Tingkat Pendapatan dan Kelayakan Usahatani Tebu di Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta

  • Yoesti Silvana Arianti Univet Bantara Sukoharjo
  • Wahyu Adhi Saputro Universitas Duta Bangsa Surakarta
Keywords: Tebu, Pendapatan, R/C, Rasio

Abstract

Tebu merupakan komoditi subsektor perkebuna yang menjadi sektor primer penyokong perekonomian di Indonesia. Masyarakat mengenal tanaman tebu (saccharum officinarum L.) sebagai tanaman yang menghasilkan bahan pangan pokok berupa gula. Daerah yang menghasilkan tebu di Indonesia dibagi menjadi Pulau Jawa, dan Pulau Luar Jawa. Salah satu daerah yang ada di Jawa yaitu Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Tingkat Pendapatan Usahatani Tebu 2) Kelayakan Usahatani Tebu di Kabupaten Bantul DIY. Penelitian menggunakan metode deskriptif analitik. Sampel diambil dengan cara simple random samping sebanyak 30 responden. Analisis yang digunakan menggunakan analisis pendapatan, analisis R/C rasio. Dari Hasil penelitian pendapatan usahatani tebu di Kabuptaen Bantul sebesar Rp 12.707.292 dengan nilai R/C rasio bernilai 1,28 yang berarti bahwa usahatani tebu layak diusahakan.

Author Biographies

Yoesti Silvana Arianti, Univet Bantara Sukoharjo

Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Univet Bantara Sukoharjo

Wahyu Adhi Saputro, Universitas Duta Bangsa Surakarta

Program Studi Agribisnis, Fakultas Sains dan Teknologi, Universtas Duta Bangsa Surakarta

Published
2020-08-13