STUDI LITERATUR KEAKURATAN KODE DIAGNOSIS NEOPLASMA BERDASARKAN ICD-10

Authors

  • Sauha Lulumanin Universitas Duta Bangsa Surakarta
  • Linda Widyaningrum Universitas Duta Bangsa Surakarta
  • Sri Wahyuningsih Nugraheni Universitas Duta Bangsa Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.47701/sikenas.v0i0.1261

Abstract

Pengkodean neoplasma berpedoman pada ICD-10 dimana neoplasma dibedakan menjadi dua kode yaitu kode topografi dan kode morfologi. Menurut penelitian terdahulu diketahui keakuratan kode diagnosis neoplasma masih rendah, sehingga harus dilakukan analisis mengenai standar operasional prosedur pengkodean neoplasma serta faktor-faktor yang mempengaruhi keakuratan kode neoplasma.
Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur dengan identifikasi data pada google schoolar dengan kata kunci “keakuratan kode neoplasma” didapatkan 69 jurnal yang kemudian dilakukan screening data dengan menerapkan kriteria inklusi dan eksklusi sehingga didapatkan 5 jurnal terkait keakuratan kode diagnosis neoplasma.
Hasil penelitian menunjukkan keakuratan kode neoplasma dengan persentase keakuratan kode topografi tertinggi sebanyak 90 % akurat dan 10% tidak akurat. Sedangkan keakuratan kode topografi terendah sebesar 26% dengan ketidakakuratan 74%. Untuk keakuratan kode morfologi tertinggi didapatkan data 5% akurat dan 95% tidak akurat. Sedangkan keakuratan kode morfologi terendah sebanyak 100%. Standar Operasional Prosedur (SOP) dari 5 jurnal dapat disimpulkan bahwa banyak rumah sakit yang tidak memiliki aturan khusus mengenai pengkodean neoplasma baik kode topografi ataupun kode morfologi. Faktor-faktor yang mempengaruhi keakuratan kode diagnosis neoplasma antaralain penulisan diagnosis yang tidak jelas serta tidak dapat dibaca, kelengkapan pengisian informasi terkait diagnosis neoplasma, tidak adanya hasil lab patologi anatomi serta kualitas coder.
Kata Kunci : keakuratan kode, neoplasma, ICD 10

Downloads

Published

2021-06-19

Issue

Section

Articles