EFEK ANTI HIPERURESEMIA EKSTRAK ETANOL DAN FRAKSI KULIT BUAH PEPAYA (Carica papaya L)

Authors

  • Danang Raharjo Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta
  • Dwi Bagus Pambudi Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

DOI:

https://doi.org/10.47701/sikenas.v0i0.1232

Abstract

Hiperuresemia merupakan keadaan kadar asam urat dalam darah melebihi normal (> 7,0 mg/dL). Pada stadium lanjut, hiperuresemia menyebabkan kerusakan sendi dan penyakiy gout/pirai. Pepaya perupakan tanaman buah yang tersebar luar di seluruh Indonesia. Kulit buah pepaya dianggap sebai limbah dan kurang bermanfaat. Kulit pepaya mengandung senyawa metabolit sekunder meliputi alkaloid, fenolik, tanin, saponin, dan flavonoid yang dapat digunakan sebagai antioksidan, hiperglikemik, antimikroba dan obat cacing. Pengobatan asam urat dengan mengunakan kulit buah pepaya sampai sekarang belum diteliti. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas penghambatan xantin oksidase ekstrak etanol dan fraksi kulit buah pepaya secara in vitro. Proses penelitian diawali dengan ekstraksi kulit buah pepaya (Carica papya. L) dengan etanol 96 %, selanjutanya proses farksinasi menggunakan metode partisi cair-cair dengan corong pisah. Pengujian penghambatan aktivitas enzim xantin oksidase secara in vitro menggunakan spektrofotometer UV/VIS.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol, fraksi etenol, fraksi etil asetat dan fraksi heksane menunjukkan aktivitas penghambatan enzim xantin oksidase dengan nilai IC50 masing-masing sebesar 187,558 ± 20,862; 56,755 ± 3,821; 48,543 ± 1,440 dan 110,213 ± 15,577 ppm.
Kata Kunci : Carica papaya, Xantin oksidase, Antihiperuresemia

Downloads

Published

2021-06-19

Issue

Section

Articles