Rehabilitation Of Victims of Narcotics Abuse From The Perspectives of Depenalization, Decriminalization, and Human Right Protection

Authors

  • jimmi marliston pandapotan aritonang Christian University of Indonesia image/svg+xml
  • Abram Sahing
  • Aldhitama Ramadhan rumah sakit karang tengah medika
  • Fredy Ied Fitriadi Indonesian Accreditation Institute for Community Health Centers, Clinics, and Laboratories

DOI:

https://doi.org/10.47701/ijlle.v6i2.5821

Keywords:

rehabilitation; narcotics abuse; drug users; depenalization; decriminalization; human rights

Abstract

Conceptually, within the framework of depenalization, if a person who uses narcotics reports themselves to a designated Mandatory Reporting Receiving Institution (IPWL), whether at a community health center (Puskesmas) or a hospital appointed by the Ministry of Health, that person may avoid criminal prosecution.These two important principles need to be understood by all segments of society, especially those with authority and responsibility in law enforcement, namely that punishment or imprisonment is not the right solution because it only creates new problems, such as overcrowding in prisons and detention centers, along with other potential disturbances that may arise in the future.

References

Adam Chazawi. 2001. Pelajaran Hukum Pidana Bagian 1: Stelsel Pidana, Tindak Pidana, Teori- teori Pemidanaan dan Batas Berlakunya Hukum Pidana. Jakarta: PT Raja Grafindo.

Abidin, Andi Zainal. 2007. Hukum Pidana I. Jakarta: Sinar Grafika.

Andi Hamzah, 2000. Hukum Acara Pidana Indonesia. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Andi Hamzah. 2004. Asas-Asas Hukum Pidana. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Bambang Waluyo. 2008. Pidana dan Pemidanaan, Jakarta: Sinar Grafika.

Barda Nawawi Arief. 1982. Kebijakan Legislasi Mengenai Penetapan Pidana Penjara Dalam Penanggulangan Kejahatan. Bandung: Pioner Jaya.

Fockema Andrea, 1983, Kamus Istilah Hukum Belanda-Indonesia, Jakarta: Binacipta.

Harun M. Husein, 1994. Surat Dakwaan/Teknik Penyusunan, Fungsi dan Permasalahannya, Jakarta, Rineka Cipta.

Hari Sasangka, 2003, Narkotika dan Psikotropika, Bandung, Mandar Maju.

I Gede Widhiana Suarda, 2009. Penghapus, Peringanan dan Pemberat Pidana, Jember,UNEJ Press.

J.E. Sahetapy. 1984, Pisau Analisa Kriminologi, Bandung, Armico.

Kusno Adi. 2009, Kebijakan Kriminal dalam Penanggulangan Tindak Pidana Narkotika, Malang, UMM Press.

Leden Marpaung, 1992, Proses Penanganan Perkara Pidana Bagian Ke-2, Jakarta, Sinar Grafika.

Lilik Mulyadi, 2004. Kapita Selekta Hukum Pidana Kriminologi dan Viktimologi, Jakarta, Djambatan.

Lilik Mulyadi, 2007, Putusan Hakim dalam Hukum Acara Pidana (Teori, Praktik, Teknik Penyusunan dan Permasalahannya), Bandung, Citra Aditya Bakti.

M. Yahya Harahap, 2006, Pembahasan Permasalahan dan Penerapan KUHAP: Penyidikan dan Penuntutan, Edisi Kedua, Cetakan Ke-8, Jakarta, Sinar Grafika.

Mahi M. Hikmat, 2002, Narkoba Musuh Kita Bersama, Bandung, PT Grafitri.

Muladi and Barda Nawawi Arief, 1984, Teori-teori dan Kebijakan Dalam Pidana, Bandung, Alumni.

Moeljatno, 1989, Asas-Asas Hukum Pidana, Jakarta, PT Rineka Cipta.

Ninik Suparni, 2007, Eksistensi Pidana Denda Dalam Sistem Pidana Dan Pemidanaan, Jakarta, Sinar Grafika.

Peter Mahmud Marzuki, 2010, Penelitian Hukum, Jakarta, Kencana Prenada Media Group.

Ronny Hanitijo Soemitro, 1988, Metode Penelitian Hukum dan Jurimetri, Jakarta, Rineka Cipta.

Roeslan Saleh. 1987, Stelsel Pidana Indonesia, Jakarta, Bina Aksara.

Rusli Muhammad, 2006, Potret Lembaga Peradilan Indonesia, Jakarta, Raja Grafindo.

Siswanto S, 2012, Politik Hukum dalam Undang-Undang Narkotika, Jakarta, PT Rineka Cipta.

Sudarto, 1981, Kapita Selekta Hukum Pidana, Bandung, Alumni.

Wirjono Prodjodikoro, 2003, Azas-Azas Hukum Pidana di Indonesia, Bandung, Refika Aditama.

Journal Articles

Alfi Fahmi Adicahya, Penanggulangan Tindak Pidana Narkotika dan Tantangannya, Jurnal Hukum Universitas Muhammadiyah Malang, Malang, UMM Press, 2016

Anton Sudanto, Penerapan Hukum Tindak Pidana Narkotika, Jurnal Hukum Universitas 17 Agustus Jakarta, 2019

Dit Bimas Polri, Penanggulangan Penyalahgunaan Bahaya Narkotika, Jakarta, Dit Bimas Polri, 2000

Elrick Christovel Sanger, Penegakan Hukum Terhadap Peredaran Narkoba Di Kalangan Generasi Muda, Jurnal Lex Crimen, Vol. 2, No. 4, 2013

Ministry of Health of the Republic of Indonesia, “Gambaran Umum Penyalahgunaan Narkoba”, Jendela Data dan Informasi Kesehatan, Semester I, 2014

Legislation and Regulations

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1946 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana.

Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman.

Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2011 tentang Wajib Lapor bagi Pecandu Narkotika.

Peraturan Bersama (11 March 2014) on the handling/placement of narcotics addicts and victims of narcotics abuse into rehabilitation institutions (joint regulation of the Supreme Court, relevant ministries, the Attorney General’s Office, the National Police, and BNN).

Downloads

Published

2025-10-30

How to Cite

Rehabilitation Of Victims of Narcotics Abuse From The Perspectives of Depenalization, Decriminalization, and Human Right Protection. (2025). International Journal of Law and Legal Ethics (IJLLE), 6(2), 127-147. https://doi.org/10.47701/ijlle.v6i2.5821