PENGARUH USIA, STRES, DAN DIET TINGGI KARBOHIDRAT TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH

Authors

  • Dewi Wulandari
  • Widya Kurnianingsih

DOI:

https://doi.org/10.47701/infokes.v8i1.192

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu masalah kesehatan yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa darah. Data dari studi global menunjukan bahwa terdapat 415 juta penduduk dunia yang menyandang DM. Indonesia menempati peringkat ke-7 dari 10 negara dengan penyandang DM dengan jumlah sekitar 10 juta jiwa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh usia, stress,  dan diet tinggi karbohidrat terhadap kadar glukosa darah. Desain penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Kecamatan Sukoharjo pada bulan Mei – Juni 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penduduk kecamatan Sukoharjo. Sampel yang digunakan sebanyak 72 responden. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner DASS 42 (Depression, Anxiety, Stress Scale), check list diet tinggi karbohidrat, dan glucosemeter. Data yang diperoleh dianalisis dengan model regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan 1) Ada pengaruh positif dan secara statistik signifikan usia terhadap kadar gula darah sewaktu. Setiap peningkatan 1 skor usia akan meningkatkan sebesar 0.831 skor GDS (p<0.001, 95%CI 0.420;1.241). 2) Ada pengaruh positif dan secara statistik signifikan stress terhadap kadar gula darah sewaktu. Setiap peningkatan 1 skor stress akan meningkatkan sebesar 1.636 skor GDS (p<0.001, 95%CI 0.987;2.285). 3) Ada pengaruh positif dan secara statistik signifikan diet tinggi karbohidrat terhadap kadar gula darah sewaktu. Setiap peningkatan 1 skor diet tinggi karbohidrat akan meningkatkan sebesar 0.970 skor GGDS (p<0.05, 95%CI 0.201;1.739).

Kata Kunci: usia, stress, diet tinggi karbohidrat, glukosa darah

  

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is one of the health problems characterized by high blood glucose levels. Data from a global study showed that there were 415 million people in the world who had DM. Indonesia was ranked 7th out of 10 countries with DM with a total of about 10 million people. The purpose of this study was to analyze the effect of age, stress, and high-carbohydrate diet to blood glucose levels. The design of this study was observational analytic with cross sectional approach. The study was conducted in Sukoharjo district in May - June 2017. The population in this study was all residents Sukoharjo district. The sample used was 72 respondents. The sampling technique was done by simple random sampling. The research instrument used was DASS 42 (Depression, Anxiety, Stress Scale) questionnaires, high carbohydrate check list and glucosemeter. The data obtained were analyzed by multiple linear regression model. The results showed 1) There was a positive and statistically significant effect of age on blood glucose level at the time. Any increase in 1 age score will increase by 0.831 GDS score (p<0.001, 95%CI  0.420;1.241). 2) There was a positive and statistically significant effect of stress on blood sugar levels at the time. Each increase of 1 stress score will increase by 1.636 GDS score (p<0.001, 95%CI 0.987;2.285). 3) There was a positive and statistically significant effect of high carbohydrate diets on blood glucose levels. Any increase of 1 high carbohydrate diet score  will increase by 0.970 GDS score (p<0.05, 95%CI 0.201;1.739).

Keywords: age, stress, high carbohydrate diet, blood glucose

Downloads

Download data is not yet available.

References

American Diabetes Association (ADA). 2015. Diabetes Management Guidelines AIC Diagnosis/NDEI. www.ndei.org. Diakses pada tanggal 15 November 2017.

American Diabetes Association. 2012. Diagnosa And Clasiffication Of Diabetes Mellitus. Diabetes Care, Volume 35, Supplement. 16 Februari

American Diabetes Association. 2012. Diagnosa And Clasiffication Of Diabetes Mellitus. Diabetes Care, Volume 35, Supplement. 16 Februari 2017

Andi, Sulilowati et al. 2008. Faktor Risiko Diabetes Melitus di Rumah Sakit Umum Dr. Wahidin Sudirohusodo Makasar. Jurnal Ilmiah Nasional. [http://perpustakaan.litbang.depkes.go.id/otomasi/indekx.p hp?=show_detail&id=14113]

Bustan, M.N. 2007. Epidemiologi Penyakit Tidak Menular. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Dinkes Sukoharjo. 2013. Profil Kesehatan Kabupaten Sukoharjo Tahun 2013. Jakarta: Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo.

Guyton, A. C., & Hall, J. E. 2008. Buku ajar fisiologi kedokteran. Edisi ke-6. Jakarta: EGC.

International Diabetes Federation (IDF). 2015. IDF Diabetes Atlas 7th Edition 2015. URL: www.idf.org. Diakses tanggal 16 Februari 2017.

Irawan, Dedi. 2010. Prevalensi dan Faktor Risiko Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 di Daerah Urban Indonesia (Analisa Data Sekunder Riskesdas 2007). Thesis Universitas Indonesia.

Katzung, B.G. 2007. Basic & Clinical Pharmacology, Tenth Edition.United States: Lange Medical Publications.

Kementerian Kesehatan. 2010. Petunjuk Teknis Pengukuran Faktor Risiko Diabetes Melitus. www.depkes.go.id

Kronenberg, et.al. 2008. Williams Textbook of Endocrinology. Saunders Elservier Publishing.

Maryam, R.S., et al. (2008). Mengenal Usia Lanjut dan Perawatannya. Jakarta: Salemba Medika.

Murray, R. K., Granner, D. K., & Rodwell, V. W. 2009. Biokimia Harper (27 ed.). Jakarta: EGC.

Price SA, Wilson LM. 2012. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-proses Penyakit. Edisi ke-6. Jakarta: EGC.

Roussel, R., et al., 2011. Low Water Intake and Risk for New-Onset Hyperglycemia. Diabetes Care, vol 34, December 2011. http://care.diabetesjournals.org/content/34/12/2551.full-text.pdf.

Schulze, M.B., et.al.. 2004. Glycaemi Index, Glycaemic Load, and Dietary Fiber Intake and Incidence of type 2 Diabetes in Younger and Middle-aged Women. Am J Clin Nutr., Vol. 80 (2). https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/15277155

Sherwood, Lauralee. 2012. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem.Edisi 6. Jakarta: EGC.

Shils et al. (2006). Modern Nutrition in Health and Disease. 10th edition. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins.

Strandberg, R. B., Graue, M., Wentzel-Larsen, T., Peyrot, M., & Rokne, B. (2014). Relationships of diabetes-specific emotional distress, depression, anxiety, and overall well-being with HbA 1c in adult persons with type 1 diabetes. Journal of Psychosomatic Research, 77(3), 174-179.

Sunjaya, I Nyoman. 2009. “Pola Konsumsi Makanan Tradisional Bali sebagai Faktor Risiko Diabetes Melitus Tipe 2 di Tabanan.” Jurnal Skala Husada Vol. 6 No.1 hal: 75-81

Trisnawati, S. K., & Setyorogo, S. (2013). Faktor Risiko Kejadian Diabetes Melitus Tipe II Di Puskesmas Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat Tahun 2012. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 5(1), 6-11.

Witasari, U., Rahmawaty, S., & Zulaekah, S. (2009). Hubungan Tingkat Pengetahuan, Asupan Karbohidrat, Dan Serat Dengan Pengendalian Kadar Glukosa Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2. Jurnal Penelitian Sains & Teknologi, 10(2), 130-138.

How to Cite

Wulandari, D., & Kurnianingsih, W. (2018). PENGARUH USIA, STRES, DAN DIET TINGGI KARBOHIDRAT TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH. Infokes: Jurnal Ilmiah Rekam Medis Dan Informatika Kesehatan, 8(1). https://doi.org/10.47701/infokes.v8i1.192

Issue

Section

Artikel