.579/km2).

References

Afriani, B., Oktavia, L. (2021) ‘Faktor risisko kejadian pneumonia pada bayi’, Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan, vol. 13, no. 2, hh.26-38.

Anwar, A., Dharmayanti, I. (2014) ‘Pneumonia pada anak balita di Indonesia’, Kesehatan Masyarakat Nasional, vol.8, no.8, hh 359-365.

Aulina, M.S., Rahardjo, M., & Nurjazuli, N. (2017) ‘Pola sebaran kejadian penyakit pneumonia pada balita di Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang’, Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip), vol. 5, no. 5, hh. 744-752.

Awangga, R. M. (2014) ‘Pengantar sistem informasi geografis, Unpublished Version, Bandung, Jawa Barat.

BPS. (2021) ‘Kecamatan Mergangsan dalam angka’, CV. Centra Grafindo,Yogyakarta.

BPS. (2022) ‘Kota Yogyakarta dalam angka 2022’, Yogyakarta.

Data Indonesia. (2022) ‘Ada 278.261 Balita Di Indonesia Terjangkit Pneumonia Pada 2021, dilihat 12 November 2022, <https://dataindonesia.id/kesehatan/detail/ada-278261-balita-di-indonesia-terjangkit-pneumonia-pada-2021>

Dinkes. (2022) ‘Profil kesehatan Kota Yogyakarta tahun 2022’, Yogyakarta.

Fitriyah, E. N. (2019) ‘Hubungan Usia, Jenis Kelamin, Status Imunisasi Dan Gizi Dengan Kejadian Pneumonia Pada Baduta’, Jurnal Biometrika dan Kependudukan, vol.8, no. 1, hh42-51.

Harnani, Y & Hamidy, R. (2022) ‘Pengaruh Musim Terhadap Kejadian Pneumonia Pada Balita Di Kabupaten Pelalawan’, Dinamika Lingkungan Indonesia, vol. 9, no. 1, hh. 39-44.

Kemenkes. (2022), ‘Rencana aksi kegiatan 2020-2024, Direktorat P2PM, Jakarta.

Krisna, D. (2020) ‘Sistem Informasi Geografis Sebagai Pemanfaatan Teknologi Geospasial Untuk Pemetaan Penyebaran Penyakit Infeksi Emerging (Eid) Dan Zoonosis: Sebuah Penelaahan Literatur’. Jurnal Sains Dan Teknologi Mitigasi Bencana, vol 14, no 2, 77–88.

PDPI. (2019), ‘Perhimpunan dokter paru Indonesia (PDPI) Outbreak Pneumonia di Tiongkok’, Jakarta.

PDPI. (2021), ‘Panduan umum praktik klinis penyakit paru dan pernapasan’, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Jakarta.

Permenkes RI. (2014), ‘Peraturan Menteri Kesehatan Tentang Upaya Kesehatan Anak’, Jakarta.

Rewah, D.R. (2020), ‘Efektivitas penerapan sistem informasi managemen puskesmas (simpus) di kota Manado (Studi Puskesmas Bahu)’, Eksekutif: Jurnal Jurusan Ilmu Pemerintahan, vol. 2, no. 5, hh. 1-10.

Rigustia, R., Zeffira, L., dan Vani, A.T. (2019), Faktor Risiko Yang Berhubungan Dengan Kejadian Pneumonia Pada Balita Di Puskesmas Ikur Koto Kota Padang’, Heme: Health and Medical Journal, vol.1, no.1, hh.22- 30.

Rohman, H. (2018) ‘Spatial Patterns of Pulmonary Tuberculosis Analysing Rainfall Patterns in Visual Formation. International Journal of Public Health Science (IJPHS), 7(1), 13. https://doi.org/10.11591/ijphs. v7i1.11376.

Rohman, H. (2019) ‘Pola Spasial dan Aksesibilitas Penggunaan Pelayanan Kesehatan: Pengobatan Ulang Tuberkulosis. Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat, 13(2), 49–55. https://doi.org/1978 – 0575.

Sangadji, N.W., Vernanda, L.O., dan Muda, C.A.K. (2022) ‘Hubungan Jenis Kelamin, Status Imunisasi Dan Status Gizi Dengan Kejadian Pneumonia Pada Balita (0-59 Bulan) Di Puskesmas Cibodasari Tahun 2021’, Esa Unggul: Jurnal Civitas Academica, vol. 2, no. 02, hh. 66-74.

Sumiati. (2015) ‘Hubungan Jenis Kelamin Dan Status Imunisasi DPT Dengan Pneumonia Pada Bayi Usia 0-12 Bulan’, Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai, vol. 8, no. 2, hh. 63-69.

Utami, T.H., Windraswara, R (2019) ‘Korelasi Meteorologi Dan Kualitas Udara Dengan Pneumonia Balita Di Kota Semarang Tahun 2013-2018’, Higeia, Jornal Of Public Health Research And Development, vol. 3, no. 4, hh. 588-598.

Wartono, J.A, Asrifuddin, A., & Kandou, G.D. (2017) ‘Analisis Spasial Kejadian Penyakit Pneumonia Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Tuminting Kota Manado Tahun 2017’, Jurnal KESMAS, vol.7, no. 4, hh. 1-10.

WHO, 2022, Pneumonia in children,dilihat 11 November 2022, <http://www.who.int/news-room/fact-sheet/detail/pneumonia>

Yani, B.K.D., Lazuardi, L. (2018) ‘Fungsi Esensial Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (Simpus) di Kota Yogyakarta’, Journal of Information Systems for Public Healthvol. 3, no. 3, hh. 78-84

Downloads

Published

2023-06-30

Issue

Section

Articles